Amalan Ibu Hamil Menurut Islam

516 views

Ketika seorang perempuan diberi anugrah yang berupa kehamilan maka hendaknya harus semakin mendekatkan diri kepada, semakin meningkatkan ibadahnya melebihi dai sebelum hamil.

Tidak hanya ibadah kepada Allah prilaku sehari-hari pun harus dijaga, demi kebaikan janin yang masih dalam kandungan.

Amalan yang Bisa Diamalkan Saat Sedang Hamil
Ketika menikah hal pertama yang diinginkan oleh pasangan suami-istri adalah keturunan yaitu anak, karena pernikahan yang tidak dikarunia anak terasa kurang sempurna.

Dalam islam, ibu hamil dinajurkan untuk melakukan amalam-amalan shaleh agar semasa hamil ia dijauhkan dari hal-hal yang tidak baik dan buruk serta diberi kelancaran.

Ketika masa kehamilan baik istri juga suami harus menjaga sikap dan harus berhati-hati karena perasaannya lebih sensetiv dan tingkat kecerdasannya semakin berlebihan.

Akan tetapi semu itu wajar sebab ada perubahan hormon ketika hamil sebagaimana di dalam Al-Qur’an dijelaskan mengenai hal-hal seputar masa kehamilan:

Loading...
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan” (QS. al-Fatihah: 5)

يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ ١٣ وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ ١٤ وَإِن جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَن تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ١٥ يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِن تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُن فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ ١٦ يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ ١٧ وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ ١٨ وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِن صَوْتِكَ ۚ إِنَّ أَنكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ ١٩

“‘Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar’. Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Lukman berkata), ‘Wahai anakku! Sungguh, jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Mahahalus, Mahateliti. Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting. Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai’.” (QS. al-Lukman: 13-19)

Berikut Ini Amalan yang Bisa Dilakukan Oleh Ibu Hamil untuk kebaikan Calon Anaknya Kelak

1. Banyak Berdoa
Semua orang tua akan memiliki harapan besar terhadap calon anak-anaknya di masa depan. Orang tua sangat berharap ankanya akan menjadi anak yang shaleh dan shalehah. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Imran ayat 35, 36, 38, penjelasannya sebagai berikut:

رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي ۖ إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ٣٥ فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنثَىٰ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنثَىٰ ۖ وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ ٣٦

“‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu, apa (janin) yang dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada-Mu), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui’. Maka ketika melahirkannya, dia berkata, ‘Ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan’. Padahal Allah lebih tahu apa yang dia lahirkan, dan laki-laki tidak sama dengan perempuan. ‘Dan aku memberinya nama Maryam, dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk’.” (QS. Ali Imran: 35-36)

قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

“Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.” (QS. Ali Imran: 38)

2. Tidak Meninggalkan Sholat Lima Waktu dan Membiasakan Sholat Sunnah
Setiap muslim wajib melaksanakan shalat serta menjadi muslim yang taat adalah keinginan orang tua untuk anak-anaknya,

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim : 40)

3. Selalu Bertaubat dan Sering-seringlah Membaca Istighfar
Disengaja atau tidak kita pasti melakukan dosa, karena manusia adalah tempatnay salah dan bosa. Maka dari itu kita harus senantiasa bertaubat dan memohon kepada Allah atas dosa-dosa yang kita lakukan serta mendapatkan ridho dari-Nya. Sebagaimana firman Allah didalam Al-Qur,a.

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan ibadah (haji) kami, dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.” (QS. al-Baqarah: 128)

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“… sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri” (QS. al-Baqarah: 222)

4. Mengerjakan Puasa Sunnah Senin-Kamis
Lakukan puasa senin kamis secara rutin maka akan membuat kita semakin dekat dengan Allah SWT. Selain mendekatkan diri kepada Allah, secara tidak langusng akan melatih calon anak sejak dalam kandungan.

Dari Abu Hurairah yang diriwayatkan dari HR. Tirmidzi, penjelasannya sebagai berikut:

“Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi no. 747)

5. Perbanyak Membaca Ayat Suci al-Qur’an
Perbanyak membaca Al-Qur’an selain membuat hati menjadi tenang, damai dan tentram hal ini juga untuk membiasakan anak mulai sejak kandungan.

Agar ketika sudah lahir bisa menjadi anak yang bermanfaat bagi agama. Juga tidak akan mengalami kerugiaan apapun sebagaimana dijelaskan al-Qu’an,

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ ٢٩ لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an) dan melaksanakan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi, agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30)

6. Perbanyak Berdzikir
Dzikir tidak hanya dilakukan ketika selesai shalat saja melainkan kita harus mendekatkan diri dengan cara mengingat Allah sebagaimana di dalam al-Qur’an,

فَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ

“Maka bersabarlah engkau (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam.” (QS. Qaf: 39)

فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ

“Maka bertasbihlah kepada Allah pada petang hari dan pada pagi hari (waktu subuh),” (QS. ar-Rum: 17)

7. Menjaga Adab dan Akhlak Baik
Perhatikan prilaku kita dalam keseharian, karena prilaku kita akan mempengaruhi akhlak anak kita nantinya. Sebagaimana dijelaskan surah al-A’raf,

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ ٥٥ وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ ٥٦

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.” (QS. al-A’raf: 55-56)

8. Makan dan Minumlah yang Baik-baik Saja
Makan dan minum sewajarnya, jangan berlebihan dan tentu yang dikonsumsi adalah makanan yang halal. Hal ini dijelaskan surah al-Baqarah:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. al-Baqarah: 168)

9. Menghindar Dari Penyakit Hati
Buanglah sifat iri hati, dendam dan dengki, karena memendam sifat yang demikian akan membuat dada semakin sesak dan kita melakukan hal yang sia-sia. Hal ini dijelaskan dalam surah Yunus:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

“Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57)

10. Perbanyaklah Senyum Untuk Menebar Kebaikan
Didalam islam senyum adalah ibadah. Ketika kita tersenyum kepada orang lain maka sama halnya kita telah menebar kebahagiaan juga kebaikan untuk orang lain.

Hal ini dijelaskan Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu“

11. Sering-seringlah Hadir ke Majelis/Kajian Untuk Menambah Ilmu
Rajin menghadiri masjid secara tidak langsung kita telah merangsang anak kita untuk bersilaturahmi, berkumpul dengan orang yang shaleh juga menunut ilmu.
Hal ini dijelaskan sebagai berikut:

“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga.” (HR. Muslim no.2699)

12. Jangan Bermalas-Malasan Agar Proses Kelahiran Menjadi Lebih Lancar
Jangan bermalas-malasan, karena bermalas-malasan sangat tidak disukai oleh Allah. Kita harus melakukan katifitas sehari-hari dalam kategori aman maka kelak akan memperlancar proses persalinan.

وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَىٰ

“… dan mereka tidak melaksanakan shalat, melainkan dengan malas …” (QS. at-Taubah : 54)

13. Buatlah Diri Seenjoy Mungkin Agar Tidak Gampang Stres dan Mudah Tertekan
Jangan berpikir terlalu keras dalam hal apapun karena akan mempengaruhi perkembanga janin pada kandungan nantinya sang bayi ikut stres. Maka lebih baik melakukan aktifitas sewajarnya dan jangan berlebihan.

14. Memperbanyak Membaca Buku
Dengan membaca buku maka akan mendapatkan banyak pengetahuan baru sehingga membiasakan anak kita sejak dalam kandungan dan juga untuk memperbanyak ilmu. Perbanyaklah membaca buku mengenai kisah para Nabi atau para Sahabat Nabi.

15. Biasakan Diri Mengajak Komunikasi Sama Bayi Sejak di Dalam Rahim
Komunikasi itu sangat penting, maka dari itu sebagai orang tua harus membiasakan diri untuk berkomunikasi dengan bayi sejak masih didalam kandungan, dengan demikian ibu telah mengajarkan sang buah hati berhubungan baik dengan orang tuanya, sehingga ketika sudah lahir sang anak merasa tidak asing dengan suara orang taunya.

Itulah beberapa alasan tentang amalan ibu hamil yang bisa menambah wawasan juga ilmu pengatahuan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. [dalamislam.com]

Tags: #Amalan Ibu Hamil #Amalan Ketika Hamil #Amalan Sedang Hamil