16 Ungkapan yang Dianggap Hadits Oleh Umat Muslim (2)

146 views

Ini merupakan ungkapan kelanjutan dari ungkapan pada artikel sebelumnya, antara lain adalah;

Kedelapan,
Hadits: “Keutamaan bulan Rajab atas semua bulan adalah sebagaimana keutamaan AlQuran atas semua perkataan,

dan keutamaan bulan Sya’ban atas semua bulan adalah seperti keutamaanku atas semua nabi, dan keutamaan Ramadhan atas semua bulan adalah sebagaimana keutamaan Allah atas para hambaNya “.

Ibnu Hajar berkata : Hadits ini palsu. ( hal.65 ,Hadits no. 258 )

Kesembilan,

كنت نبيا وآدم بين الماء والطين

Loading...

“Waktu aku telah menjadi nabi, Adam masih berbentuk antara air dan tanah”

Hadits ini tidak diketahui punya lafadz seperti ini, tapi dalam lafadz lain, di antaranya dalam riwayat Umar radhiyallahu’anhu.

Hadits seperti diatas popular dikalangan kaum sufi.  dan dengan hadits ini menjadikan dasar-dasar kesufian mereka terbangun,

di antaranya; bahwa asal semua makhluk adalah dari nur Nabi Muhammad, dan bolehnya tawassul dengan hak dan jaah (kehormatan) rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.

Namun hadits ini dianggap palsu oleh Ibnu taimiyah, AzZarkasyi, Ibnu Hajar, AsSuyuthi dan selain mereka. (lihat hal.72 ,Hadits no.301)

Kesepuluh,
Hadits: “Tidak ada satu nabipun kecuali diangkat setelah berumur 40 tahun”.

Ibnul jauzi rahimahullah berkata: hadits ini palsu. (hal. 82 ,Hadits no. 365)

Kesebelas.

المغتاب والمستمع شريكان في الإثم

“Orang yang menggunjing dan yang mendengarkannya sama-sama mendapatkan dosa”.

Ungkapan ini tidak diketahui sebagai hadits, meski Al-Ghazali menukilnya dalam Kitab Ihya Ulumiddin sebagai hadits.

Adapun maknanya telah ada dalam hadits bahwa beliau shallallahu’alaihi wasallam melarang untuk menggunjing dan mendengarkannya. (hal. 85, Hadits no.389 )

Keduabelas,

من اكتحل يوم عاشوراء لم ترمد عيناه أبدا

“Barang siapa yang memakai celak pada hari Asyura, maka ia tidak akan pernah sakit mata selamanya “.

Telah diriwayatkan satu hadits yang semakna dengan ini, tapi Alhakim rahimahullah berkata: Haditsnya mungkar.

IbnulJauzi dan AsSakhawi juga berkata: Hadits ini maudhu’ (palsu).

Bahkan Alhakim menambahkan : Memakai celak pada hari asyura secara khusus tidak ada sumbernya dari Nabi shallallahu’alaihi wasallam,

namun ini adalah bid’ah yang dibuat-buat oleh para pembunuh Husein “. (hal. 87, Hadits no. 402 )

Ketigabelas

من زارني وزار أبي إبراهيم في عام واحد دخل الجنة

“Barangsiapa yang menziarahi kuburku dan kubur kakekku Ibrahim dalam satu tahun ,maka ia masuk surga “.

Ibnu Taimiyah dan AnNawawi rahimahumallah berkata : Hadits ini palsu, dan tidak punya sumber. (hal. 91, Hadits no.429 )

Keempatbelas.

من عرف نفسه فقد عرف ربه

“Siapa yang mengenal dirinya, maka ia telah mengenal Tuhannya”.

Ibnu AsSam’ani rahimahullah berkata : “Hadits ini tidak diketahui secara marfu’ (dari ucapan rasulullah shallallahu’alaihi wasallam) namun dikisahkan dari ucapan Yahya bin Mu’adz ArRazi”.

Imam AnNawawai berkata : Hadits ini tidak tasbit / shahih ( dari Rasulullah). ( lihat hal.92, Hadits no. 436 )

Kelimabelas,

من كثرت صلاته بالليل حسن وجهه بالنهار

“Barangsiapa yang banyak shalat malam maka wajahnya akan indah pada siang harinya “.

Yang benar,ini bukanlah hadits,namun dari ucapan Syarik rahimahullah. ( hal.93 ,Hadits no.445 )

Keenambelas,

لا يدخل الجنة ولد زانية

“Tidak akan masuk surga: anak hasil zina “.

Ibnu Thahir dan IbnulJauzi rahimahumallah berkata : Hadits ini palsu . (hal. 106, Hadits no. 522 ).

Tags: #Hadits Nabi #Hadits Palsu #Ungkapan Hadits