7 Hadits Jelaskan Kewajiban Berbakti Pada Kedua Orangtua

177 views

Ada banyak Hadis yang menerangkan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua terutama kepada ibu.

Berbakti kepada kedua orang tua merupakan kewajiban. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika ditanya tentang amal-amal saleh yang paling tinggi dan mulia.

“Shalat tepat pada waktunya … berbuat baik kepada kedua orang tua … jihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Inilah hadis pentingnya berbakti kepada kedua orang tua adalah berikut:

1. Surga Berada di Bawah Telapak Kaki Ibu
Kita harus selalu berbakti, menghormati, mencintai, dan berbakti kepada ibu.

Hadis lain juga mengingatkan hal serupa, “Bahwasannya ia (Mu’awiyah bin Jahimah) datang kepada Nabi saw.,

Loading...

lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku ingin berperang, dan aku datang untuk meminta petunjukmu.”

Nabi saw. bersabda, “Apakah engkau memiliki ibu?”, “Iya” “Menetaplah dengannya, karena sungguh surga di bawah kedua kakinya.” (HR. Ibnu Majah, An-Nasa’i, Ahmad, Ath-Thabarani).

2. Nama Ibu Disebut Sampai 3 Kali
Ibu memiliki derajat tertinggi bahkan dalam hadits sampai disebut tiga kali setelah itu ayah tapi bukan berarti ayah tidak lebih penting dari ibu.

“Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’

Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’

Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’

Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Wajib Berperilaku Baik
Walau orang tua telah tiada anak tetap harus berlaku baik dan berbakti padanya.

“Suatu saat kami pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ketika itu ada datang seseorang dari Bani Salimah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orang tuaku ketika mereka telah meninggal dunia?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya (masih tetap ada bentuk berbakti pada keduanya, pen.). (Bentuknya adalah) mendo’akan keduanya, meminta ampun untuk keduanya,

memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia, menjalin hubungan silaturahim (kekerabatan) dengan keluarga kedua orang tua yang tidak pernah terjalin dan memuliakan teman dekat keduanya.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)

4. Tidak Menaati Kedua Orang Tua Adalah Dosa yang Besar
Durhaka pada orang tua adalah dosa terbesar. Dosa lainnya adalah pembunuhan dan menyembah selain Allah SWT.

“Dosa-dosa besar yang paling besar adalah: syirik kepada Allah, membunuh, durhaka kepada orang tua, dan perkataan dusta atau sumpah palsu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

5. Tetap Baik Meski Memiliki Keyakinan yang Berbeda
Walau anak dan orang tua beda agama anak tetap haus berbakti pada orang tua.

Dari Asma’ binti Abi Bakar RA, ia berkata, “Ibuku mengunjungiku, ia ingin menyambung silatirahim dengan ku di zaman Nabi saw.,

lalu aku bertanya kepada Nabi saw. “Apakah aku (tetap) menyambung tali silaturahim dengannya?” “Iya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Amalan yang Tidak Pernah Terputus
Berbakti kepada orang tua merupakan amal yang tidak terputus bahkan setelah orang itu meninggal.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda “Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga:

yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakan kepadanya,” (HR Muslim).

7. Rugi dan Celakanya Jika Tidak Berbakti Kepada Orang Tua
Akan menuia kerugian bagi mereka yang tidak berbakti kepada orang tua selagi mereka hidup.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda “Celaka, sekali lagi celaka, dan sekali lagi celaka orang yang mendapatkan kedua orang tuanya berusia lanjut, salah satunya atau keduanya, tetapi (dengan itu) dia tidak masuk surga,” (HR Muslim).

Tags: #Bakti Anak #Orang Tua