5 Tingkatan Keimanan Seorang Hamba Pada Allah SWT

66 views

Muslim dan mukmin tidak sama. Mukmin pasti muslim, dan muslim belum tentu mukmin.

Lantas, apa makna seorang muslim dan mukmin sebenarnya?

Tak sedikit orang muslimin hanya menunaikan syiar Islam yakni syahadat, shalat, zakat, puasa Ramadhan, dan haji bagi yang mampu.

Akan tetapi mereka  masih belum sampai kepada tingkat mukmin yang sepenuhnya.

Al-Qur’an mengabarkan hal ini sebagaimana firman-Nya:

قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا ۖ قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَٰكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ ۖ وَإِنْ تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَا يَلِتْكُمْ مِنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Loading...

“Ketika orang-orang Arab Badui itu berkata, ‘Kami telah beriman’. Katakanlah, ‘Kalian belum beriman,

tapi katakanlah, ‘Kami telah berislam (tunduk)’, karena iman itu belum masuk ke dalam hati kalian.

Dan jika kalian taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu.

Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Hujurat: 14)

Lantas siapakah sebenarnya orang beriman (mukmin) itu? Jawabannya ada dalam Al-Qur’an:

التَّائِبُونَ الْعَابِدُونَ الْحَامِدُونَ السَّائِحُونَ الرَّاكِعُونَ السَّاجِدُونَ الْآمِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَالْحَافِظُونَ لِحُدُودِ اللَّهِ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

“Mereka itu adalah orang-orang yang bertobat, beribadah, memuji (Allah), mengembara (demi ilmu dan agama), rukuk, sujud,

menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah.

Dan gembirakanlah orang-orang yang beriman..” (QS. At-Taubah: 112)

Ciri-ciri orang mukmin ini juga dijelaskan terperinci dalam Surah Al-Mukminun.

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ (2) وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ (3) وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ (4) وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (5) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (6) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (7) وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ (8) وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ (9) أُولَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ (10) الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (11)

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (mukmin). (Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya.

Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. Dan orang-orang yang menunaikan zakat. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya.

Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki. Maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

Barang siapa yang mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memelihara salatnya.

Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. (Surah Al-Mu’minun Ayat 1-11)

Dalam “Hadis Jibril” disebutkan ada tiga level (tingkatan) dalam Islam sebagaimana diterangkan Rasulullah  kepada para sahabat.

Ketika itu Malaikat Jibril yang menyamar jadi manusia bertanya tentang apa itu Islam, Iman dan Ihsan.

Rasulullah kemudian menjabarkan panjang lebar tentang tiga tingkatan itu mulai dari yang terendah (muslim), kemudian iman (mukmin) sampai level tertinggi (ihsan).

Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah bersabda:

“Iman itu ada tujuh puluh atau enam puluh cabang lebih, yang paling utama adalah ucapan ‘Laa ilaaha illallah’,

sedangkan yang paling rendahnya adalah menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan, dan malu itu salah satu cabang keimanan.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Menurut  ulama ada 5 level (tingkatan) keimanan di sisi Allah Ta’ala, yaitu:

(1) Muslim (2) Mukmin (3) Mukhsin (3) Mukhlis dan (5) Muttaqin.

1. Muslim, orang yang bersyahadat dan menunaikan rukun Islam.

2. Mukmin, orang yang memenuhi seluruh kehendak Allah, serta punya iman kuat dalam hatinya.

3. Mukhsin orang yang mencapai tahap Ihsan.

4. Mukhlis orang yang mencapai derajat ikhlas, semua perbuatannya hanya untuk Allah semata.

5. Muttaqin  orang yang terbaik menurut Allah. Mereka merupakan hamba  yang bertakwa dan menjaga dirinya dari dosa.

Tags: #Iman Hamba #Iman pada Allah #Level Iman