5 Tanda Seseorang Menjadi Haji Mabrur

215 views

Berhaji ke Baitullah merupakan rukun islam yang wajib kita tunaikan dan disyariatkan bagi orang yang mampu melaksanakannya.

Dan orang yang sudah berhaji, mereka ingin menjadi haji yang mabrur yang diterima Allah.

Menjadi Haji mabrur termasuk pintu menuju surga. Untuk mendapatkan mabrur harus dengan  usaha yang sungguh-sungguh dan tepat dsalam melaksakan ibadah haji.

Inilah tanda-tanda orang yang memperoleh haji mabrur antara lain:

1. Hajinya Penuh Dengan Amalan Baik
Amalan baik yang dimaksud seperti dzikir, shalat di Masjidil Haram, shalat pada waktunya, dan membantu teman seperjalanan.

Ibnu Rajab berkata, “Maka haji mabrur adalah yang terkumpul di dalamnya amalan-amalan baik, plus menghindari perbuatan-perbuatan dosa,” (Lathaiful Ma’arif 1/67).

Loading...

Termasuk amalan khusus agar mendapatkan haji mabrur adalah bersedekah dan berkata baik selama haji.

Nabi SAW pernah ditanya tentang maksud haji mabrur, maka beliau menjawab, “Memberi makan dan berkata-kata baik,”

(HR. Al-Baihaqi 2/413 no. 10693, dihukumi shahih oleh Al-Hakim dan Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits ash-Shahihah 3/262 no. 1264).

2. Menggunakan Harta Halal
Allah Subhanahu wa Taala tidak akan menerima kecuali yang halal.

Sebagaimana ditegaskan oleh sabda Nabi SAW, “Sungguh Allah baik, tidak menerima kecuali yang baik,” (HR. Muslim).

3. Amalan yang Dikerjakan Dengan Ikhlas
Rukun-rukun dan kewajibannya harus dijalankan, dan semua larangan harus ditinggalkan.

Jika berbuat kesalahan, segera melakukan penebusnya yang telah ditentukan oleh islam.

4. Tidak Bermaksiat Selama Ihram
Dalam kondisi ihram, larangan berbuat dosa sangat ditegaskan jika perbuatan itu dilanggar, haji mabrur bisa akan lepas.

Allah berfirman, “(Musim) haji adalah beberapa bulan yang diketahui, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan-bulan itu untuk mengerjakan haji,

maka tidak boleh rafats, fusuq dan berbantah-bantahan selama mengerjakan haji,” (QS. Al-Baqarah: 197)

Nabi Shallalahu alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang haji dan ia tidak rafats dan tidak fusuq, ia akan kembali pada keadaannya saat dilahirkan ibunya,

(HR. Muslim [1350] dan yang lain, dan ini adalah lafazh Ahmad di Musnad [7136]).

Rafats merupakan kekejian yang tidak berguna. Termasuk juga bersenggama, bercumbu atau membicarakannya, walau bersama pasangan sendiri selama ihram.

Adapun Fusuq adalah tidak taat kepada Allah. Dan segala bentuk maksiat adalah fusuq yang disebuetkan hadis di atas.

Dan Jidal merupakan berbantah-bantahan secara berlebihan.

5. Setelah Haji Menjadi Lebih Baik
Merupakan ciri-ciiri diterimanya ibadah haji adalah mejadi lebih baik setelah usai melaksanakan ibadah haji tersebut dan lepas dari perbuat buruk di masa lalu.

Setelah berhaji menjadi lebih baik, hati lebih lembut dan bersih, ilmu dan amal lebih mantap dan benar.

Tags: #Haji Mabrur #Ibadah Haji #Kota Suci