4 Cara Kuatkan Iman yang Mulai Lemah

140 views

Iman adalah modal utama dalam  menjalani kehidupan yang sesuai dengan syariat Islam.

Keimanan seseorang pasti mengalami pasang dan surut. Apalagi dengan maraknya perkara subhat dan sahwat menggempur kadar keimanan kita.

Imam Al-Auza’i ditanya tentang iman, apakah iman bisa bertambah?

Beliau menjawab: “Ya, sampai membesar seperti gunung”

Beliau ditanya lagi, apakah iman bisa berkurang?

Beliau menjawab: “Ya, sampai tidak tersisa sedikitpun” (Diriwayatkan oleh Al Lalika’i dalam Syarah Ushul I’tiqad, 5/959)

Loading...

Dan Imam Ahmad bin Hanbal ditanya perkara serupa dan menjawab: “Iman bertambah sampai mencapai lebih tinggi dari langit yang tujuh,

dan berkurang sampai menjadi paling rendah dari bumi yang ketujuh.” (Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam Thabaqatul Hanabilah, 1/259).

Iman bisa bertambah ketika dalam melakukan ketaatan dan berkurang ketika bermaksiat kepada Allah.

Inilah cara agar  iman di dada semakin kokoh dan tegar antara lain:

1. Memahami Hakikat Tauhid
Pahamilah aqidah dan tauhid agar iman atau keyakinannya semakin mantap di dengan pemahaman ilmu yang benar.

Hakekat tauhid adalah Menetapkan dengan hati dan lisan bahwa Allah SWT adalah Rabb segala sesuatu dan penguasanya,

apa yang dikendaki-Nya akan terwujud dan apa yang tidak dikehendaki tidak akan terwujud dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu,

bagi-Nya nama-nama yang bagus dan sifat-sifat yang tinggi dan mulia, Dialah sesembahan yang haq untuk disembah.

Bukan yang selain-Nya dan tidak ada Rabb selain-Nya, dan mengesakan kepada-Nya dalam semua peribadatan dan amalan. (Sabilul Huda Wa Rasyad, DR. Muhammad bin Abdurrahman al-Khumais, hal. 12)

Ibadah hamba akan diterima dengan melandasi segala ibadahnya dengan ikhlas meneladani Rasulullah SAW.

2. Giat Belajar Ilmu Agama
Ilmu syariat bisa menuntun kita pada jalan takwa pada Allah SWT. Ilmu tentang agama Islam, tentang Rasulullah SAW, seputar fikih thaharah, shalat, halal-haram, dll.

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata, “…Ilmu itu membawa mereka (dengan tanpa mereka sadari) untuk merasakan hakikat (kesempurnaan dan kemanisan) iman,

sehingga mereka merasakan ringan dan mudah (melaksanakan ibadah dan pendekatan diri kepada Allah SWT) yang semua ini dirasakan berat oleh orang-orang yang melampaui batas (sehingga lalai dari ilmu),

dan mereka merasa senang dan suka (melakukan amalan-amalan shahih dan ketaatan kepada Allah SWT yang semua ini tidak disukai orang-orang yang jahil…” (Dinukil oleh Ibnul Qoyyim dalam Miftahu Daaris Sa’adah, 1/123).

3. Bergaul Dengan Orang Shalih
Bergaul dengan sahabat shalih bisa menjadi pemicu kuatnya iman. Kawan yang soleh dapat mengingatkan kita  jika berbuat salah.

Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu berkata, “Tiga hal yang apabila terdapat dalam diri seseorang, maka Allah akan memenuhi hatinya dengan keimanan, berteman dengan orang faqih (alim), membaca Al-Qur’an dan berpuasa” (Al-Adab Asy-Syar’iyah 111:538).

Umar bin Khathab radhiyallahu ‘anhu berkata, “Janganlah berteman dengan pelaku dosa hingga engkau akan terbawa menjadi pelaku dosa.” (Syarhus Sunnah Al-Baghawi, XIII:191)

4. Dunia Ujian
Janganlah silau karena kenikmatan dunia yang menyebabkan iman semakin menipis. Yakinkan dalam hati kita akan  mencapai puncak iman dalam segala kondisi.

Hasan Al-Bashri berkata, “Kematian meremehkan dunia dan tidak menyisakan kesenangan bagi orang yang berakal.

Selagi seorang hamba hatinya selalu mengingat kematian, maka dunia akan terasa kecil di matanya dan segala apa yang ada di dalamnya menjadi remeh.” (Minhajul Qashidin, hal. 366).

Dan tingkatkan dan kokohkan iman dengan selalu memohon petunjuk Allah SWT agar mengakar kuat di hati.

Di antara doa yang diajarkan Rasulullah SAW adalah,

يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك

Wahai pembolak-balik hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi V/238, Ahmad IV/182, Hakim I/525,528. Dishahihkan dan disetujui oleh Adz-Dzahabi)

Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengatakan, “Do’a ini merupakan do’a yang banyak dibaca Rasulullah SAW”

Simaklah nasehat Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, “Iman itu tidak ubahnya seperti baju seseorang diantara kalian, terkadang ditanggalkan dan terkadang dipakainya.

Demi Allah, tidaklah seorang hamba merasa aman atas imannya melainkan iman itu dicabut darinya, sehingga iapun kehilangan imannya” (Al-Wajiz Fi Aqidatis Salafish Shalih, Abdullah bin Abdul Hamid, hal. 95). []

loading...
loading...

Tags: #Iman Dalam Hati #Iman Lemah #Kuatkan Iman