3 Hikmah Mengumandangkan Adzan Untuk Bayi Baru Lahir

Adzan nukan hanya untuk panggilan shalat untuk melaksanakan solat tapi juga dikumandangkan pada bayi yang baru lahir.

Pernyataan ini disampaikan oleh Dr. Wahbah Az-Zuhaily dalam kitabnya yang berjudul Al-Fiqhul Islami Wa Adillathu.

Mengadzani telinga banyi menurut pendapat mayoritas ulama bermahzab Hanafi, Syafi’i, dan Hanbali adalah sunnah.

Menurut pendapat sebagian ulama bermahzab Maliki, hukumnya  mubah atau boleh kemudina ada  sebagian lainnya menyatakan hukumnya makruh.

Imam Nawawi Dalam kitabnya yang berjudul Al-Majmu menyatakan bahwa:

“Disunnahkan mengumandangkan adzan pada telinga bayi saat ia baru lahir, baik bayi laki-laki maupun perempuan, dan adzan itu menggunakan lafadz adzan shalat.

Loading...

Sekelompok sahabat kita berkata, ‘Disunnahkan mengadzani telinga bayi sebelah kanan dan mengiqamati telinganya sebelah kiri, sebagaimana iqamat untuk shalat.” (Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al Majmu’, juz 8, h.422)

Hadits yang dijadikan dalil sebagian besar ulama yang mensunnahkan adzan pada bayi yang baru lahir adalah.

Abu Rafi radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, “Aku melihat Rasulullah SAW mengadzani telinga Al-Hasan ketika dilahirkan oleh Fatimah.” (HR. At-Tirmidzi)

Adapun hikmah mengumandangkan adzan di teling bayi yang baru lahir. Ibnu Qayyim al-Jauziyah menyatakan :

“Hikmah dilakukannya adzan di telinga bayi yang baru lahir adalah agar kalimat pertama yang didengar oleh sang bayi adalah lafal Allah subhanahu wa ta’ala

dengan segala keagungan-Nya sehingga ia diharapkan memberikan pengaruh ke dalam jika selain dapat mengusir setan.”

Inilah manfaat adzan untuk bayi baru lahir antara lain sebagai berikut.

Pertama, Mengenalkan Kalimat Tauhid
Manfaat adzan untuk bayi baru lahir untuk mengenalkan kalimat thayyibah yaitu Laa ilaaha illallahu’.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Ajarkanlah kalimat Laa ilaaha illallahu’ kepada anak-anakmu sebagai kalimat pertama yang mereka dengar.” (HR. Al-Hakim)

Kalimat tauhid itu kelak dapat menyebabkan kesabaran dan rasa syukur dalam diri manusia serta menumbuhkan kecerdasan manusia.

Kedua, Membangun Kecerdasan Spiritual
Mengadzankan bayi yang baru lahir adalah untuk membangun kecerdasan spiritual sejak dini.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Jumu’ah ayat 2 sebagai berikut.

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

“Dia-lah yang membangkitkan di kalangan orang yang buta huruf seorang rasul dari mereka yang membacakan atas mereka ayat-ayat-Nya,

menyucikan mereka, mengajarkan mereka kitab dan hikmah, dan mereka itu sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al-Jumu’ah : 2)

Ketiga, Jau Dari Gangguan Jin
Adzan adalah senjata ampuh dalam mengusir setan mulai manusia lahir.

Sebuah riwayat menyebutkan bahwa adzan yang dikumandangkan di telinga kanan bayi yang baru lahir dapat menjauhkan sang bayi dari gangguan jin Ummu shibyan.

Tags: #Bayi Lahir #Kumandang Adzan