Apakah Boleh Mendoakan Keburukan Untuk Suami Dalam Islam? Ini Penjelasannya

1007 views

 

Tiap pasangan pastinya punya momen beda pendapat dalam rumah tangga. Ada pasangan suami istri yang berhasil mengatasi konflik, menyimpan dendam meski urusan sudah selesai, atau bahkan memendamnya. Masing-masing juga punya cara dalam menyikapi konflik yang terjadi dalam rumah tangganya.

Hidup berumah tangga tentu akan mengalami yang namanya pertengkaran dan perbedaan pendapat. Sebab konfilk didalam rumah tangga merupakan bumbu-bumbu penyedap yang biasa dan lumrah terjadi dalam kehidupan rumah tangga.

Jika tidak terjadi konflik maka hubungannya terasa hambar dan tidak memiliki tangtangan. Namun yang menjadi permasalahannya adalah ketika dihadapkan dengan suatu konflik sering terjadi seorang istrilah yang tidak sabar dalam menghadapi suaminya.

Ketika seorang istri tidak mampu meredam esmosi dan ketidaksabarannya maka dengan spontan ia mendoakan keburukan terhadap suaminya.

Lalu, bolehkah mendoakan keburukan untuk suami?

Loading...

Sesungguhnya, mendoakan suami dengan keburukan, nyatanya tidak ada bedanya dengan mendoakan diri sendiri. Jika doa buruk maka keburukanlah yang akan terjadi kepada kita.

Suami istri itu ibarat satu jiwa, suami adalah bagian dari anda dan anda adalah bagian dari suami. Maka, apabila salah seorang diantaranya mendoakan keburukan untuk pihak lainnya, ini berarti sama halnya dengan mendoakan keburukan untuk dirinya sendiri. Hal ini, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:

“Janganlah mendoakan diri kalian kecuali dengan kebaikan, karena para malaikat mengaminkannya.” (HR. Muslim)

Sebagai seorang istri tentu tidak selayaknya mendoakan keburukan untuk suaminya. Mendoakan keburukan kepada suami tdaik selayakanya dilakukan oleh siapapun yang mengaku beriman kepada Allah SWT.

Mendoakan keburukan suami adalah perbuatan terlarang yang sama sekali tidak diridhainya Oleh Allah SWT. Sebab salah satu syarat dikabulkannya ialah doa yang tidak mengandung keburukan dan dosa didalamnya.

Jika dikaitan tentu doa seperti ini mengandung dua hal yang terlarang, yakni: Pertama, mengandung dosa. Kedua, zalim, dan melampaui batas.

Bersabarlah, jagalah agar tidak menjadi istri yang durhaka terhadap suami. Sebab istri yang durhaka terhadap suami tidak akan pernah mendapakan ridha-Nya. Ketahuilah bahwa ridha Allah SWT terletak pada ridha suami.

Bersabarlah, karena, dengan adanya kesabaran dalam diri seorang istri mampu menahan lisannya untuk tidak tergesa-gesa mendoakan hal yang buruk-buruk untuk suamiya. Mengingat, semua itu ada hikmahnya di hadapan Allah SWT. Sebagaimana ditegaskan dalam haidts lainnya yang berbunyi:

“Janganlah mendoakan keburukan bagi diri kalian, janganlah mendoakan keburukan bagi anak-anak kalian, dan janganlah mendoakan keburukan bagi harta kalian. Tidaklah kalian berdoa pada waktu yang mustajab, kecuali Allah SWT akan mengabulkannya untuk kalian.” (HR. Muslim dan Abu Dawud).

Jika ada di antara para istri ada yang pernah berbuat demikian, maka segeralah bertobat dan memohon ampun kepada Allah. Mengingat, ia telah melakukan kezaliman baik terhadap dirinya sendiri maupun suaminya. [ummi-online.com]

Tags: #Istri Durhaka #Istri Marah #Mendoakan Suami