7 Kata Maaf yang Justru Bisa Merusak Pernikahanmu

1412 views

Pernikahan tak selalu indah dan pasti akan diwarnai dengan pertengkaran, dan itu adalah sesuatu yang wajar dalam rumah tangga.

Setelah bertengkar biasanya pasangan akan minta maaf dan saling memaafkan. Tapi tidak semua kata maaf bisa memperbaiki keadaan, yang ada malah semakin memperkeruh suasana.

Jika permintaan maaf tidak dilakukan secara tepat maka akan berpengaruh pada pernikahan. Karena tidak dilakukan dengan ikhlas dan tidak memberi rasa aman pada pasangannya.

Berikut ini ada beberapa contoh permintaan maaf yang justru bisa merusak pernikahan, karena tidak bisa mengambalikan kepercayaan pasangan:

1. “Aku Minta Maaf Jika Kamu Merasa Seperti Itu”
Pemintaan maaf seperti ini seolah-olah menghindari semua tanggung jawab dan kesalah yang telah diperbuat.

Kandungan dari kata maafnya tidak fokus pada kesalahannya, namun justru merespon pasangannya.

Loading...

2. “Aku Minta Maaf Untuk … Tapi”
Ketika seseorang meminta maaf namun ada embel-embel “tapi” itu artinya secara tidak langsung sedang menyalahkan orang lain (dalam hal ini pasangannya sendiri).

Pada orang tertentu, permintaa maaf ini justru bikin emosi tambah besar. Karena seolah-olah dia bertanggung jawab atas kesalahannya, tapi sebenarnya tidak mau disalahkan dan cendrung menyalahkan orang lain.

3. “Aku Minta Maaf Untuk Segala Hal yang Aku Lakukan”
Menurut psikolog Harriet Lerner, permintaan seperti ini cuma omong kosong. Karena sebenarnya dia tidak mengakui kesalahannya dan menghindari tanggung jawab, bahkan mendesak pasangannya untuk memaafkan.

Jangan ucapkan kata maaf itu, dan dianjurkan terlebih dahulu memperjelas kesalahan yang terlah diperbuat, lalu meminta maaflah.

4. “Aku Minta Maaf Atas Semua Kesalahanku, Kamu Juga Harus Seperti Itu”
Jangan mengeluh meski kesalahanmu sedikit. Karena permintaan yang tulus itu fokus pada tanggung jawab untuk meminta maaf, bukan malah menyuruh pasangan untuk melakukan hal yang sama jika melakukan kesalahan.

5. “Maafkan Aku, Kamu Mau Memaafkanku Kan? Aku Terlalu Bodoh, Aku Gak Mau Mengulanginya Lagi”
Permintaan maaf yang baik bukan permintaan yang memaksa dan berlebihan seolah-olah ingin dikasihani.

Jika kamu melakukan itu justru akan membuat pasanganmu merasa terganggu. Meski menurutmu itu bertujuan untuk meyakinkan, tapi itu tidak benar.

6. “Aku Sungguh Minta Maaf dan Sudah Membuatmu Kecewa”
Menurut Lerner, permintaan maaf seperti ini justru lebih buruk dari pada tidak meminta maaf sama sekali.

Karena itu sangat membingungkan, meminta maaf namun memaksa bahkan seolah-olah ingin menghiburmu padahal sebenarnya tidak.

7. “Aku Sudah Minta Maaf”
Ketika melakukan kesalahaan yang sangat fatal tentu meminta maaf sekali saja tidak cukup. Bahkan kata maaf pun tidak akan bisa menyembuhkan luka yang sudah terlalu dalam.

Oleh karena itu, sebagai suami/istri yang baik tidak boleh berkata: “aku sudah meminta maaf”, karena hal tersebut hanya akan menambah luka pada pasanganmu.

Itulah 7 permintaan maaf yang justru membuat keadaan rumah tangga semakin buruk, yang perlu anda perhatikan baik-baik.

Maka dari itu, katakan dengan baik, ikhlas, tulus, dan bertanggung jawab atas kesalahan yang sudah dilakukan, tanpa mengungkit-ungkit kesalahan pasangan. [popbela.com]

Tags: #Merusak Pernikahan #Minta Maaf