4 Cara Mengikhlaskan Nikmat yang Allah Uji Dengan Kehilangan

Punya banyak kekayaan, Kesehatan, serta orang-orang yang mencintai kita adalah berkah yang Allah titipkan buat kita.

Tak sedikit orang  lupa  bahwa  semua itu  hanyalah nikmat yang dipinjamkan Allah.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya semua urusannya baik dan ini bukan untuk siapa pun kecuali orang beriman.

Jika sesuatu kebaikan/kebahagiaan menimpanya, dan dia bersyukur maka itu baik untuknya.

Jika sesuatu yang merugikan menimpanya, dan dia sabar maka itu baik untuknya,” (HR. Muslim).

Alquran menejelaskan kalau nikmat dan keberkahan hanyalah titipan. Di dalam dunia merupakan ladang berbuat kebaikan.

Loading...

Ada  empat kunci agar kita dapat ikhlas jika segala  nikmat yang  Allah SWT berikan diambi kembali oleh Allah.

Pertama, Senantiasa Yakin Pada Allah SWT, Nabi dan Kitab-Nya

Yakin pada Allah, Nabi-Nya (SAW) dan dalam kitab-Nya (Alquran) dapat memberikan kesimpulan bahwa hidup ini sebagai kesempatan dalam mencapai kebahagiaan yang hakiki yakni akhirat.

Allah SWT berfirman dalam surat Al Mulk ayat 2,

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Dialah yang telah menciptakan kematian dan kehidupan, jadi Dia dapat menguji Anda siapa di antara Anda yang terbaik dalam perbuatan.

Dan Dialah Yang Maha Kuasa, Yang Maha Pengampun.”

Kedua, Berbuat Kebaikan

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa melakukan kebaikan, perbuatan benar, baik laki-laki atau perempuan, dan beriman,

pasti Kami akan membuat dia (atau dia) menjalani kehidupan yang baik,

dan pasti Kami akan membayar seperti ini pahala mereka sesuai dengan yang terbaik dari apa yang biasa mereka lakukan.” (An-Nahl: 97)

Masa  hidup manusia didunia terbatas, sudah sangat pantas  manusia berlomba dalam kebajikan dan menyempurnakan akhlak seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW bersabda, “Saya hanya dikirim untuk menyempurnakan karakter moral yang baik.” (HR. Ahmad)

Ketiga, Berpegang Teguh Kebenaran

وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُ مُنِيبًا إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُ نِعْمَةً مِنْهُ نَسِيَ مَا كَانَ يَدْعُو إِلَيْهِ مِنْ قَبْلُ وَجَعَلَ لِلَّهِ أَنْدَادًا لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ قُلْ تَمَتَّعْ بِكُفْرِكَ قَلِيلًا ۖ إِنَّكَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

“Dan apabila manusia ditimpa bencana, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali (taat) kepada-Nya;

tetapi apabila Dia memberikan nikmat kepadanya dia lupa (akan bencana) yang pernah dia berdoa kepada Allah sebelum itu,

dan diadakannya sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah,

“Bersenang-senanglah kamu dengan kekafiranmu itu untuk sementara waktu. Sungguh, kamu termasuk penghuni neraka,” (Az-Zumar:8).

Allah SWT mengisahkan hambaNya yang senantiasa  berpegang teguh pada kebenaran dalm al-Qur’an.

Mereka selalu meningkatkan keimanannya baik sedih dan senang tidak hanya ketika susah saja.

Keempat, Bersabar
Kesabaran disebutkan berulang-ulang dalam Alquran dan ada banyak  keutamaan dan pentingnya kesabaran.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 153).

فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ

“Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi,” (Al-Mu’min:55).

Bersabar banyak keutamaannya dan orang yang bersabar akan mendapatkan buah manis seperti orang-orang terdahulu.

Tags: #Kehilangan Nikmat #Nikmat Allah #Ujian Manusia