10 Adab Muslimah Dalam Berbicara Menurut Tuntunan Rasulullah SAW (1)

216 views

Manusia adalah makhluk sosial. Makhluk sosial pasti berkomunikasi dengan orang lain. Dalam berkomunikasi, tentu harus menggunakan bahasa yang baik, mudah dipahami dan dimengerti.

Begitu jugan dengan muslimah, Seorang muslimah dalam berkomunikasi harus dengan tata krama dan tutur kata yang baik. Tidak boleh menyakiti orang lain, ketus, nyelekit dan menimbulkan permusuhan.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah mencontohkan dengan lembut dan dan santunnya perkataan beliau.

Berikut beberapa adab atau cara berbicara muslimah sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Pertama, Jangan Banyak Bicara
Muslima jangan terlalu banyak berbicara apalagi cerewet. Berbicaralah seperlunya sampaikan perkataan yang ringkas, tidak bertele-tele yang memperpanjang pembicaraan.

Allah Ta’ala berfirman:

Loading...

لا خير في كثير من نجواهم إلا من أمر بصدقة أو معروف أو إصلاح بين الناس

“Dan tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia “. (An nisa:114)

Dalam ayat lain, Allah Ta’alaberfirman :

“عن اليمين وعن الشمال قعيد. ما يلفظ من قولٍ إلا لديه رقيب عتيد ”

“Seorang duduk di sebelah kanan,dan yang lain duduk disebelah kiri.tiada satu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (Qaaf:17-18).

Kedua, Berbicara Hati-hati
Usahalah mengontrol lidah. Jangan sampai mengeluarkan perkataan negatif apalagi menyinggung atau menyakiti. Ingat jangan sampai lepas kendali dalam berkomunikasi dengan orang lain.

Ketiga, Berkata Baik
Sebenarnya dari pada berbicara lebih baik diam. Jika tidak bisa diam maka Berkatalah yang baik. Jika mendengar orang bergosip, juga ingin ikut, maka sebaiknya menjauhlah dari mereka. Jangan turut mendengarkan, yang memancing untuk turut serta.

Rasulullah SAW bersabda:“ Siapa yang beriman Kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia mengatakan yang baik atau diam,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Keempat, Tidak Boleh Mencela
Rasulullah SAW bersabda, “Bukanlah seorang mukmin tidak suka mencela, melaknat dan berkata-kata keji,” (HR. Tirmidzi dengan sanad shahih).

Kesimpulan hadis di atas adalah orang-orang yang beriman akan selalu berbicara dalam kebaikan dan tidak menyia-nyiakan perkataannya.

Alah Ta’ala berfirman:

” يا أيها الذين آمنوا لا يسخر قوم من قوم عسى أن يكونوا خيراً منهم ولا نساء من نساء عسى أن يكن خيراً منهن ”

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.” (QS.Al-Hujurat:11)

Kelima, Janan Berdusta
Ingatlah, Rasulullah memberikan jaminan surga bagi yang senantiasa menghindari dusta.

Dalam salah satu hadistnya Nabi bersabda: “Aku jamin rumah didasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah ditengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, dan aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaqnya,” (HR. Abu Daud).

Dalam hadits lain, sabda Nabi SAW;

“Tanda-tanda munafik itu ada 3, jika ia bicara berdusta, jika ia berjanji mengingkari dan jika diberi amanah ia khianat,” (HR. Bukhari).

Tags: #Adab Bicara #Bicara Muslimah