8 Kriteria Perempuan yang Dianjurkan Untuk Dijadikan Tunangan

637 views

Dalam Islam, sebelum seseorang hendak melangsungkan akad nikah, dia dianjurkan terlebih dahulu untuk melakukan khitbah atau melamar seorang perempuan yang hendak dinikahi.

Khitbah hukumnya adalah sunah. Salah satu tujuan khitbah ialah agar terjadi kecocokan terlebih dahulu, baik lahir maupun batin, antara kedua laki-laki dan perempuan sebelum melakukan akad nikah.

Dalam kitab al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, Syaikh Wahbah Azzuhaili menyebutkan delapan ketentuan yang harus diperhatikan oleh seorang laki-laki yang ingin melamar seorang perempuan.

Pertama, moral dan agama perempuan yang hendak dilamar sudah diketahui baik.

Kedua, perempuan yang hendak dilamar bisa diketahui berpotensi memiliki banyak anak atau subur.

Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Abu Daud dari Ma’qil bin Yasar, Nabi Saw bersabda;

Loading...

تزوجوا الودود الولود، فإني مكاثر بكم الأمم يوم القيامة

“Menikahlah kalian dengan perempuan yang penyayang dan subur, karena saya bangga dengan jumlah kalian yang banyak di hari kiamat.”

Ketiga, perempuan tersebut masih perawan. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Nabi Saw pernah berkata kepada Jabir;

هَلَّا بِكْرًا تُلَاعِبُهَا وَتُلَاعِبُكَ

“Mengapa kamu tidak menikahi perempuan perawan saja sehingga kamu bisa bermain-main dengannya dan dia bermain-main denganmu?”

Keempat, perempuan tersebut berasal dari keluarga yang baik dan qanaah.

Kelima, perempuan tersebut memiliki nasab yang baik.

Keenam, perempuan tersebut memiliki paras yang cantik sehingga bisa mencintainya dan bisa menundukkan pandangannya dari perempuan lain.

Ketujuh, perempuan tersebut bukan kerabat dekat, melainkan orang lain yang tidak memiliki hubungan kerabat sama sekali, atau memiliki hubungan kerabat namun sudah jauh.

Kedelapan, dianjurkan hanya melakukan khitbah terhadap satu perempuan saja.

Tidak dianjurkan melakukan khitbah terhadap dua perempuan dan menikahi keduanya karena hal tersebut lebih dekat untuk menjurumuskan seseorang pada perbuatan haram.

Dalam hadis riwayat Imam Abu Daud dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

مَنْ كَانَ لَهُ امْرَأَتَانِ فَمَالَ إِلَى إِحْدَاهُمَا جَاءَ يَوْمَ القِيَامَةِ وَشِقُّهُ مَائِلٌ

“Barangsiapa yang memiliki dua istri lalu lebih cenderung kepada salah satunya, maka pada hari kiamat kelak ia akan datang dalam keadaan sebagian tubuhnya miring.”

Sumber: bincangsyariah.com

Tags: #Calon Istri #Memilih Istri #Memilih Tunangan