3 Hukum Islam yang Bisa Dijadikan Rujukan Dalam Kehidupan Setiap Hari

Dalam agama Islam ada dua sumber hukum yang mutlaq dalam setiap keadaan, keduanya adalah Alquran dan Hadits.

Saat teks Alquran sulit untuk diterjemah dengan bahasa sasaran (manusia), maka haditslah yang akan menjelaskannya.

Dalam kitab Tarikh Tasyri (Sejarah Legislasi Hukum Islam) Syekh Manan Al-Kaththan mengatakan bahwa hukum dalam sunnah, kadang kala menetapkan hukum-hukum yang terdapat di dalam Alquran, atau menetapkan hukum baru yang tidak dibahas di dalam Alquran.

Sunnah tidak terlepas dari tiga yaitu menetapkan, menjelaskan, dan menetapkan hukum yang baru.

Juga dalam perkara ini kata Syekh Manan, Imam Asy Syafi’i memberi penjelasan dalam kitab Ar-Risalah bahwa hukum dibagi beberapa bagian, adalah sebagai berikut;

Pertama, Menjelaskan Dengan Nash
Adapaun hukum yang dijelaskan Allah melalui nash, seperti wajibnya zakat, sholat, haji.

Loading...

Kemudian haramnya perbuatan keji dan mungkar baik nampak atau tersembunyi. Perbuatan zina, judi, memakan bangkai, daging babi, dan juga menjelaskan pokok-pokok halal dan haram.

Kedua, Hukum yang Global
Hukum yang terdapat dalam Alquran sifatnya global, kemudian Rasulullah SAW merincikan dengan sunnah qauliyah (perkataan) dan amaliah (perbuatan).

Hal itu seperti waktu salat, rakaatnya, dan semua hukum lain yang berhubungan  dengan hukum tersebut.

Kemudian tentang ukuran berzakat, kapan waktu pengeluarannya, dan serta harta yang wajib dikeluarkan zakatnya.

Dan juga hukum-hukum puasa, tata cara ibadah haji, penyembelihan hewan, berburu jenis-jenis hewan yang boleh dimakan maupun yang diharamkan,

Juga mengenai pernikahan, hukum jual beli, dan hukum pidana yang bersifat global di dalam Alquran.

Hal ini telah diisyaratkan di dalam surah An-Nahl ayat 44

 

وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan kami turunkan kepadamu Alquran agar kamu menerangkan pada umat manusia siapa yang telah diturunkan kepada mereka.”

Ketiga, Hukum Dari Nabi
Hukum yang ditetapkan oleh Rasulullah SAW sendiri jika hukum itu tidak ada dalam Alquran.

Di dalam surah An-Nisa ayat 59, Allah mewajibkan manusia untuk mentaati beliau dan kembali kepada hukum yang beliau putuskan.

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu,

maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”

Dengan demikian kata Imam Syafi’i barangsiapa yang menerima sunnah Rasulullah ia telah melaksanakan perintah Allah.

Tags: #Hukum Islam #Rujuakan Hukum #Sumber Hukum