3 Dzikir yang Memberatkan Timbangan dan Dapat Mengampuni Semua Kesalahan

Dzikir adalah salah satu sarana mendekatkan diri pada Allah SWT. Dzikir juga merupakan ibadah hati dan lisan.

Bahkan Allah menghadiahkan sifat ulul albab kepada hamba yang selalu berdzikir padaNya.

Ada beberapa lafal dzikir yang sungguh luar biasa faidahnya pada kita, di antaranya adalah;

Pertama,  (لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ)

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ كَثِيرِ بْنِ بَشِيرِ بْنِ الْفَاكِهِ قَالَ سَمِعْتُ طَلْحَةَ بْنَ خِرَاشٍ ابْنَ عَمِّ جَابِرٍ قَالَ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَفْضَلُ الذِّكْرِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الْحَمْدُ لِلَّهِ.

Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Ibrahim Ad-Dimasyqi telah menceritakan kepada kami Musa bin Ibrahim bin Kasir bin Basyir bin Al fakih dia berkata; saya mendengar Thalhah bin Khirasy anak pamannya Jabir dia berkata;

Loading...

saya mendengar Jabir bin Abdillah dia berkata; saya mendengar Rasul saw. bersabda:

“Zikir yang paling utama adalah Lailaaha illallah (Tidak ada tuhan (ilah) yang berhak disembah kecuali Allah). Dan doa yang paling utama adalah alhamdulillah (segala puji bagi Allah).” H.R.Ibn Majah. No.3790.

Kedua, (سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ)
Jika membaca dzikir ini akan diampuni semua kesalahan kita.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ.

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Sumay dari Abu Salih dari Abu Hurairah ra.bahwa Rasul saw.bersabda:

”Barangsiapa mengucapkan “Subhanallah wabihamdihi” (Maha suci Allah dan segala pujian hanya untuk-Nya)

sehari seratus kali, maka kesalahan-kesalahannya akan terampuni walaupun sebanyak buih di lautan.” (H.R al-Bukhari. No. 5926.)

Ketiga,  (سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيمِ)
Senantiasa membaca dzikir ini dapat memberatkan mizan dan dicintai Allah.

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ حَدَّثَنَا عُمَارَةُ بْنُ الْقَعْقَاعِ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيمِ.

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fu dhail telah menceritakan kepada kami ‘Umarah bin Qa’qa’ dari Abu Zur’ah dari Abu Hurairah menuturkan;

Rasul saw. bersabda: “Ada dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan (mizan), dan dicintai Arrahman, Subhanallah wabihamdihi dan Subhanallahil ‘azhiim.” (H.R.al-Bukhari. 6188.)

Selain lafadz dzikir di atas ada juga lafal-Lafal Dzikir Berdasarkan As-Sunnah, antara lain adalah;

Yang Pertama,
(بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ)

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مَسْلَمَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مَوْدُودٍ عَمَّنْ سَمِعَ أَبَانَ بْنَ عُثْمَانَ يَقُولُ سَمِعْتُ عُثْمَانَ يَعْنِي ابْنَ عَفَّانَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ قَالَ بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ لَمْ تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلاَءٍ حَتَّى يُصْبِحَ وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُصْبِحُ ثَلاَثُ مَرَّاتٍ لَمْ تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلاَءٍ حَتَّى يُمْسِيَ.

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Masla mah, Telah menceritakan kepada kami Abu Maudud ‘Amman dia telah mendengar Aban bin ‘Usman berkata:

Aku mendengar ‘Usman yakni Ibn ‘Affan berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda:

Barangsiapa membaca (zikir), yaitu:

(بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ)

tiga (3) kali, maka tidak akan menimpa marabahaya (bala/bencana) sampai pagi dan barangsiapa yang membacanya pada waktu pagi 3 (tiga) kali maka tidak akan menimpa mara bahaya pada dirinya, sampai sore harinya. (H.R.Abu Dawud. No. 4425.)

Yang Kedua, 
(اللّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَىَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ)

Dzikir ini dibaca ketika selesai sholat Dhuha.

حدثنا محمد بن الصباح قال حدثنا خالد بن عبد الله عن حصين عن هلال بن يساف عن زاذان عن عائشة رضي الله عنها قالت : صلى رسول الله صلى الله عليه و سلم الضحى ثم قال َاللّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَىَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ حتى قالها مائة مرة. قال الشيخ الألباني : صحيح.االأدب المفرد (ص:217).

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin as-Sabah berkata dia: telah menceritakan kepada kami Kholid bin Abdillah dari Hushayin dari Hilal bin Yasaf dari Zazan dari ‘Aisyah r.a. berkata:

Rasulullah saw mengucapkan pada waktu Dhuha:

(اللهم اغفر لي وتب على إنك أنت التواب الرحيم)

sampai 100 X.” H.R. al-Bukhari dalam Adab Al-Mufrad. No. hadis 219. Syaikh al-Albani mengatakan hadis ini sahih.

Yang Ketiga, 
(لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ)

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ وَكُتِبَ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنْ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ إِلَّا رَجُلٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْهُ.

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Masla mah dari Malik dari Sumay dari Abu Shalih dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasul saw. bersabda:

“Barang siapa yang membaca: la ilaha illallahu wahdahu la syari ka lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala ku lli syai’in qadir (Tidak ada ilah (yang berhaq disem bah) selain Allah Yang Maha Tunggal tidak ada seku tu bagi-Nya.

Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) seba nyak seratus kali dalam sehari,

maka baginya menda patkan pahala seperti membebaskan sepuluh orang budak, ditetapkan baginya seratus hasanah (kebaikan) dan dijauhkan darinya seratus keburukan dan baginya ada perlindungan dari (godaan) setan pada hari itu

hingga petang dan tidak ada orang yang lebih baik amalnya dari orang yang membaca doa ini kecuali seseorang yang mengamalkan lebih banyak dari itu.” H.R.al-Bukhari No. 5924.

Sungguh sangat luar biasa keutamaan dan khasiat mengistiqomahkan dzikir di atas. Dan alangkah ruginya kita jika melewati amalan dzikir tersebut.

Tags: #Amal Ibadah #Amalan Sehari-hari #Ampunan Allah