Alasan Kenapa Wanita Lebih Siap Menikah Dibanding Pria

1016 views

Antara pria dan wanita ternyata yang lebih dulu siap menikah adalah wanita dari pada pria, padahal mereka sama-sama lajang.

Menurut Pendiri Jogja Family Center, Cahyadi Takariawan, pada masa-masa lajang ternyata wanita lebih siap menikah dari pada pria, hal ini disebabkan karena wanita lebih cepat memiliki kematangan serta kedewasaan psikologis dibandingkan pria,”

Penenlitian yang dilakukan oleh Cahyadi menyatakan bahwa, laki-laki tidak hanya butuh kesiapan dalam menikah namun juga butuh rasa ketertarikan juga adanya kecocokan.

Sedangkan Psikiater Alan Gratch, Ph.D yang selama 25 tahun meneliti dunia percintaan lelaki, menemukan sebanyak 49% lelaki akan menikah karena merasa telah menukan ‘the one’, dan 51 % menikah karena kesiapan.

Manfaatkan Waktu
Hal ini seharusnya tidak menjadikan kaum pria berlama-lama dengan status lajangnya tanpa ada rencana menikah. Terutama bila menempatkan materi sebagai tolakukur dalam mengukur kesiapan.

Menurut Cahyadi, “Jangan samapi jadikan mateir sebagai alasan menungu pernikahan dan sebagai berhala yang diyakini serta dijaikadn idiologi”

Loading...

Bagi kamu wanita, hal ini juga jangan dijadikan sebagai lasan untuk berkecil hati, justru jadikan hal ini sebagai peluang untuk mempersiapkan pernikahan.

Menurut Cahyadi ada 5 hal yang harus dipersiapkan.

  • Persiapan Moral-Spiritual (Ruhaniyah)
  • Persiapan Pemahaman (Fikriyah)
  • Persiapan Fisik (Jasadiyah)
  • Persiapan Material (Madiyah)
  • Persiapan Sosial (ijtima’iyah)

[a]. Persiapan Moral-Spiritual
Hal ini ditandai dengan kesiapan niat dan mantapnya langkah menuju kehidupan baru yaitu berumah tangga. Jika pria maka siap dalam bertindak sebagai kepala keluarga dan juga ayah.

Bagi wanita harus siap membuka ruang bagi intervensi suami. Siap untuk menjadi ibu, melahirkan, menyusui serta akan ada banyak beban baru yang muncul setelah kehadiran buah hati.

Kesiapan moral juga penting, bahkan Allah memberi tuntunan langsung dalam surat an-Nur ayat 26,

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ

“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula) …” (QS. an-Nur : 26)

Maka pantaskan diri terlebih dahulu, dekati Allah serta tingkatkan ibadah itulah kuncinya untuk mendapatkan jodoh terbaik yang kita harapkan.

[b]. Persiapan Pemahaman
Didalam syariat islam, ilmu adalah dasar amal. Menurut Mu’adz bin Jabal ra Ilmu adalah pemimpin amal dan amalan itu berada di belakang setelah adanya ilmu,” (al-Amru bil Ma’ruf wan Nahyu ‘anil Mungkar, hal. 15). Berbuat amal tanpa ilmu akan ditolak tidak terkecuali menikah.

Tak terbayangkan jika kita menghabiskan sisa hidup kita dengan seseorang yang senantiasa bekerja keras untuk menafkahi kita akan tetapi Allah tolak amal pernikahan kita. Naudzubillah.

Di tataran praktis, menikah tanpa adanya ilmu maka akan menimbulkan banyak masalah.

Hak dan kewajiban juga tatakrama, pergaulan didalamrumah tangga serta banyaknya pengetahuan akan menyebabakan keluarga yang membutuhkan pemahaman juga perlu dimengerti.

Menurut Cahyadi, Sehingga sebelum menikah harus belajar juga menyiapkan diri untuk memahami pernikahan adalah sebuah kewajiban bagi setiap pribadi.

[c]. Persiapan Fisik
Hal ini ditandai dengan kesiapan fisik yang berupa kesehatan yang memadai bagi kedua belah pihak serta mampu melaksanakan fungsi sebagai suai atau istri dengan normal.

Salah satunya yaitu kemampuan melakukan hubungan suami-istri secara wajar dan juga mengetahui kesehatan reproduksi masing-masing.

Cahyadi mengatakan sebagai penunjang kesehatan fisik maka penting untuk mempertahankan kebugaran dengan cara berolahraga. Sebab kita tidak hanya membutuhkan kesehatan fisik namun juga kebugaran.

Karena dengan memiliki badan yang sehat juga bugar bisa membuat seseorang makannya terasa enak, tidurnya juga nyenyak bahkan ketika melakukanhubungan akan mencapai kepuasan.

[d]. Persiapan Material
Menutut Cahyadi, Persiapan materi disini bukan hanya kesiapan dari pihak laki-laki dalam hal mencari nafkah, akan tetapi dari pihak perempuan pun harus bisa mengelola keuangan.

Sebab hal ini bukan mengacu pada seberapa besar modal yang kita punya untuk melakukan pernikahan. Karena jika terlalu hitung-tungan secara matematis maka kita tidak akan mendapatkan jumlah minimal dalam kebutuhan keluarga.

Persiapan materi itu sebenarnya lebih kepada seberapa tinggi untuk mencari pekerjaan dengan segala kemampuan.

Bagi seorang perempuan meskipun tidak memiliki kewajiban materi bukan berarti ia penting sebab ia pun memiliki tanggung jawab atau kewajiban dirumahnya.

[e]. Persiapan Sosial
Menikah akan menjadikan status sosial seseorang meningkat terutama dimasyarakat, sama halnya pun dengan tanggung jawab yang juga membangun keluarga, serta antara pasangan suami-istri harus memiliki kewajiban untuk menjadi lebih baik dilingkungan mereka.

Maka belajarlah untuk berintraksi dengan lingkungan sebelum menikah agar memudahkan pasangan suami-istri untuk membaur juga memperbaiki lingkunngan secara bersama-sama.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk berbaur dengan masyrakat. Contohnya adalah membagi masakan pada tetangga rumah, masjid, berpatisipasi ketika ada kerja bakti juga kegiatan lainnya.

Menurut Chayadi “Belajar berinteraksi dengan realitas kehidupan masyarakat merupakan salah satu langkah yang perlu diambil oleh laki-laki dan perempuan agar nantinya tidak canggung ketika hidup berumah tangga dan bermasyarakat secara riil,”

[f]. High Quality Jomblo
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas diri sendiri, dengan cara mendekatkan diri kepada Allah, dengan banyak berzikir, istighfar serta sholat malam juga puasadan sebagainya maka akan mendapatkan ketenangan didalam diri.

Disaat yang sama juga, jika menuntut ilmu tentang pernikahan yang mendalami kewajiban sebagai pemimpim, mempelajari pengasuhan serta membangun kebiasa-kebiasaan baik serta menjaga kebugaran.

Serta menjadi seseorang yang single penuh dengan karya kreatif, produktif dan konstruktif. Ini nilai muntijah (produktif).

Sebelum menikah maka luangkan waktu untuk memberikan kemanfaatan dirinya sendiri bagi orang lain.

Berpartisipasi bagi lingkungan, aktif berdakwah serta inilah keberkahan, maka jadilah seseorang yang single yang sakinah, berkah dan muntijah. Mungkin dalam istilah sekarang high quality jomblo.

[g]. Optimalkan Ikhtiar
Selain lima hal diatas Cahyadi Takariawan juga memberikan tips untuk mengoptimalkan bertemu dengan jodoh.

  • Mempersiapkan diri dengan baik untuk menerima amanah dari Allah yang berupa pasangan hidup
  • Melakukan ikhtiar secara baik juga sevara batin. Usaha lainnya dilakuakn dengan mencari jodoh melalui orang salih juga senantiasa berusaha memperbanyak doa dan bertawakal kepada Allah
  • Memperluas pergaulan bersama orang-orang yang salih, sebab doa mereka mudah dikabulkan oleh Allah juga motivasi serta nasihat serta mereka bisa memberi jalan mempermudah jdoh
  • Tetap berpikir positif dan tetaplah optimis juga hati yang akan selalu bahagia serta memancarkan pribadi yang menarik juga membuat orang lain melihat seseorang yang positif

[ummi-online.com]

loading...
loading...

Tags: #Dari Pada Laki-laki #Siap Menikah #Wanita Lebih Siap