Bacaan I’tikaf Dilengkapi Bahasa Arab, Latin dan Artinya

935 views

Pengertian I’tikaf
Arti dari I’tikaf menurut bahasa adalah “berdiam diri” dan “menetap dalam sesuatu”. Sedangkan I’tikaf menurut istilah adalah menurut para ulama terdapat beberapa perbedaan.

Menurut Imam Hanafi i’tikaf itu artinya berdiam diri di masjid dimana yang biasa dipakai untuk melaksanakan shalat berjama’ah.

Menurut Syafi’i i’tikaf itu artinya berdiam diri di masjid dengan melaksanakan berbagai amalan tertentu dengan “niat” semata-mata karena Allah SWT.

I’tikaf sebagaimana disyariatkan dalam al-Qur’an dan al-Hadits.

فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

“… maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Te-tapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa.” (QS: al-Baqarah[2]: 187)

“Bahwa Rasulullah SAW melakukan i’tikaf di waktu hari ke-sepuluh ter-akhir dari bulan suci Ramadhan, (beliau melakukan-nya) sejak datang di Madinah hingga beliau wafat, kemudian para istri beliau melakukan i’tikaf setelah beliau wafat” (HR. Muslim).

Loading...

Lafadz Doa dan Niat I’tikaf lengkap dengan artinya:

نَوَيْتُ اَنْ اِعْتِكَفَ فِى هَذَا المَسْجِدِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitul i’tikaafa fii haadzal masjidi lillaahi ta’aalaa

Artinya:
“Saya niat (melaksanakan) I’tikaf di masjid, sunah karena Allah Ta’ala”

Waktu Pelaksanaan I’tikaf
Waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan I’tikaf adalah pada bulan ramadhan. Namun ada beberapa perbedaan dikalangan para urama tentang pelaksanaan i’tikaf ini apakah dilaksaakan selama seharian penuh atau dilaksanakan beberapa saat saja.

Imam Hanafi berpendapat bahwa waktu pelaksanaan i’tkaf ini hanyalah sebentar saja karena tidak ditentukan batasan-batasannya.

Sedangkan menurut Imam Maliki, pelaksanaan i’tikaf ini dilaksanakan sedikitnya semalam dalam sehari.

Dari penjelasan diatas kita dapat menyimpulkan bahwa pelaksanaan i’tikaf ini bisa dilaksanakan pada waktu tertentu misalnya: hanya dilakukan selama 1 jam, 2 jam, 3 jam dan seterusnya bahkan boleh dikerjakan sehari-semalam atau 24 jam sekaligus.

Tempat Pelaksanaan I’tikaf
Didalam surah Al-Baqarah 187 dijelaskan bahwa pelaksanaan i’tikaf ini dilaksanakan di masjid. Namun beberapa ulama berpendapat tentang masjid yang boleh dijadikan sebagai tempat i’tikaf.

Menurut Imam Hanafi: Masjid yang boleh dijadikan sebagai tempat i’tikaf adalah masjid jami’ atau masjid lainnya sehingga inilah yang menimbulkan para ulama berpendepat berbeda.

Sebagian ulama berpendapat bahwa masjid yang bisa digunakan sebagai tempat i’tikaf adalah masjid yang memang memiliki muadzin khusus dan imam yang husun. Entah hanya dijadikan sebagai tempat sholat fardu yang lima waktu atau tidak.

Sedangkan menurut Imam Hambali: Masjid yang bisa dijadikan sebagai tempat i’tikaf adalah masjid yang memang biasa digunakan sebagai tempat sholat berjama’ah setiap waktunya.

Jadi menurut pendapat kami mengenai masjid yang boleh dipakai dalam melaksanakan i’tikaf itu sangat dianjurkan atau diutamakan adalah masjid jami’ (yakni masjid tersebut digunakan dalam melaksanakan shalat Jum’at) , dan juga tidak apa-apa jika memang i’tikaf itu dilaksanakan di masjid yang biasa.

Syarat-syarat I’tikaf
I’tikaf akan sah apabila seseorang yang akan melaksanakannya memenuhi syarat i’tikaf. Inilah beberapa syarat i’tikaf tersebut.

Orang yang hendak melaksanakan I’tikaf adalah:

  • Orang Muslim
  • Sudah Baligh Baik Laki-laki Maupun Perempuan
  • Dilaksanakan di Masjid, Masjid Biasa Atau Masih Jami’
  • Harus Memiliki Niat Untuk I’tikaf
  • Tidak Diwajibkan Untuk yang Berpuasa Saja, Walau Tidak Menjalankan Ibadah Puasa pun Boleh Meklaksanakannya

Amalan-amalan yang Bisa Dilaksanakan Selama I’tikaf

  • Melaksanakan Shalat Sunnah Contohnya Shalat Sunnah Tahiyatul Masjid atau Shalat Sunnah Lainnya
  • Membaca Al-Qur,an Atau Tadarus
  • Berdoa Kepada Allah dan Berzikir Kepada Allah
  • Membaca Buku Tentang Agama

Itulah beberapa tata cara beri’tikaf yang benar serta amalan i’tikaf yang bisa kita kerjakan. [mutiarapublic.com]

Tags: #i'tikaf #Pelaksanaan i'tikaf #Waktu I'tikaf