Ada 6 Macam Bisikan Setan Untuk Menguasai Hati Manusia

75 views

Setan adalah makhluk halus yang dapat merasuki manusia. Salah satunya merasuki melalui bisikan.

Hingga membuat manusia sering menghayal, berandai-andai atau memikirkan sesuatu yang tidak mendatangkan manfaat sama sekali.

Dalam kitab Fawaa’idul Fawaa’id Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan, “Buah pikiran, bisikan hati, kehendak, dan cita-cita adalah hal-hal yang harus diprioritaskan untuk anda perbaiki.

Sebab semua itu adalah inti dan hakikat diri anda. Inti ini adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah atau justru menjauhkan anda dari-Nya.”

Allah Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

Loading...

“ Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqon (pengetahuan yang bisa membedakan antara petunjuk dan kesesatan),

dan kami akan menghapus kesalahan-kesalahanmu, serta menutupi (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS Al-Anfaal : 29)

Ibnul Qayyim rahimahullah juga menjelaskan enam bisikan yang berasal dari setan, antara lain adalah:

Pertama, Suka Berandai-andai
Setan menjadikan manusia sibuk memikirkan sesuatu yang telah terjadi dan membuatnya berandai-andai.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kita, dengan sabdanya:

وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا؛ وَلَكِنْ قُلْ: قَدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ؛ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

“…Jika sesuatu (yang tidak engkau inginkan) menimpamu, maka janganlah engkau katakan ‘andaikan aku melakukan begini dan begitu tentu akan begini dan begitu’ namun katakanlah

“Qodarullah wa ma syaa’a fa’ala” karena kalimat seandainya itu akan membuka (pintu) perbuatan syaithon.” [HR. Muslim]

Kedua, Memikirkan Perkara Keji dan Haram
Bisikan setan sangat dahsyat ketika syetan mampu mengendalikan hati dan fikiran manusia sampai pada tahap menstimulasi.

Manusia akan diajak menuruti hawa nafsu ketika berkenaan dengan hal-hal keji dan haram.

Ketiga, Menghayal
Berandai hal-hal mustahil yang hanya membuat waktunya tersita dan membuang-buang sia-sia.

Beda dengan berangan-angan hal yang baik, sepperti berangan-angan menjadi penerjemah buku lalu ia memikirkan bagaimana cara supaya itu tercapai.

Keempat, Memikirkan Hal yang Bathil
Seperti memikirkan rasanya minum khamr, dan lainnya

Kelima, Memikirkan Hal yang Tak Masuk Akal
Seperti  melontarkan ide tak berguna, hal-hal yang tidak pernah selesai diperdebatkan dan lain sebagainya.

Keenam, Berpikiran Dalam Meragukan Adanya Allah SWT
Setan mengendalikan pikiran manusia agar meragukan dan tidak mengakui adanya Allah SWT.

Meragukan sifat Allah SWT. Berpikir apakah benar Allah SWT itu ada atau tidak.  sehingga pikiran itu menyibukkannya dari hal yang memang benar-benar bermanfaat bagi hatinya dan akalnya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyebutkan riwayat dari para sahabat, ‘Wahai Rasulullah, kami terkadang menjumpai lintasan pikiran pada diri kami,

andaikan kami dijatuhkan dari langit, lebih kami sukai dari pada mengungkapkan lintasan pikiran itu.’

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkomentar, “Itu bukti adanya iman.” (HR. Muslim, Abu Dawud)

Kemudian Para ulama mengatakan, ‘Maksud hadis adalah lintasan pikiran yang tidak menetap dalam hati.

قالوا: وسواءٌ كان ذلك الخاطِرُ غِيبة أو كفراً أو غيرَه، فمن خطرَ له الكفرُ مجرّد خَطَرٍ من غير تعمّدٍ لتحصيله، ثم صَرفه في الحال، فليس بكافر، ولا شئ عليه.

Para ulama mengatakan, baik bisikan itu berupa ghibah, atau kekufuran, atau yang lainnya.

Siapa yang terlintas dalam hatinya kekufuran, dan hanya sebatas lintasan tanpa sengaja muncul, kemudian segera dia hilangkan, maka dia tidak kafir, dan tidak bersalah sedikitpun. [Al-Azkar An-Nawawi, hlm. 345].

Tags: #Bisiakan Setan #Bisikan Setan #Hati Manusia #Rayuan Setan