10 Keistimewaan Orang Mencari Ilmu yang Didapat di Dunia dan Akhirat

Ilmu adalah lentera bagi amal. Amal tanpa ilmu akan pincang seperti berjalan di kegelapan malam.

Dari banyaknya dalil keutamaan menuntut ilmu, berikut ini beberapa di antaranya:

Pertama, Meninggikan Derajat
Allah dalam al-Qur’an jelas berfirman bahwa akan meninggikan orang yang mempunyai ilmu.

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Allah meninggikan beberapa derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.” (QS Al-Mujadilah: 11)

Kedua, Dikehendaki Kebaikan

Loading...

“Jika Allah menghendaki kebaikan pada diri seseorang, Allah akan mengaruniakan kepadanya paham agama.” (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi)

Ketiga, Dimudahkan Jalan ke Surga
Allah 
juga memuliakan orang yang mencari ilmu dengan dimudahkan masuk ke dalam surga.

“Barang siapa keluar dari rumahnya untuk mencari ilmu, berarti ia berada dalam jihad fi sabilillah hingga ia kembali ke rumahnya.

Dan Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga serta menghapuskan dosa-dosanya.” (HR Tirmidzi)

Keempat, Dihormati Malaikat
Para malaikat Allah juga menghormati orang yang mencari dan mempunyai ilmu.

Para malaikat menghormati para penuntut ilmu.” (HR Abu Dawud)

Kelima, Wujud Ketakwaan
Menuntut ilmu merupakan sebuah bukti bahwa kita takut dan takwa pada Allah yang maha kuasa.

“Belajar ilmu karena Allah adalah takwa, menuntutnya adalah ibadah, mempelajarinya adalah tasbih, membahasnya adalah jihad,

mengajarkannya kepada yang belum mengetahui dinilai sedekah, memberikannya kepada keluarga berarti takarub kepada Allah (taqarrub ilallah).” (Muadz bin Jabal ra.)

Keenam, Pahala Tak Terputus
Orang yang mempunyai ilmu yang bermanfaat pahala senantiasa mengalir walau sampai mati.

Tiga hal yang tidak memutuskan pahala atas seseorang walaupun ia sudah meninggal dunia, yaitu: 1. Sedekah jariah, 2. Ilmu yang bermanfaat, 3. Doa anak yang saleh.” (HR Muslim).

Ketujuh, Wajib Pada Setiap Muslim
Orang is
lam laki-laki dan perempuan wajib mencari ilmu dari sejak di belaian sampai pada liang lahat.

Mencari ilmu agama adalah wajib bagi setiap muslim.” (Abu Nashr Samaqandi).

وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ

Enggan mencari ilmu agama, dapat menyebabkan masuk neraka.” (QS Al-Mulk: 10).

Kedelapan, Semakin Disebar, Akan Bertambah
“Ilmu lebih baik daripada harta. Harta jika dibelanjakan akan berkurang, tetapi ilmu jika disebarkan akan bertambah.” (Ali bin Abi Thalib ra.)

Kesembilan, Boleh Hasad Pada Ahli Ilmu

Iri pada oarang yang menuntut ilmu itu diperbolehkan malah adalah sebuah kebaikan.

“Hasad atau dengki adalah dilarang oleh agama, kecuali dua hasad yang dibolehkan: 1. Hasad kepada orang yang diberi ilmu,

lalu ia amalkan dan ajarkan kepada orang lain. 2. hasad kepada orang yang diberi harta, lalu ia menggunakannya di jalan Allah.” (Muttafaqun ‘alaih)

Beberapa Pesan dalam Menuntut Ilmu, “Hendaklah bersungguh-sungguh menuntut ilmu, namun jangan melupakan ibadah. Dan jangan sampai beribadah tanpa ilmu.” (Hasan Al-Bashri)

“Orang yang beribadah tanpa ilmu, termasuk merugi, sekalipun ibadahnya seperti malaikat.” (Al-Ghazali)

Keutamaan orang berilmu atas ahli ibadah, seperti keutamaan Nabi saw. atas orang yang terendah di antara umatnya.” (HR Tirmidzi)

“Menuntut ilmu lebih utama dari salat nafilah.” (Abu Darda, Asy Syafi’i)

Barang siapa keluar rumah untuk mencari ilmu, maka akan banyak kebaikan yang mendatangi rumahnya, dan setan tidak akan berani untuk mendekati rumahnya.” (Abu Nashr Samarqandi)

Kesepuluh, Niat Karena Allah
Jikamencari ilmu niatkanlah semata-mata karena Allah semata kerena Allah semata.

Wajib mencari ilmu dengan niat hanya karena Allah. Jika berniat selain mengharap rida Allah, maka bersiap-siaplah untuk memasuki neraka.” (Tirmidzi).

“Jika tujuannya adalah kesenangan dunia, maka ia tidak akan mencium keharuman surga.” (Abu Dawud).

Barang siapa menuntut ilmu untuk tiga tujuan berikut ini, maka ia termasuk ahli neraka: (1) Membanggakan diri kepada ulama. (2)

Berdebat dengan orang bodoh. (3) Menarik perhatian orang pada dirinya.” (Abu Nashr Samarqandi).

Tags: #Ilmu Agama #Menuntut Ilmu #Penuntut Ilmu