2 Keuntungan Orang Sakit yang Harus Disyukuri

138 views

Semua orang pasti pernah mengalami sakit. Sakit yang kita alami bukan serta merta hukuman tapi bisa saja ada tujuan lain yang belum kita ketahui.

Inilah beberapa hikmah di balik sebuah musibah, di antaranya adalah:

1. Sebagai Penghapus Dosa
Dijelaskan dalam sebuah hadis yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad dari musnadnya Zuhair, yang menceritakan:

“Aku kabarkan bahwa Abu Bakar pernah bertanya kepada Rasulullah SAW. ‘Ya Rasulallah, apa yang dimaksud ayat ini:

لَّيۡسَ بِأَمَانِيِّكُمۡ وَلَآ أَمَانِيِّ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِۗ مَن يَعۡمَلۡ سُوٓءٗا يُجۡزَ بِهِۦ [النساء: 123]

“(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan ahli Kitab.

Loading...

Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu“.[an-Nisaa’/4: 123].

Benarkah semua kejelekan yang kita kerjakan akan dibalas? Maka Rasulallah SAW menjawab dengan sabdanya:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « غَفَرَ اللَّهُ لَكَ يَا أَبَا بَكْرٍ أَلَسْتَ تَمْرَضُ أَلَسْتَ تَنْصَبُ أَلَسْتَ تَحْزَنُ أَلَسْتَ تُصِيبُكَ اللَّأْوَاءُ قَالَ بَلَى قَالَ فَهُوَ مَا تُجْزَوْنَ بِهِ » [ أخرجه أحمد]

“Semoga Allah mengampuni wahai Abu Bakar. Bukankah engkau pernah sakit? Mendapat cobaan? Bersedih hati? Dan mendapat kesulitan?

“Pernah ya Rasulallah,” jawab Abu Bakar. Maka beliau mengatakan: ‘Itulah balasan atas perbuatan burukmu tersebut”. [HR Ahmad 1/230 no: 68].

Dengan jelas Allah Ta’ala menerangkan akan hal tersebut. Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ [ الشورى: 30]

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”. [asy-Syuura/42: 30].

Imam Bukhari dan Muslim mengeluarkan sebuah hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ » [ أخرجه البخاري و مسلم]

“Tidaklah seorang muslim tertimpa cobaan, penyakit, kesulitan, kesedihan, gangguan, tidak pula gundah kelana,

sampai kiranya duri yang menusuknya, melainkan Allah akan jadi sebagai penghapus dari kesalahannya“. [HR Bukhari no: 5642. Muslim no: 2573].

Imam Tirmidzi mengeluarkan sebuah hadis dari Anas Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا، وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَافِيَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Allah akan segerakan baginya hukuman di dunia.

Dan apabila Allah menghendaki keburukan bagi seorang hamba maka Allah tahan darinya atas perbuatan dosanya sampai dihitung kelak pada hari kiamat”.

[HR at-Tirmidzi no: 2396. Dinyatakan Hasan shahih oleh al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi 2/285 no: 1953].

Ulama salaf berkata: ‘Kalau bukan karena musibah yang menimpa kita tentu kelak pada hari kiamat kita akan menjadi orang yang bangkrut’.

Maka tak heran kalau para salaf senang jika ditimpa musibah, sebagaimana senangnya kita tatkala memperoleh kesenangan.

2. Mengangkat Derajat di Akhirat Kelak.
Di antara hikmah di balik sakit adalah mengangkat derajat kelak di akhirat.

Sebagaimana dijelaskan hadis dari al-Hakim dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إِنَّّ الرَّجُلَ تَكُونُ لَهُ المَنزِلَةُ عِندَ اللهِ فَمَا يَبلُغُهَا بِعَمَلٍ، فَلَا يَزَالُ يَبتَلِيهِ بِمَا يَكرَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ ذَلِكَ

Sesungguhnya seorang hamba akan memperoleh kedudukan di sisi Allah bukan karena faktor amal semata, namun,

senantiasa dirinya memperoleh ujian dengan perkara yang tidak disenanginya hingga sampai pada derajat yang tinggi“.

[HR Ibnu Hibban no: 2897. al-Hakim 1/664 no: 1314. Dinyatakan Hasan oleh al-Albani dalam silsilah ash-Shahihah no: 1599].

Dalam hadis lain, Nabi Muhammad SAW bersabda, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « يَوَدُّ أَهْلُ الْعَافِيَةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِينَ يُعْطَى أَهْلُ الْبَلَاءِ الثَّوَابَ لَوْ أَنَّ جُلُودَهُمْ كَانَتْ قُرِضَتْ فِي الدُّنْيَا بِالْمَقَارِيضِ » [ أخرجه البخاري و مسلم ]

“Kelak pada hari kiamat orang yang sehat sangat menghendaki pahala tatkala melihat orang yang mendapat cobaan di dunia diberi pahala,

mereka rela kalau sekiranya kulit mereka dipotong dengan gunting ketika di dunia“.

HR at-Tirmidzi no: 2402. Dinyatakan Hasan oleh al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi 2/287 no: 1960.

Nabi Muhammad SAW sebagai penghulu para Nabi, yang maksum beliau masih diberi cobaan sakit, dan itu sebagai pengangkat derajat beliau.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim sebuah hadis dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallau ‘anhu, dia menceritakan:

“Aku datang menjenguk Rasulullah SAW di saat beliau sedang sakit keras, kemudian aku mengusap beliau dengan tanganku, lalu aku tanyakan pada beliau: ‘Ya Rasulullah, engkau badannya panas sekali?

Maka beliau menjawab: “Ya, sesungguhnya sakit yang aku derita seperti halnya sakit yang diderita oleh dua orang di antara kalian”.

Aku bertanya kembali: ‘Dengan sebab itu engkau memperoleh dua pahala’. Beliau katakan: “Ya, betul”. [HR Bukhari no: 5667. Muslim no: 2571].

Bahkan saat sakit, Nabi Muhammad SAW pernah mengalami pingsan sebanyak tiga kali.

Hal itu sebagaimana yang diceritakan oleh Aisyah Radhiyallahu ‘anha dalam shahih Bukhari dan Muslim, beliau menceritakan:

“Tidak pernah aku melihat ada seorangpun yang menderita sakit melebihi dari Rasulallah SAW”. [HR Bukhari no: 5646. Muslim no: 2570].

Syaikh Amin bin Abdullah asy-Syaqawi dalam tulisannya berjudul الإبتلاء بالمرض meberikan sebuah kesimpulan bahwa orang sakit mempunyai dua kelebihan, yaitu sebagai penghapus dosa dan mengangkat derajatnya.

Tags: #Hikmah Sakit #Orang Sakit #Sakit Parah