5 Hadits Ungkap Keutamaan Menuntut Ilmu

276 views

Semua orang islam diwajibkan mencari ilmu. Perintah itu dengan jelas digambarkan dalam Al Quran dan hadits.

Rasulullah SAW bersabda dalam salah satu hadits:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَوَاضِعُ الْعِلْمِ عِنْدَ غَيْرِ أَهْلِهِ كَمُقَلِّدِ الْخَنَازِيرِ الْجَوْهَرَ وَاللُّؤْلُؤَ وَالذَّهَبَ

“Mencari ilmu adalah kewajiban setiap muslim, dan siapa yang menanamkan ilmu kepada yang tidak layak seperti yang meletakkan kalung permata, mutiara, dan emas di sekitar leher hewan.” (HR Ibnu Majah).

Menurut pandangan Islam  ilmu mempunyai posisi yang tinggi dan adalah sebuah kebutuhan untuk mengetahui kebenaran.

Bahkan hadits Imam Bukhari pernah mengatakan:

Loading...

العلم قبل القول و العمل

Berilmulah sebelum kamu berbicara, beramal, atau beraktivitas.” (HR Imam Bukhari).

Inilah  Hadist yang menjelaskan tentang menuntut ilmu.

Kewajiban Bagi Setiap Umat
Tak mengecualian bagi orang yang menuntut ilmu seluruh umat Islam wajib untuk belajar.

Dijelaskan dalam hadis bahwa Rasulullah SAW bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah no. 224)

Derajat orang yang menuntut ilmu akan ditinggikan oleh Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Alquran yang berbunyi:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.

Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.

Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Maidah: 11).

Membawa Kepada Kebaikan
Menuntut ilmu bisa menjadi wasila yang akan membawa  seorang muslim pada kebaikan, dari akan diberi pahala sampai dipermudah masuk ke dalam surga.

Dalam hadis, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًايَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا,سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا إِلَى الجَنَّةِ . رَوَاهُ مُسْلِم

“Barang siapa menempuh satu jalan (cara) untuk mendapatkan ilmu, maka Allah pasti mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Bukan hanya itu saja, Rasulullah SAW juga akan mendoakan orang yang mencari ilmu di jalan Allah SWT.

Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadis bahwa:

قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّهُ لَيَسْتَغْفِرُ لِلْعَالِمِ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ حَتَّى الْحِيتَانِ فِي الْبَحْرِ

Dari Abu Ad Darda` ia berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya akan memintakan ampun untuk seorang alim makhluk yang di langit dan di bumi hingga ikan hiu di dasar laut.” (HR. Ibnu Majah).

Menuntut Ilmu Dapat Menghadirkan Berkah
Sellain bisa mendatangkan kebaikan  menuntun ilmu juga dapat menghadirkan keberkahan.

Hadis ini diriwayatkan oleh Turmudzi dan berbunyi sebagai berikut:

مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبُ الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ

“Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang.”

Dan orang yang menuntut ilmu akan punya derajat lebih tinggi. Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ يَرْفَعُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ قَالَ يَرْفَعُ اللَّهُ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا بِدَرَجَاتٍ

Dari Ibnu Abbas RA ketika menafsirkan ayat: (Allah meninggikan orang-orang yang beriman dari kamu sekalian,

dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Al-Mujadalah: 11); dia berkata maksudnya adalah

“Allah meninggikan orang-orang yang diberi ilmu atas orang-orang yang beriman beberapa derajat”. (HR. Darimi).

Menuntut Ilmu Memiliki Keutamaan
Menurut hadis, Rasulullah SAW bersabda bahwasanya menuntut ilmu saat ini memiliki keutamaan dibanding dengan beramal.

إِنَّكُمْ قَدْ أَصْبَحْتُمْ فِي زَمَانٍ كَثِيرٍ فُقَهَاؤُهُ، قَلِيلٍ خُطَبَاؤُهُ، كَثِيرٍ مُعْطُوهُ، قَلِيلٍ سُؤَّالُهُ، الْعَمَلُ فِيهِ خَيْرٌ مِنَ الْعِلْمِ، وَسَيَأْتِي زَمَانٌ قَلِيلٌ فُقَهَاؤُهُ، كَثِيرٌ خُطَبَاؤُهُ، كَثِيرٌ سُؤَّالُهُ، قَلِيلٌ مُعْطُوهُ، الْعِلْمُ فِيهِ خَيْرٌ مِنَ الْعَمَلِ

“Sungguh kalian sekarang benar-benar berada di sebuah zaman yang banyak orang-orang faqihnya, sedikit para penceramahnya, banyak para pemberi, dan sedikit para peminta-minta.

Amal di masa ini lebih baik daripada ilmu. Akan datang sebuah zaman nanti di mana sedikit orang-orang faqihnya,

banyak para penceramahnya, sedikit para pemberi, dan banyak para peminta-minta. Ilmu di masa itu lebih baik daripada amal.” (HR. Ath-Thabrani).

Bermanfaat Hingga Akhir Ayat
Mencari ilmu akan mendatangkan manfaat dan membawa kebaikan hingga akhir hayat.

Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seorang manusia meninggal, terputuslah amalnya, kecuali dari tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang berdoa untuknya.” (HR. Muslim).

Tags: #Ilmu Berkah #Mencari Ilmu #Menuntut Ilmu