Apakah Suami Wajib Memenuhi Kebutuhan Kosmetik Istri?

2483 views

Zaman sekarang kosmetik tidak bisa lepas dari kehidupan perempuan, bahkan ada yang menjadi kebutuhan pokoknya.

Lalu apakah suami wajib memenuhi kebutuhan kosmetik istrinya? Sedangkan semua kebutuhan pokok istri menjadi tanggung jawab suami.

Mengenai hal ini di dalam al-Qur’an dijelaskan pada dua surah berikut ini:

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Dan, kewajiban ayah ialah memberikan makan dan pakaian kepada ibu anaknya dengan cara yang ma’ruf…” (QS. al-Baqaroh: 233)

أَسْكِنُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ سَكَنْتُمْ مِنْ وُجْدِكُمْ وَلَا تُضَارُّوهُنَّ لِتُضَيِّقُوا عَلَيْهِنَّ

“Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka …” (QS. at-Thalaq: 6)

Dalam buku Fiqh Perempuan karya K.H Husein Muhammad menyebutkan bahwa nafkah yang wajib diberikan suami kepada istri meliputi makanan, pakaian dan tempat tinggal.

Loading...

Sementara menurut Imam Nawawi, nafkah untuk istri itu bukan hanyapakaian, tempat tinggal, makanan. Tapi juga pembantu jika itu dibutuhkan.

Tapi untuk nafkah alat kencatikan atau kosmetik tidak termasuk kewajiban suami, kecuali hanya sebatas untuk menghilangkan bau badan.

Bahkan nafkaha kesehatan dan obat-obatan bukan termasuk kewajiban suami kalau menurut Khatib Asy-Syirbini.

Tapi Khatib Asy-Syirbini pendapat ini dibantah oleh ulama kotemporer seperti Wahbah Zuhaili, menjaga kesehatan istri (membawanya ke rumah sakit dan membelikannya obat saat sakit) itu adalah kewajiban suami sebagai bentuk nafkahnya kepada istri.

Menurut Wahbah Zuhaili, pendapat Khatib Asy-Syirbini itu sudah tidak relevan lagi dengan zaman modern seperti sekarang ini, dimana biaya kesehatan dan biaya kecantikan sudah termasuk dalam kebutuhan pokok.

Pada abad ke-10 M, seorang dokter ahli bedah Muslim asal Andalusia yang bernama al-Zahrawi berpendapat dalam kitab al-Tashrif, bahwa seorang istri berhak mendapatkan nafkah kesehatan dan kosmetik dengan tujuan untuk merawat diri dan menjaga kesehatan.

Namun semua itu tergantung pada suami, apakah dia menikmati dan suka terhadap istrinya yang menggunakan make up? Jika suami suka, maka wajib memberi nafkah, jika tidak maka tidak perlu.

Jika suami ingin istrinya cantik dengan tujuan menjaga keharmonisan rumah tangga, maka suami wajib memberikan nafkah (biaya) kecantikan istrinya.

Tapi jika suami tidak menghendakinya, maka dia tidak ada kewajiban nafkah kosmetik bagi suami kepada istrinya. [bincangsyariah.com]

Tags: #Kebutuhan Istri #Kosmetik Istri #Wajib Memenuhi