Perempuan Harus Bersikap Dewasa Setalah Menikah

878 views

Setiap orang berbeda dalam menerapkan pernikahannya, mulai dari heboh menyiapkan acara pernikahannya hingga menyita waktu ketika mempersiapkan pesta pernikahannya seperti yang ia tonton atau baca didalam novel.

Pusing bahkan hingga merasa stres ketika merinci persiapan pernikahan hingga hal detailnya.

Ditambah calon suami yang tidak bisa membantunya dikaranakan tugas yang harus bekerja diluat kota bahkan luar negri, sehingga kesibukannya benar-benar menguras hati dan perasaan.

Sebagaiman cerita seorang perempuan tentang seputar penikhannya. Ia berteman dengan surel sehingga ia dengan calon suaminya merencanakan bagaiman bentuk surat udangan, mereka sangat bahagia karena memiliki kenalan yang sangat terampil.

Hingga masalah pun timbul disebabkan pihak keluarga suami mempermasalahkan pemakaian gelar pada nama yang akan dipakai.

Mereka tidak ingin mencamtumkan gelar pendidikan sedangkan orang tuanya menentang, mereka bersikeras hingga membuat orang tuanya bersedih.

Loading...

Hal inilah yang membuat mereka merasa kecewa, bahkan tidak hanya terjadi pada undangan pernikahan saja melinkan pada hal lainya.

Impian semua orang menjadi raja dan ratu dalam sehari, sehingga mereka benar-benar memilih perias yang sangat cocok.

Hingga pada akhirnya sang perempuan tersebut marah ketika tahu bahwa mertuanya memilihkan perias untuknya.

Yang sebelumnya merasa bahagia untuk persiapan pernikahannya berubah menajdi sedih, emosi bahkan hingga terlintas untuk mengurungkan pernikahannya.

Mungkinbagi orang lain berlebihan namun baginya hal wajar karena begitu banyak impian namun ada beberapa pihak yang melarangnya.

Harus Berikap Dewasa
Hingga ia berpikir kembali, bahwa memang tidak pantas ia membairkan emosi, kemaran mewarnai pernikahannya.

Ketika menghadapi hal seperti inilah dibutuhkan pikiran yang jerih, sehingga akan timbul pemikiran bahwa tidak semua keinginannya bisa dituturi kan?

Sehingga akan mucul pikiran dewasa, sebab perempuan mana pun yang ingin menikah harus memiliki sikap yang dewasa.

Orang tulah yang selayaknya bahkan seharusnya mendapatkan tempat terbaik dalam pernikahan anak-Anka mereka.

Mereka sudah berjuang sepenuhnya bahkan tiddak adaha habisnya hingga mereka meneteskan air mata demi anaknya.

Sehingga itulah yang harus menajdi renungan, tidak sepantasnya memprioritaskan keinginannya sendiri, betapa bahagianya orang tua mereka melihat pernikahan anaknya dan betapa bangganya melihat anaknya mengikat janji suci yaitu pernikahan.

Sehingga segala kerumitan akan berkahir dengan pikiran yang jerniah ketika merelakan ego masing-masing. Kita pun harus sadar bahwa membuat orang lain bahagia adalah hal yang utama.

Bukan hal yang terlalu penting siapa yang merias, katering dari mana dan kebaya mana yang digunakan.

Cobalah berdamai dengan kadaan, bersyukurlah masih ada banyak orang yang sayang, yang mendukung dan yang percaya sehingga orang tua kita juga ikut bahagia. [fimela.com]

Tags: #Bersikap Dewasa #Sikap Dewasa Ketika Menikah