2 Solusi yang Diajarkan Nabi SAW Dalam Meredam Api Amarah

Semua orang pasti pernah marah. Agama kita  mengajarkan kita supaya bisa menahan nafsu amarah.

Kemarahan sangat identik dengan kekerasan, sedangkan Nabi Muhammad SAW selalu menampakkan sifat kelembutan dan kesabarannya pada umatnya.

Pada suatu ketika diceritakan Nabi Muhammad SAW memberi tahu orang yang kebetulan dia sedang marah.

Ini doa yang diajarkan oleh Nabi “A’udzu billahi minasy syaithanir rajim” dengan tujuan agar supaya marahnya menjadi reda.

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ صُرَدٍ قَالَ اسْتَبَّ رَجُلَانِ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ عِنْدَهُ جُلُوسٌ وَأَحَدُهُمَا يَسُبُّ صَاحِبَهُ مُغْضَبًا قَدْ احْمَرَّ وَجْهُهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ لَوْ قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ فَقَالُوا لِلرَّجُلِ أَلَا تَسْمَعُ مَا يَقُولُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنِّي لَسْتُ بِمَجْنُونٍ

Sulaiman bin Shurd berkata, “Ada dua orang yang saling mencerca di samping Nabi Muhammad SAW, sementara kami duduk-duduk di samping beliau.

Loading...

Salah seorang darinya mencerca temannya sambil marah, hingga wajahnya memerah.”

Maka Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya saya mengetahui suatu kalimat yang apabila ia membacanya,

niscaya kemarahannya akan hilang, sekiranya ia mengatakan a’udzu billahi minasy syaithanir rajim.

Lalu orang-orang berkata kepada laki-laki itu, “Apakah kamu tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Nabi SAW?

Laki-laki itu menjawab, “Sesungguhnya aku tidaklah gila.” (HR Bukhari)

Dalam hadits lain Nabi Muhammad SAW menganjurkan orang yang sedang marah untuk berwudhu dengan harapan marahnya menjadi reda.

حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ خَلَفٍ وَالْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا أَبُو وَائِلٍ الْقَاصُّ قَالَ دَخَلْنَا عَلَى عُرْوَةَ بْنِ مُحَمَّدٍ السَّعْدِيِّ فَكَلَّمَهُ رَجُلٌ فَأَغْضَبَهُ فَقَامَ فَتَوَضَّأَ ثُمَّ رَجَعَ وَقَدْ تَوَضَّأَ فَقَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي عَطِيَّةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْغَضَبَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنْ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya marah itu dari setan dan setan diciptakan dari api, sementara api akan mati dengan air, maka jika salah seorang dari kalian marah hendaklah berwudhu,” (HR Abu Dawud).

Kemarahan muncul dari setan dan setan terbuat dari api sehingga sangat tepat jika orang marah untuk melakukan wudhu karena api hanya bisa dimatikan dengan air.

Tags: #Ajakan Setan #Api Amarah #Sifat Kekerasan