Agar Peran Menjadi Istri Tidak Melelahkan, Lakukan 3 Hal Ini

1555 views

Ketika kita menjadi istri maka yang ada dibayangan kita akan menjadi ibu rumah tangga yang memiliki segudang pekerjaan yang sangat melelahkan.

Ada banyak daftar pekerjaan yang saling menunggu untuk diselesaikan, mulai dari mencuci baju, mencuci piring, memasak, menyetrika, membereskan rumah dan belanja ke pasar.

Apalagi jika sudah memiliki anak maka pekerjaan pun semakin bertambah. Menjadi istri dan ibu tentu tidak ada habisnya dalam mengurus anak, suami juga kebutuhan rumah tangga lainnya.

Hal ini akan terus berlanjut setiap hari, setiap minggu, setiap bulan dan setiap tahunnya.

Sebagai istri tidak hanya membayangkan deretan aktifitas yang harus diselesaikan, akan tetapi terbayang akan tenaga yang harus ia keluarkan.

Rasa capek, rasa lelah tentu akan dirasakan ketika harus menyelesaikan pekerjaan rumah tangga yang melelehkan, bahkan tidak hanya lelah badan namun juga lelah hati dan pikiran.

Loading...

Ada perasaan kesal ketika rumah berantakan sedikit suami langsung marah sedangkan ketika rapi suamu tidak memujinya.

Sedangkan istri merasa marah ketika suami tidak segera memperbaiki mesin cuci yang rusak misalnya atau ketika suami acuh kepada sang istri.

Tak jarang seorang istri juga merasa terbebani dengan tugasnya yang sangat berat, terutama jika sang anak sedang hebat-habtanya bereksprimen dan berekpolrasi.

Perasaan lelah hati, lelah fisik dan perasaan tentu akan menganggu untuk melaksanakan peran tersebut.

Jika pada keadaan tertentu tidak bisa tertahankan lagi maka bisa jadi anaklah yang akan menjadi korban pelampiasan kemarahn juga kesalahan sehingga rumah tangganya bisa berantakan.

Maka dari itu seorang istri harus menghilangkan perasaan lelah fisik, hati dan pikiran tersebut.

1. Pahami Arti Sesungguhnya Tentang Tugas Istri dan Seorang Ibu
Sebagai seorang perempuan yang sudah menikah, kita harus meluruskan niat terlebih dahulu tentang pemahaman tugas kita sebagai istri dan seorang ibu.

Jika kita sudah memahami dengan kuat dan benar maka kita akan menyadari bahwa peran yang kita jalankan adalah peran istimewa yang diberikan kepada perempuan sehingga melakukan apapun akan menjadi lebih ringan.

Jika kita sudah memahami peran kita yang sudah menjadi amanah dari Allah kepada setiap perempuan maka insyaAllah dengan mudah akan dijalani.

Walaupun terasa lelah dan rasa lelah tersebut tidak mudah hilang, insya Allah kita akan mudah menjalaninya.

Kesadaran inilah akan membuat kita menerima peran kita walau tugas istri sangatlah banyak dan menguras tenaga.

Istri yang sadar akan perannya maka akan ikhlas mejalani perannya walau sangat melelahkan. Walau fisik lelah jika hati penuh semangat maka akan tetap semangat.

Sebab bukan hanya sebatas semangat saja melainkan diiringi dengan keyakinan dalam mencari keridoan Allah dengan memunihi kewajibannya.

2. Lakukan Semua Karena Allah
Kesadaran yang didasari oleh rasa ikhlas karena semua aktifitas sudah menjadi amanah dari Allah SWT.

Sehingga semua pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci, mengasuh anak dan aktifitas rumah tangga semua dilakukan karena Allah.

Allah lah tujuan kita walau terkadang kita merasa kecewa ketika suami tidak memberi pujian atau suami membuat kita kecewa karena tidak makan dirumah namun kita tetap ikhlas.

Walau terkadang kita ingga keteteran menyelesaikan pekerjaan sedangkan suami enak-enakan tidur, semua itu tidak membuat anda benci dan marah kepadanya.

3. Kepedulian dan Perhatian Suami Terhadap Istri
Sebagai suami harus mencontoh Nabi Muhammad SAW dalam memperlakukan istrinya. Nabi Muahammad memberi contoh laki-laki yang baik adalah laki-laki yang bisa bersikap baik kepada keluarganya termasuk kepada istrinya.

Kita boleh meminta bantuan suami untuk meringankan pekerjaan kita namun kita tidak akan kecewa ketika ia tidak bisa membantu kita dan tidak bisa menunjukkan kepeduliannya.

Kita tidak sedih apalagi marah meskipun suami mengatakan semua pekerjaan rumah tangga adalah tugas perempuan. Sebagai istri kita juga harus sadar bahwa peduli kepada suami adalah kewajiban istri sebab yang dicari adalah keridoan Allah SWT.

Walaupun tidak akan mudah untuk menyadari amanah yang mulia ini, namun kita harus berusaha untuk belajar dan menumbuhkan didalam diri kita.

Kita hrus membangun kerangka berpikir bahwa: “Allah telah mengamanahkan peran sebagai istri, ibu dan pengatur rumah ini kepada kita sebagai perempuan, dan akan meminta pertanggungjawaban penunaian amanah tersebut kelak di hari penghisaban”

Dengan demikian hati kita akan menjadi ringan untuk menajalakannya, seberat apapun dan sebanyak apapun pekerjaan yang harus kita selesaikan maka kita harus mengasah keridhoan kita karena setiap pekerjaan akan dinilai oleh Allah.

Allah mengukur keridhaan perempuan dari seberapa dalam ia ikhlas menjalankan peran perempuan sebagai istri dan ibu.

Luruskan niat karena Allah dan lakukan semua pekerjaan rumah karena Allah semata. [ummi-online.com]

loading...
loading...

Tags: #Karena Allah #Peran Ibu #Peran Istri