Agar Hubungan Badan Dengan Istri Mendapatkan Pahala dan Berkah

493 views

“Dan hubungan intim di antara kalian adalah sedekah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa mendatangi istri dengan syahwat (disetubuhi) bisa bernilai pahala?” Ia berkata, “Bagaimana pendapatmu jika ada yang meletakkan syahwat tersebut pada yang haram (berzina) bukankah bernilai dosa? Maka sudah sepantasnya meletakkan syahwat tersebut pada yang halal mendatangkan pahala,” (HR. Muslim no. 1006).

Kalau dilihat secara tekstual dari hadits di atas, maka hubungan badan tidak dipersyaratkan niat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah engkau jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang haram, dia berdosa. Demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat pahala”.

Dengan menumpahkan syahwat sudah dapat pahala. Sebab hubungan badan dengan istri sama halnya dengan menanam benih dan akan dituuai hasilnya kelak.

Ada Ulama lain yang mengatakan bahwa harus didasari niatan ikhlas. Sebab hadits di atas haditsnya adalah mutlaq.

Di antara dalil yang mempersyaratkan niat, hadits dari Sa’ad bin Abi Waqqosh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah nafkah yang engkau cari untuk mengharapkan wajah Allah kecuali engkau akan diberi balasan karenanya, sampai apa yang engkau masukkan dalam mulut istrimu.” (HR. Bukhari no. 56)

Loading...

Juga dapat dilihat pada firman Allah Ta’ala,

 

لَّا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِّن نَّجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.

Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” (QS. An Nisa’: 114).

Dalam pembahasan Hadits kali ini, dapat juga dijadikan  dalil dengan pemahaman qiyas al ‘aqs (analogi berkebalikan), bahwa hubungan intim secara ikhlas, maka mendapat pahala, dan Jika tidak, maka tidak.

Sama halnya dengan hadits Ibnu Mas’ud, “Barangsiapa yang mati dalam keadaan berbuat syirik pada Allah, maka ia masuk neraka.”

Jadi sebaliknya, barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak berbuat syirik, maka ia akan masuk surga.

Kesimpulannya adalah niatkanlah dengan ikhlas agar dapat meraih pahala setiap hubungan badan, agar bernilai sedekah dan menuai ganjaran di sisi Allah. (Lihat Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, hadits ke-25, 2: 56-70).[]

Tags: #Hubungan Badan #Jmak Dan Intim #Mendapat Pahala