Amalan Penghapus Pahala

446 views

Semua yang bernyawa pasti akan mengalami yang namanya mati. Kita semua akan kembali kepada sang maha Pemilik. Hidup di dunia untuk mencari bekal sebanyak-banyaknya untuk dibawa ke akhirat nanti.

Kita harus memiliki tabungan berupa pahala yang tidak diketahui oleh siapapun kecuali Allah. Karena pahala ini langusng diurus dan ditangi langsung oleh Allah ta’ala.

Tanpa pahala maka seorang muslim akan terjerumus pada jurang kenistaan dan akan binasa. Setiap orang memiliki cacatan atau buku amalan yang mana kelak akan diserahkan.

Jika seseorang memiliki pahala lebih banyak dari dosanya maka tentu ia akan memuliakan dengan menyerahkan buku cacatan amalanya dengan tangan kanan.

Namun sebaliknya jika dosanya lebih dominan maka hinalah ia karena akan memberikan cacatan amalannya dari tangan kiri bahkan dari belakang.

Semua orang bisa menambah pahala, bisa memaksimalkan kebaikan, akan tetapi belum bisa menjaga pahala yang sudah ia dapatkan agar tetap awet bahkan berkembang.

Loading...

Banyak dari mereka yang memiliki amal kebaikan namun banyak juga amal kebaikannya terhapus seketika.

Dikarenakan ada penyebab yang masih melekat didalam diri seseorang sehingga membuat pahal sirna dan menghapus pahala kebaikan seorang muslim. Benarkah demikian, berikut ini penjelasannya:

1. Murtad atau Keluar Dari Agama Islam
Barang siapa yang murtad atau keluar dari islam maka semua amal kebaikannya akan terhapus dan tak ada nilainya dihadapan Allh SWT dan ketika diakhirrat nanti ia akan dimasukkan kedalam api neraka selamanya-lamanya. Sebagaimana firman Allah:

وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Barangsiapa di antara kalian yang murtad dari agamanya kemudian mati dalam keadaan kafir maka mereka itulah orang-orang yang terhapus amalannya di dunia dan akhirat. Dan mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal berada di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah : 217)

2. Syirik
Syirik atau menyekutukan Allah adalah bentuk kezaliman atau penghinaan terhadap Allah SWT, karena ia telah menyamakan derajat Allah dengan mahluk-Nya.

Hal inilah yang akan menghapus semua pahala dan amal kebaikan seseorang serta Allah tidak akan mengampuni jika ia meninggal, jika ia belumbertaubat. Sebagaimana dalam ayat berikut:

وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya:”Seandainya mereka menyekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (Al-An’am: 88).

3. Riya’ Ketika Beramal Ingin Dipuji dan Sum’ah Selalu Menceritakan Amal Kebaikan Sendiri Agar Dipuji
Riya’ atau sum’ah adalah perbautan yang akan menghapus amalan kebaikan karena didalamnya terapat ingin mendapatkan pujian dan sanjungan dari orang lain. Dalam hadis qudsi Allah Ta’ala berfirman:

أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيهِ مَعِى غَيْرِى تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ

“Aku paling tidak butuh pada sekutu-sekutu, barangsiapa yang beramal sebuah amal kemudian dia menyekutukan-Ku di dalamnya maka Aku tinggalkan dia dan syiriknya.” (HR. Muslim no.2985 )

Imam Nawawi rahimahullah berkata, ‘Maknanya adalah Aku tidak butuh pada persekutuan dan yang lainnya, barangsiapa beramal sesuatu untuk-Ku dan untuk selain-Ku maka Aku tidak menerimanya, bahkan Aku meninggalkanya untuk yang lainnya itu. Maksudnya yaitu amal orang yang melakukan riya’ adalah batil dan tidak ada pahala di dalamnya, serta dia berdosa’. (Syarh Shohih Muslim 9/370)

Dalam hadis lain, HR Ahmad (3/30) dan Ibnu Majah (4204) Rasulullah mencontohkan bahwa riya’ ini yang merupakan syirik kecil/syirik khofii (tersembunyi) seperti orang yang berdiri shalat lalu memperindah shalatnya demi dilihat dan dipuji oleh orang-orang yang melihatnya.

4. Al-Mann (Mengungkit-ngungkit Sedekah), Dan al-Adzaa (Menyakiti Perasaan Penerima) Tatkala Bersedekah,
Ketika kita mengungkit-ngungkit sedekah dan pemberian kita lalu meminta orang tersebut berbuat baik kepada kita maka pahala yang sudah krjakan secara otomatis akan terhapus.

Karena meskipun memberi rezeki ia menghina, penuh kesombongan juga sambil mengejek. Allah berfirman di dalam al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُبْطِلُواصَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَى

Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima)” (QS. al-Baqarah: 264)

5. Bersumpah Atas Nama Allah Bahwa Seseorang Tidak Akan Diampuni
Jika ada yang mengatakan hal ini maka ucapan demikian tidak didasari dengan ilmu karena ampunan Allah adalah perkara ghaib, sehingga tak pantas seseorang mengatakan hal demikian mentatasnamakan Allah.

Sekali pun orang tersebut selalu melakukan maksiat dan banyak dosa namun sebagai manusia kita tidak pantas menunjuk bahwa ia tidak akan mendapatkan ampunan dari Allah.

Hal ini juga akan mengahpus dosa juga amalan yang mengatakan hal itu. Karena bisa jadi orang tersebut akan bertaubat lalu Allah benar-benar mengampuni-Nya.

Dalam hadis Jundub radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mengisahkan ada seseorang berkata: “Demi Allah, Allah pasti tidak akan mengampuni si fulan.”

Maka Allah Ta’ala berfirman:

مَنْ ذَا الَّذِي يَتَأَلَّى عَلَيَّ أَنْ لَا أَغْفِرَ لِفُلَانٍ فَإِنِّي قَدْ غَفَرْتُ لِفُلَانٍ وَأَحْبَطْتُ عَمَلَكَ

artinya “Siapakah yang bersumpah atas nama-Ku, bahwa Aku tidak akan mengampuni Si Fulan, sesungguhnya Aku telah mengampuni Si Fulan, dan Aku menggugurkan amalmu”. (HR Muslim, no. 2621)

6. Beramal Demi Untuk Mendapat Ganjaran/Balasan Dunia Semata
Berbuat amal baik dan beribadah kepada Allah hanya mengharap balasan dari Allah yang bersifat materi. Di dalam al-Qur’an:

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ (15) أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (Huud : 15-16)

7. Melakukan Amalan/Perbuatan Haram Saat Sendirian
Ketika didepan orang ia melakukan amalan baik dan ketika sendiri ia melakukan amalan yang dilarang oleh Allah. Dalam hadis disebutkan:

“Sungguh saya telah mengetahui bahwa ada suatu kaum dari ummatku yang datang pada hari Kiamat dengan membawa kebaikan sebesar gunung Tihamah yang putih, lantas Allah menjadikannya sia-sia.” Tsauban berkata; “Wahai Rasulullah, sebutkanlah ciri-ciri mereka kepada kami, dan jelaskanlah tentang mereka kepada kami, supaya kami tidak menjadi seperti mereka sementara kami tidak mengetahuinya.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya mereka adalah saudara-saudara kalian dan dari golongan kalian, mereka shalat malam sebagaimana kalian mengerjakannya, tetapi mereka adalah kaum yang jika menyepi (tidak ada orang lain yang melihatnya) dengan apa-apa yang di haramkan Allah, maka mereka terus (segera) melanggarnya.” (HR Ibnu Majah 4245, shahih).

8. Merasa Senang Dengan Membunuh Seorang Muslim
Membunuh sesama muslim dengan alasan apa pun itu tidak dibenarkan, apalagi sampai bergembira atas terbunuhnya seorang mukimin lainnya. Dalam hadits shahih disebutkan:

“Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin, lantas bergembira dengan terbunuhnya ia, maka Allah tidak akan menerima taubat dan tebusannya hari kiamat kelak” (HR Abu Daud : 4270).

9. Melakukan Amalan Bid’ah
Orang yang beribadah tapi melenceng dari syari’at Islam maka ibadah itu tidak akan diterima oleh Allah. Nabi Muhammad bersabda:

من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد

“Barangsiapa yang beramal tanpa ada perintah dari kami, maka tertolak.” (HR Muslim: 1718).

10. Memelihara Anjing Untuk Tujuan Selain Anjing Penjaga Gembalaan, Kebun, dan Buruan
Dilarang memelihara anjing tanpa kebutuhan/alasan yang disyari’atkan Islam. Dalam hadits disebutkan:

من أمسك كلبا فإنه ينقص كل يوم من عمله قيراط إلا كلب حرث أو ماشية

“Barangsiapa memelihara anjing, maka amalan sholehnya akan berkurang setiap harinya sebesar satu qiroth (satu qiroth adalah sebesar gunung uhud), selain anjing untuk menjaga tanaman atau hewan ternak.” (HR Bukhari: 2322 dan Muslim: 1575).

Itulah 10 perbautan yang akan menghapus amalan kita, semoga kita semua senantiasa dilindungi dan semoga bisa menjaga pahala yang sudah dimiliki. [wahdah.or.id]

Tags: #Penghapus Kebaikan #Penghapus Pahala #Perbuatan Penghapus Dosa