Al-Qur’an Jarang Dipegang, Gadget Dituhankan

87 views

Zaman digital seperti sekarang ini kita benar-benar disibukkan dengan gadget. Apapun alasannya kita tidak lepas dari gadget.

Parahnya lagi gadget itu digunakan pada perkara yang tidak bermanfaat dan buang-buang waktu saja.

Duduk dengan dengan teman-teman lihat gadget, sedang antre lihat gadget, dan lain sebgainya.

Gadget dianalogikan dengan pedang bermata dua, jika digunakan pada kebaikan maka gadget sangat bermanfaat, namun jika untuk hal kurang maka menggunakan gadget adalah sebuah keburukan.

Diantara kelalaian kita disebabkan  gadget adalah lalai membaca Al-Quran yang merupakan tuntunan bagi kita.

Hati tersentuh dan terenyuh membaca perkataan Khalid bin Walid karena tidak fokus belajar Al-Quran karena sibuk berjihad.

Loading...

Sedangkan kita lalai terhadapt Al-Quran karena sibuk dengan gadget masing-masing.

Inilah  perkataan Khalid bin Walid yang perlu kita renungi dan resapi:

“Sungguh jihad telah menyibukkan kami dari belajar Al-Quran.” (HR. Ibnu Abi Syaibah 6/151)

Di riwayat yang lain, jihad telah menyibukkan mereka dari membaca Al-Quran.

Sungguh jihad di jalan Allah telah menyibukkan (mencegah) kami dari membaca Al-Quran.” (Musnad Abu Ya’la 6/361)

Sungguh benar akan datang zaman di mana manusia benar-benar meninggalkan Al-Quran.

Allah Ta’ala berfirman,

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

“Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan.” (QS. Al Furqan: 30)

Syaikh Abdurrahman As-Sa’diy memaparkan, bentuk meninggalkan Al-Quran bisa segala bentuk, mulai dari membaca, mentadabbur, mempelajari tafsirnya dan mengamalkannya.

Beliau berkata, “Mereka telah berpaling dan meninggalkan Al-Quran, padahal mereka wajib untuk patuh dan menerima terhadap hukum di dalamnya serta berjalan dengan petunjuk Al-Quran.” (Tafsir As-Sa’diy)

Hendaknya kita  membaca Al-Quran setiap hari. Usahakan untuk membacanya meskipun  hanya beberapa ayat saja.

Kita sering banyak bermaksiat setiap hari. Maksiat membuat hati keras dan Al-Quran lah obatnya.

Membaca Al-Quran dapat melembutkan  hati dan  mudah menerimah hidayah serta beribadah.  Al-Quran adalah obat bagi penyakit hati kita.

Allah Ta’ala berfirman,

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Israa’: 82).

Menurut Syaikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqith obat dalam ayat ini adalah obat  penyakit fisik dan penyakit hati.

Beliau berkata, “Obat yang mencakup obat bagi penyakit hati/jiwa, seperti keraguan, kemunafikan, dan perkara lainnya.

Bisa menjadi obat bagi jasmani jika dilakukan ruqyah kepada orang yang sakit.

Sebagaimana kisah seseorang yang terkena sengatan kalajengking diruqyah dengan membacakan Al-Fatihah. Ini adalah kisah yang shahih dan masyhur.” (Tafsir Adhwaul Bayan).

Allah Ta’ala berfirman,

لَوْ أَنزَلْنَا هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُۥ خَٰشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ ٱللَّهِ ۚ وَتِلْكَ ٱلْأَمْثَٰلُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

lau anzalnā hāżal-qur`āna ‘alā jabalil lara`aitahụ khāsyi’am mutaṣaddi’am min khasy-yatillāh, wa tilkal-amṡālu naḍribuhā lin-nāsi la’allahum yatafakkarụn

Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah.

Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.(QS. Al Hasyr: 21). []

loading...
loading...

Tags: #Gadget Favorit #Kecanduan Hp #Lalai Baca Qur'an