3 Nabi yang Menghadapi Masalah Dengan Tasbih

894 views

Dalam tafsir“at-tahrir wa at-tanwir” Ibnu ‘Asyur menyatakan bahwa tasbih adalah istilah dan ungkapan pensucian pada Allah SWT.

Dzikir dan tasbih dua kata yang mempunyai arti berbeda. Dzikir lebih umum dan tasbih spesifik. DZikir belum tentu tasbih, sedangkan tasbih merupakan dari dzikir.

Sebagaimana firman Allah SWT:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

“Hai orang-orang yang beriman! Berzikirlah dengan menyebut nama Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. al-Ahzab[33]:41)

DiPerintahkan bertasbih pada waktu pagi dan petang

وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

“Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (QS. al-Ahzab[33]:42)

Loading...

Tiga nabi yang diceritakan Al-Qur’an. TASBIH merupakan kekuatannya dalam menghadapi musuh mereka, atau menyikapi problematika dakwah, serta agar keluar dari musibah.

Pertama, Nabi Yunus as
Agar bissa keluar dari perut ikan, nabi Yunus bertasbih.

وَذَا النُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَن لَّا إِلَٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

“Dan ingatlah Dzun Nun ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mampu untuk menjangkaunya maka ia menyeru dalam tempat yang gelap gulita, “tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. al-Anbiya'[21]:87)

Kesehariannya nabi Yunus rutin bertasbih sebagaimana firman Allah SWT:


فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ

“Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang bertasbih.” (QS. as-Shaffat[37]:143)

لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

“Niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.” (QS. as-Shaffat[37]:144)

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ ۚ وَكَذَٰلِكَ نُنجِي الْمُؤْمِنِينَ

“Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. al-Anbiya'[21]88)

Kedua, Nabi Musa as
Saat nabi Musa memohon agar nabi Harun ikut memikul beban risalah, tujuannya supaya bisa bertasbih kepada Allah SWT.

كَيْ نُسَبِّحَكَ كَثِيرًا

Supaya kami dapat bertasbih kepada-Mu dengan banyak.” (QS. Taaha[20]:33)

وَنَذْكُرَكَ كَثِيرًا

“Dan dapat mengingat-Mu dengan banyak pula.” (QS. Thâha[20]:34)

Ketiga, Nabi Muhammad SAW
Sumpah serapah, caci maki, fitnah kafir Quraisy membuat nabi Muhammad SAW gundah.

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ

“Dan sungguh Kami telah mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka katakan.” (QS. al-Hijr[15]:97)

Untuk mengihlangkan kegundahan dan kesedihan, Allah SWT memerintahkan bertasbih.

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُن مِّنَ السَّاجِدِينَ

“Maka bertasbihlah (seraya) memuji Rabbmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud.” (QS. al-Hijr[15]:98)

Pada ayat lain Allah SWT memerintahkan nabi SAW bersabar dan bertasbih dalam menghadapi orang-orang kafir.

فَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ

“Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah seraya memuji Rabbmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya.” (QS.Qaf[50]:39)

Pada ayat selanjutnya, kata ‘tasbih’ diulang lagi oleh Allah SWT.

وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَأَدْبَارَ السُّجُودِ

“Dan bertasbihlah kamu di malam hari dan setiap selesai shalat.” (QS. Qaf[50]:40)

Tags: #Masalah Hidup #Solusi Hidup #Tasbih Nabi