6 Sifat Buruk Bisa Timbul Karena Sebuah Pujian

Dalam berinteraksi manusia butuh manusia lainnya. Seperti berbincang-bincang mengobrol dengan sesama.

Tak jarang jika sedang berbincang terucap sebuah pujian karena rasa kagum baik karena cara bicaranya, perilakunya, kepintarannya.

Biasanya pujian disampaikan dengan kata-kata manis. Kadang, sebuah pujian terucap dengan kalimat ikhlas karena seseorang itu layak dipuji.

Ada pula yang dicampuri rasa pamrih. Pada umumnya pamrih berkonotasi negatif dan  berbahaya.

Dalam Islam memuji apakah diperbolehkan?

Ada sebuah riwayat dari Abu Bakar radhiyallahu’anhu, ia menceritakan bahwa ada seorang pria yang disebutkan di hadapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Loading...

Lalu seorang hadirin memuji orang tersebut. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda,

ويحك قطعت عنق صاحبك، (يقوله مراراً)، إن كان أحدكم مادحاً لا محالة، فليقل: أحسِبَ كذا وكذا- إن كان يرى أنه كذلك – وحسيبه الله، ولا يزكي على الله أحداً

“Celaka engkau, engkau telah memotong leher temanmu (berulang kali beliau mengucapkan perkataan itu).

Jika salah seorang di antara kalian terpaksa/harus memuji, maka ucapkanlah, ”’Saya kira si fulan demikian kondisinya.” -Jika dia menganggapnya demikian-.

Adapun yang mengetahui kondisi sebenarnya adalah Allah dan janganlah mensucikan seorang di hadapan Allah.” (Shahih Bukhari)

Pada dasarnya nabi sangat melarang memuji orang lain, apalagi di depan orang tersebut.

Dalam hadis di atas dapat disimpulkan jika terdapat kebaikan dan kelebihan lebih baik memuji Allah.

Dalam riwayat hadis lain Imam Bukhari dan Imam Muslim dikisahkan suatu ketika ada sahabat yang memuji salah satu gubernur, kemudian Rasulullah memerintahkan untuk menyiramkan pasir ke wajahnya.

Menurut Imam Al-Ghazali dapat mendatangkan enam penyakit: empat kepada pemujinya, dan dua kepada yang dipuji, antara lain adalah;

Pertama, Cenderung Berbohong
Orang yang memuji cenderung melebih-lebihkan dalam memuji, bahkan sampai  berbohong, lebih-lebih ada maunya.

Kedua, Pujiannya Semu
Banyak terjadi orang yang memuji tidak tahu-menahu orang yang dipujinya yang akhirnya timbul pujian semu.

Ketiga, Adanya Maksud Tertentu
Orang yang memuji bukan berarti suka pada yang dipujinya. Bisa saja hanya ada maksud tertentu.

Keempat, Dzalim
Bisa saja orang yang dipuji adalah orang zhalim dan ini pujian seperti ini dilarang. Sebab jika orang yang kita puji adalah orang dzalim itu artinya ia mendorongnya  meneruskan kezhaliman.

Dan inilah bahaya bagi yang menerima pujian, antara lain:

1. Ujub
Ujub bisa datang  dan sombong sebab adanya pujian.

Orang yang memiliki dua jenis sifat  ini maka akan sulit menerima kebenaran dan bisa saja akan meremehkan orang lain.

2.Lemah.
Seseorang yang dipuji  akan berbesar hati dan merasa lebih dari orang lain. Pada akhirnya dapat melemahkan semangatnya untuk memperbaiki diri.

loading...
loading...

Tags: #Orang Sombong #Pujian Manis #Sifat Ujub