4 Macam Tinggkatan Menjalin Hubungan Silaturrahmi

579 views

Dalam hubungan famili pasti pernah berselisih dengan famili dan keluarganya lainnya sehingga menyebabkan terputusnya hubungan silaturrahim. Ketika ingin menyambung kembali tali silaturahmi yang pernah putus namun tidak diterimanya niat baik itu.

Ulama membagi tingkatan dalam menyambung tali silaturrahim dengan empat tingkatan:

1. Menyambung Silaturrahim pada Orang yang Memutuskannya
Menyambung tali silahturrahim kepada orang yang tak ingin menyambungkan atau sengaja memutuskannya adalah perkara berat. Hal ini butuh kesabaran yang sangat tinggi.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:
لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ وَلَكِنَّ الْوَاصِلَ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

“Bukanlah penyambung orang yang hanya membalas. Tetapi penyambung adalah orang yang apabila diputus rahimnya, dia menyambungnya”. (HR. Al-Bukhari no. 5991).

2. Menyambung pada orang yang juga mau menyambung tali silaturrahim
Artinya kita dan orang tersebut sama-sama ingin menyambung tali hubungan silaturahmi.

Loading...

3. Memutuskan silaturrahim pada orang yang Juga memutuskan pada kita
Keburukan jangan juga dibalas dengan keburukan. Menyambung tali silaturrahim akan mendpatkan manfaat dan keutamaan yang sangat besar. Dan memutuskankannya mendatangkan murka Allah.

4. Memutuskan dengan orang yang menyambung silaturrahim
Jika kita pernah memutus silahturrahim hendaknya segeralah beristighfar kepada Allah SWT. Jangan sampai itu menjadi sebab amalan kita tertahan ketika diangkat oleh Allah SWT.

Ketika amalan hamba akan diangkat maka Allah SWT berkata kepada para malaikatnya: ”Tangguhkan amalan fulan dan fulan sampai ia berbaikan“, sebagaimana diterangkan dalam hadist Dari Abu Hurairah ra berkata, saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya perbuatan anak cucu adam diperlihatkan pada setiap kamis malam jumat, maka tidak akan diterima amalnya orang yang memutus tali silaturahmi.” (HR Ahmad).

Rasulullah SAW bersabda:

لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ

“Tidak halal bagi seorang muslim untuk memboikot (tidak menyapa) saudaranya lebih dari tiga hari.” (HR. Bukhari 6237 dan Muslim 2560).

Jika orang itu yang tak mau menjalin silaturahmi maka urusan dia dengan Allah. Biarlah Allah yang memberikan peringatan terhadapnya.

Tags: #Hubungan Silatirrahmi #Sanak Famili #Tali Persaudaraan