Anjuran Nabi SAW Agar Hati Tak Berkarat, Kerjakan Amalan Ini

570 views

Pada diri manusia ada segumpal daging, Jika daging itu baik maka baik pula seluruh amalnya. Dan sebaliknya jika segumpal daging itu jelek maka jelek pula amal manusia itu.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata bahwa hati manusia dapat berkarat sebagaimana berkaratnya besi.

 

عَنِ ابن عُمَرَ رَضَيِ اللٌهُ عَنهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلَيِ عَلَيهِ وَسَلٌمَ اِنٌ هذِهِ القُلُوبَ تَصدَأ الحَدِيدُ اِذَا أصَابَهُ المَاءُ، قِيلَ يَارَسُولَ اللٌهِ وَمَا جِلآوُهَا ؟ قَالَ كَثُرَةُ ذِكرِ الَموتِ وَتلآوَةُ القُرانِ. (رواه البيهقي في شعب الإيمان)

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu’anhuma berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya hati ini dapat berkarat sebagaimana berkaratnya besi bila terkena air.” Beliau ditanya “Wahai Rasulullah, bagaimana cara membersihkannya?” Rasulullah bersabda, “Memperbanyak mengingat maut dan membaca Al-Qur’an.” (HR. Al-Baihaqi)

Loading...

Syeikh Maulana Zakariyya Al-Kandahlawy Dalam Kitab Fadhail Qur’an menjelaskan bahwa berbuat banyak dosa dan lalai dari dzikir akan membuat hati seseorang menjadi karat. Tapi Dengan banyak membaca Al-Qur’an, maka hati akan menjadi bersinar kembali.

Sebab Hati seperti cermin, Jika sebuah cermin kotor maka akan redup sinarnya. Tapi jika bersih cermin itu, maka semakin terang sinar dari cermin itu.

Upaya menjadikan hati menjadi bersih para ulama tasawuf mengajarkan agar melakukan mujahadah dalam riyadhah, dzikrullah, dan beribadah. Jika seseorang berbuat maksiat maka muncul titik hitam di hatinya dan seperti itu seterusnya jika tak bertaubat. Namun jika taubah maka akan terhapus titik hitam itu dari hatinya.

Dan Jika maksiat terus menerus maka akan menjadi banyak titik hitam itu. Dan hati menjadi redup dan kotor.

Al-Qur’an telah menyebutkan tentang hal ini dalam ayat:

كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Sekali-kali tidak, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka”. (QS. Al Muthaffifin [83]: 14)

Rasulullah SAW bersabda, “Aku tinggalkan pada kalian dua nasihat, yang satu berbicara, dan yang lain diam. Yang berbicara adalah Al-Qur’an dan yang diam adalah mengingat maut.”

Ulama yang Alim Imam Hasan Al-Bashri berkata: “Orang-orang dahulu memahami Al-Qur’an itu sebagai firman Allah. Sepanjang malam mereka sibuk bertafakkur dan bertadabbur terhadap Al-Qur’an (memikirkan isi kandungan Al-Qur’an), dan sepanjang harinya mereka sibuk mengamalkannya. Sedangkan kalian hanya memperlihatkan huruf, fathah, dan dhamahnya, tanpa menganggapnya sebagai firman Allah, sehingga tidak pernah mentafakkuri dan mentadabburinya”.

Tags: #Hati Karat #Hati Keras #Hati Lembut