5 Jenis Kekafiran yang Sangat Berbahaya dan Menipu

Orang islam seyogyanya memperhatikan dirinya dan saudara-saudaranya dalam memelihara dirinya dan saudaranya dari sifat kufur.

Ada lima jenis kufur yang tergolong kategori kufur besar dan wajib dijauhi oleh setiap muslim, antara lain adalah:

Pertama, Kufur Takdzib
Kafir disebabkan mendustakan kebenaran Islam, dan  menolak kebenaran Islam.

Allah berfirman:

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْكَافِرِينَ – العنكبوت: ٦٨

“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang hak tatkala yang hak itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir?” (QS. Al-Ankabut: 68)

Loading...

Kedua, Kufur Istikbar
Kekafiran beserta dengan kesombongan walaupun hatinya mengakui kebenaran Islam. Kekafiran ini seperti yang  dilakukan Iblis, yang digambarkan dalam sabda Allah:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ – البقرة: ٣٤

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada Para Malaikat: “Sujudlah (berhormatlah) kamu kepada Adam,”

Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 34)

Ketiga, Kufur Irtiyab
Kekafiran sebab ragu pada seluruh kebenaran Islam. Kekafiran jenis ini digambarkan dalam ayat berikut:

وَدَخَلَ جَنَّتَهُ وَهُوَ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ قَالَ مَا أَظُنُّ أَنْ تَبِيدَ هَذِهِ أَبَدًا (#)وَمَا أَظُنُّ السَّاعَةَ قَائِمَةً وَلَئِنْ رُدِدْتُ إِلَى رَبِّي لأجِدَنَّ خَيْرًا مِنْهَا مُنْقَلَبًا (#) الكهف: 35-36

“Dan Dia memasuki kebunnya sedang Dia zalim terhadap dirinya sendiri; ia berkata: “Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya,

dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika Sekiranya aku kembalikan kepada Tuhanku,

pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada kebun-kebun itu”. (QS. Al-Kahfi: 35-36)

Keeempat, Kufur I’radh
Kufur I’radh merupakan kekafiran disebabkan  berpaling dari kebenaran. Kekafiran ini ditegaskan dalam ayat berikut ini:

مَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلا بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُسَمًّى وَالَّذِينَ كَفَرُوا عَمَّا أُنْذِرُوا مُعْرِضُونَ – الأحقاف: ٣

Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan.

dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka.” (QS. Al-Ahqaf: 3)

Kelima, Kufur Nifaq
Inti  kekafiran ini adalah sikap kemunafikan. Artinya  orang yang menyembunyikan kekafirannya tapi menampakkan keimanan.

Intinya  ia adalah kafir yang dibungkus dengan penampilan  sperti orang yang beriman.

Kufur jenis ini sejatinya  lebih berbahaya daripada kufur yang lainnya.

Allah menggambarkan kufur nifaq dalam ayat berikut:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ – البقرة: ٨

“Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,” pada hal mereka itu Sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Baqarah: 8)

Tags: #Kafir Asli #Kafir Dimmi #Kekafiran Hakiki #Orang Kafir