3 Bentuk Kuwalat yang Akan Dialami Murid Karena Su’ul Adab Pada Guru

Menghormati dan menjaga akhlak pada guru adalah sebuah kewajiban bagi seorang murid.

Syekh Nawawi Al Bantani mengingatkan kita agar menjaga akhlak pada  guru dan tidak  membantah dan menyalahkan pernyataan guru.

Syekh Nawawi juga menghimbau agar kita menghormati pernyataan guru dan jangan pernah menyalahkan pernyataannya.

Orang yang mengingkari pernyataan sang guru tidak akn mendapatkan keberkahan. Bahkan dikhawatirkan akan mati dalam keadaan su’ul khatimah.

Syekh Nawawi juga mengingatkan kita agar tidak berdebat dengan guru agar terhindar dari lubang su’uzhan, peremehan, dan sikap tidak etis.

Seorang murid yang Su’ul adab (adab yang buruk) pada guru akan menuai konsekuensi yang cukup fatal sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini:

Loading...

“Diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW, ia bersabda, ‘Siapa saja yang meremehkan ustaznya, niscaya Allah turunkan bala pada tiga hal.

Pertama, ia menjadi lupa terhadap hafalannya.

Kedua, terkelu lidahnya. Ketiga, pada akhirnya ia akan membutuhkan ustaznya,’”

(Syekh M Nawawi Banten, Salalimul Fudhala, [Indonesia, Al-Haramain Jaya: tanpa tahun], hal 84).

Dalam Kitab Kifayatul Atqiya wa Minhajul Ashfiya (Indonesia, Al-Haramain Jaya: tanpa tahun), halaman 84,

Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi  memaparkan bahwa seorang murid harus bersikap takzim kepada gurunya.

Sayyid Bakri Ad-Dimyathi mengatakan, “Seseorang tidak akan mendapat (keberkahan) ilmu tanpa menghargai ahli ilmu (ustaz/guru/muallim).

Salah satu bentuk takzim adalah tidak membantah mereka.”

“Bila kau duduk di hadapan gurumu, anggap saja kau sedang duduk di majelis Rasulullah SWT dan para sahabatnya agar penghormatanmu (ihtiram) terhadapnya.”

loading...
loading...

Tags: #Guru Murid #Kuwalat pad Murid #Su'ul Adab