2 Cara Nabi SAW Menerima Wahyu, Dengan Cara yang Sulit dan Mudah Dimengerti

409 views

Nabi Muhammad selalu mendapat banyak cobaan dalam kehifupannya. Bahkan bnayak pula yang tidak percaya dengan kenabiannya. Hingga menantang untuk menunjukan mukjizat beliau sebagai bukti nyata sebagai utusan Allah.

Akan tetapi Beliau menolak tantangan, bukan karena takut tapi karena Nabi yakin bahwa Al-Quran adalah mukjizat terbesar.

Dan Jika seseorang ragu dengan kitab suci umat islam, biarkanlah untuk membuat sepuluh surah yang sebanding dengan Al-Quran.

Seperti dalam firman Allah,

 

Loading...

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِّثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُم مِّن دُونِ اللَّهِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ

Bahkan mereka mengatakan: “Muhammad telah membuat-buat Al Quran itu”, Katakanlah: “(Kalau demikian),

maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar”. (Qs Al-Hud: 13)

Dan Nabi juga menegaskan bahwa ada tanda-tanda kebesaran Allah dimana-mana. Wahyu selalu disampaikan langsung  kepada sang nabi melalui perantara Malaikat Jibril.

Ada dua cara utama Wahyu diturunkan kepada Nabi. Kadang malaikat Jibril membawa ayat-ayat itu sperti sosok manusia. Cara seperti inilah yang paling mudah diterima Nabi.

Dan terkadsang wahyu diturunkan seperti dering atau lonceng berbunyi. Dan suaranya menusuk hati dan seperti ingin membelahnya. Cara seperti inilah yang dirasa paling berat dan menyakitkan.

Wahyu Al-Quran diturunkan pada saat Nabi umur 40 tahun. Wahyu Al-Quran terakhir turun hanya dengan rupa bulan sebelum beliau wafat. Waktu itu Nabi berusia 63 tahun.

Tags: #Kitab Suci #Wahyu Allah #Wahyu Nabi