3 Pokok Sumber Maksiat yang Ada Dalam Diri Manusia

Setiap hari, manusia adalah hamba yang selalu berbuat maksiat. Jika dihitung-hitung dari mulai kita  dewasa sampai sekarang pasti tak terhitung banyaknya maksiat yang tela kita lakukan.

Alhamdulillah,  Allah Sang Maha Pengampun, sebesar apapun dosa umat manusia Allah selalu mengampuni bagi hambanya yang datang memohon ampunan selama nyawa belum di tenggorokan.

Tapi yang namanya syaitan akan terus berusaha menjerumuskan manusia pada jurang kemaksiatan.

Inila tiga pokok maksiat yang harus kita waspadai agar tidak terjebak didalam bujuh rayu dan godaannya.

Pokok-pokok maksiat baik yang kecil maupun yang besar antara lain adalah:

Pertama, Hati bergantung pada selain Allah.

Loading...

Kedua, Mengikuti kemarahan.

Ketiga, Mengikuti kekuatan syahwat.

Puncak ketergantungan hati pada selain Allah merupakan perbuatan syirik. Orang bisa memohon sesuatu pada selain Allah.

Puncak dalam mengikuti kekuatan marah adalah pembunuhan. Karena Mengikuti amarah pada akhirnya orang bisa melakukan membunuh.

Dan hasil puncak menaati kekuatan syahwat adalah zina. Tak sedikit orang yang mengikuti syahwatnya pada akhirnya merela melakukan zina.

Allah mengumpulkan tiga pokok ini dalam firmanNya:

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina,

barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya)” (QS. Al Furqon: 68).

Tiga pokok yang menjadi sumber maksiat ini saling menyeret satu sama lain. Syirik menyeret berbuat zalim dan zina.

Sedsangkan ikhlas dan tauhid bisa menyelamatkan seseorang dari keduanya. Sebagaimana firman Allah tentang Nabi Yusuf Alaihissalam:

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَىٰ بُرْهَانَ رَبِّهِ ۚ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ ۚ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ

“Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya.

Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” (QS. Yusuf: 24).

Maka semakin lemahnya tauhid seseorang, maka semakin kuat kesyirikan dan perbuatan kejinya.

Ayat yang semakna dengan ini juga adalah firmanNya:

فَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ لِلَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
وَالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ

“Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal.

Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf,” (Asy Syuuro: 36-37).

Dalam ayat ini Allah memberitahu bahwa  apa yang ada di sisiNya adalah yang lebih baik bagi orang yang bertawakal dan ini merupakan tauhid kepada Allah.

Kemudian Allah mengabarkan bahwa mereka meninggalkan dosa dosa besar dan perbuatan keji sejatinya  adalah meninggalkan kekuatan syahwat.

kemudian Allah mengabarkan jika mereka marah segera memberi maaf. Hal Ini merupakan meninggalkan kekuatan marah.

Tags: #Dosa Manusia #Pokok Maksiat #Sumber Maksiat