3 Kisah Agungnya Berkurban Diabadikan Al-Qur’an

131 views

Terdapat tiga cerita qurban yang diceritakan dalam Alquran. Kisah pertama, kisah Habil dan qabil dalan Al Maidah ayat 27.

Kisah ini dapt kita jadikan hikmah dan pelajaran bahwa Allah SWT menerima qurban dari hambaNya yang bertakwa.

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam, ketika keduanya mempersembahkan qurban,

maka (qurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima.

Dia (Qabil) berkata, “Sungguh, aku pasti membunuhmu!” Dia (Habil) berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa.”

Loading...

Sesungguhnya daging dan darah itu tidak akan sampai kepada Allahkecuali ketakwaan yang ada dalam hati.

Dalam qurban ada ujian keikhlasan. Berqurban secara terang-terangan supaya menjadi penyemangat bagi orang lain dan juga mau berkurban.

Tapi berkurban dengan terang-terangan jangan sampai Namun terjebak dengan riya jangan sampai ingin pujian dari orang banyak.

Adapun kisah kedua adalah pengurbanan sapi betina oleh Bani Israil.

Dalam Al Baqarah ayat 67-68, hikmah qurban di sini adalah seperti apa saja permasalahnya maka  solusinya adalah takwa.

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تَذْبَحُوا بَقَرَةً ۖ قَالُوا أَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا ۖ قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ.قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَنَا مَا هِيَ ۚ قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ لَا فَارِضٌ وَلَا بِكْرٌ عَوَانٌ بَيْنَ ذَٰلِكَ ۖ فَافْعَلُوا مَا تُؤْمَرُونَ

“Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, Allah memerintahkan kamu agar menyembelih seekor sapi betina.

Mereka bertanya, Apakah engkau akan menjadikan kami sebagai ejekan? Dia (Musa) menjawab, “Aku berlindung kepada Allah agar tidak termasuk orang-orang yang bodoh.

Mereka berkata, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami tentang (sapi betina) itu.

Dia (Musa) menjawab, “Dia (Allah) berfirman bahwa sapi betina itu tidak tua dan tidak muda, (tetapi) pertengahan antara itu. Maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu.”

Dalam hal apapun, pribadi, keluarga, maupun bangsa dan negara libatkanlah Allah  dengan taat kepada Allah SWT.

Taat mudahkan kesusahan, hapus dosa dan lipat gandakan pahala. Berqurban adalah contoh syariat agar taat tanpa banyak membantah.

Ketiga, kisah Nabi Ibrahim yang diperintah menyembelih anaknya Ismail. Sehingga Nabi Ibrahim melaksanakan perintah itu dengan cara yang ihsan.

Dalam As Saffat ayat 102 disebutkan:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

“Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu.

Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

Nabi Ibrahim tidak serta merta menyembelih putra yang sangat dicintainya itu tetapi bertanya dulu pada anaknya.

Nabi Ibrahin ingin tahu sejauh mana ketakwaan Ismail dan keikhlasannya atas perintah Allah.

Tags: #Hikmah Kurban #Kisah KUrban #Kurban Hewan