Sebaiknya Suami-Istri Mempersiapkan Diri Menghadapi Hal-hal Buruk Ini Sebelum Terjadi

Hidup ini tak mudah namun indah. Akan ada banyak hal terjadi, susah senang harus dilalui. Begitu banyak yang harus dihadapi namun jika bersama suami atai istri terasa akan lebih indah.

Berjuang bersama dari bawah hingga mencapai puncak dan saling menguatkan itulah keindahan memiliki pasangan yang sah.

Sayangnya, terkadang kita lupa dan terlena dengan rizki yang melimpah dan keberkalan yang dibelakan oleh-Nya. Kita lupa bahwa hal-hal buruk bisa datang kapan saja menimpa kita.

Allah memang akan menguji hambany-Nya dengan berbagai cara yang berbeda-beda dan tidak sama.

Seperti yang disebutkan dalam QS Al Baqarah 155-156 : “ Dan sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kekurangan harta, krisis pangan, sampai kematian. Dan, berikanlah kabar gembira ini pada orang-orang yang sabar. Yaitu, orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.”

Celakalah kita jika terlena dan tidak sadar bahwa hal-hal buruk, hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi kepada kita. Sehingga ketika bahagia tidak lupa akan kesedihan dan ketika menderita kita percaya akan ada kebahagiaan.

Loading...

Agar tidak lupa diri, sebagai pasangan suami-istri, sebaiknya bersiap mengahadapi hal-hal berikut ini sebelum terjadi nanti :

1. Orang Ketiga

Didalam sebuah hubungan hal pertama yang ditakutkan adalah kehadiran orang ketiga. Orang ketiga mampu merusak hubungan rumah tangga yang awalnya sangat indah berubah menjadi hancur seketika. Ketika awal menikah terasa indah dan semua berjalan dengan yang diharapkan.

Ketika Karir sudah sampai dipuncak, memiliki harta yang banyak maka bisa jadi suami akan melupakan istridan anaknya karena sudah tergoda dengan wanita lain.

Suami kurang beriman akan tergoda sehingga setelah sukses ia membagi kebahagiaan serta hartanya kepada hasil selingkuhannya.

Perselingkuhan adalah hal yang tak pernah diharapkan ada dalam sebuah keluarga. Karena iman yang rapuh mampu menggoyahkan pernikahan. Iman yang kuat bisa menjadi dasar tepat bagi pernikahan yang hebat.

Kembali pada tujuan pernikahan semula adalah solusinya, hingga pasutri tak melangkah terlalu jauh dari jalurnya. Bermuamalah dengan sesama itu sah-sah saja, asalkan masih dalam batas-batas koridor agama dan norma. Sehingga baik suami ataupun istri tak akan ada yang tersakiti.

2. Tak Ada Pasangan yang Sempurna

Hidup bersama dalam sebuah keluarga semuanya terasa indah diawal dan yang terlihat dari pasangan adalah yang baik-baik saja. Namun seiring berjalannya waktu, kita akan tahu ada hal-hal buruk yang tidak kita suka bahkan kita anggap keliru.

Sekita kita merasa bosan atau bahkan merasa dia berbeda, nyatanya kitalah yang belum benar-benar mengenalnya. Seringkali kita menuntut agar pasangan kita sesuai dengan keinginan kita, kita lupa bahwa pasangan kita juga manusia biasa dan tidak sempurna.

Ketika ada hal-hal yang tidak disukai lebih baik berkompromi dan bicarakan baik-baik antara suami dan istri. Cobalah lebih mengenali pasangan atau hobi yang ia suka, siapa tahu yang awalnya tidak suka menjadi suka.

3. Hidup Ini Tak Ada Yang Abadi

Miliki kesadaran bahwa semua yang kita miliki adalah titipin. Harta yang kita miliki itu titipan. Suami, istri dan anak-anak kita, semua itu milik-Nya. Jabatan dan kekuasaan yang kita sandang juga akan ada batas waktunya.

Jangan sombong meski saat ini kita sudah mendapatkan semuanya. Tetaplah berpijak di bumi. Suatu saat yang kita miliki akan diambil oleh Allah Yang Maha Memiliki.

Ketika usaha kita bangkrut hingga harta pupus, kita tidak akan putus asa. Kita tidak akan menyerah hanya karena tertimpa suatu musibah.

Juga bila ternyata jabatan yang kita emban waktunya dialihkan ke teman, kita tak perlu menganggapnya sebagai sebuah kegagalan. Karena memang tak ada yang abadi di dunia ini.

4. Jika Pasangan Lebih Dulu Meninggal

Setiap yang bernyawa pasti akan meninggal dunia termasuk pasangan kita, seperti disebutkan Allah dalam firman-Nya :

“Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati” (QS Al Imran 185)

Kematian tak memandang umur seseorang. Harapan kita, tentu bisa mengarungi kehidupan berdua bersama pasangan sampai tua. Namun apa daya, saat maut menjemput tak ada yang bisa mengingkarinya. Sehingga, iman yang kuat perlu dimiliki agar kita siap saat ditinggal meninggal suami atau istri.

Jangan pernah kecewa apalagi marah saat Allah mendatangkan ujian. Hapus buruk sangka kepada-Nya karena telah memberi kita cobaan. Tak perlu sedih berkepanjangan.

Jadikan iman sebagai pegangan dan doa serta ikhtiar selaku jalan. Dengan bergandengan tangan, pasti pasangan suami istri bisa menghadapi semua tantangan kehidupan. Insya Allah. [ummi-online.com]

Tags: #Manusia Meninggal #Orang Ketiga #Tidak Sempurna