Begini Seharusnya Seorang Istri Bersikap Ketika Mantan Hadir Lagi

2476 views

Mantan itu adalah sosok spesial yang pernah ada didalam hidup seseroang. Tapi itu dulu bukan sekarang. Mantan itu tidak selalu tentang seseorang yang pernah bersama lalu berpisah atau bercerai.

Namun mantan disini bermacam-macam, bisa mantan pasangan hidup yang telah bercerai, mantan pacar, mantan gebetan, atau seseorang yang pernah anda taksir dan bisa jadi orang yang mengejar-ngejar anda.

Walau mantan tidak selalu pasangan namun tidak jarang sosok mantan bisa membawa pengaruh buruk terhadap pasangan yang sudah menikah.

Meskipun saat ini sudah hidup sendiri-sendiri dan sama sekali tidak memiliki perasaan apa-apa.

Namun tidak jarang hadirnya kembali seorang mantan bisa membuat hubungan suami sitri yang awalnya baik-baik saja menjadi berantakan, hanya karena mantan yang mencoba dan mengusik walau bisa jadi hanya untuk iseng.

Karena suami istri tidak kenal sejak lahir atau bayi, ada kalanya sebelum bertemu dengan sosok yang saat ini benar-benar dicintai alias pasangan hidup, kita “bertemu” dulu dengan orang lain dulu meski hanya sesaat.

Loading...

Ketika sosok mantan ini hadir kembali bisa jadi hubungan suami-istri akan runyam padahal masa-masa itu sudah lewat sehingga tak pantas untuk memikirkan hal-hal yang seperti itu.

Lagi pula sudah memiliki pasangan yang sangat tidak penting mengingat masa-masa dulu dan kita pun sudah tua sehingga tak pantas ribut tentang masa lalu.

Lalu, seperti apa sikap bijak yang bisa kita lakukan ketika mantan tiba-tiba datang menyapa? Entah itu melalui dunia maya maupun nyata.

1. Bersikap Biasa Saja

Jangan bersikap sok ramah apalagi sok peduli namun jangan bersikap jutek juga agar tidak terkesan sombong. Bila menyapa cukup jawab seadanya tanpa harus berlebihan dan merasa kegirangan.

“Gimana kabarnya, Dek?”

“Baik, alhamdulillah,”

“Hai, Adek. Udah punya anak? Aku udah dua,”

“Doakan aja ya,”

Jawaban ini cukup mewakili. Enggak judes, enggak juga sok imut. Biasa aja. Netral.

2. Tanyakan Keluarganya Jika Memang Sudah Berkeluarga, Bila Perlu Titip Salam

Jika mantan sudah mulai tanya macam-macam hal-hal yang berhubungan dengan privasi, sebaiknya segera alihkan dengan bertanya keluarganya bila perlu titip salam. Biasanya, yang bersangkutan akan malu sendiri dan sadar. Cara halus yang tidak menyakitkan.

3. Jangan Meng-iya-kan Ajakan Mouds Silaturahmi

Bila pun ingin bertemu, ajak pasangan dan anak, jangan hanya berdua.

“Dek, mau gak jadi pembicara di tempatku ngajar? Nanti aku jemput,”

“Makasih tawarannya. Aku izin suami dulu, ya,”

Yang nerima jawaban seperti itu sudah tahu kepanjangannya gimana: bisa penolakan halus, bisa setuju tapi pasangan kita ikut terlibat alias tidak membiarkan kita berdua dengan mantan.

4. Jangan Membahas Kenangan Masa Lalu

“Eh tahu nggak aku dulu sebenernya naksir kamu,”

“Inget kan pas kita dulu pernah ngerjain PR bareng,”

“Jadi kamu masih suka makan cilok? Jadi inget kita kepedesan bareng,”

Berhentilang mengingat hal yang sudah berlalu dan berhentilah membicarakan yang sudah-sudah. Sebelum berlanjut ke pembicaraan yang lebih menjurus lagi.

Membicarakan kenangan masa lalu tidak akan membuat sejarah berubah. Masa lalu bagian dari pelajaran. Kita hidup di masa sekarang dan akan datang.

5. Ingatlah Bahwa Anda Sudah Memiliki Suami, Akan Ada Hati yang Tersakiti Ketika Asik Becanda Dengan Mantan

Jangan sampai melupakan pasangan hanya karena kehadiran seseorang yang disebut mantan.

Jika kita asyik bercana tentu kita akan menyakiti pasangan kita. Apakah kita mau diperlakukan seperti itu? tentu tidak bukan, karena pasangan adalah hal yang utama sehingga harus sadar dan jangan membuat pasangan marah apalagi terluka.

6. Bila Memang Harus Berinteraksi, Sebisa Mungkin Libatkan Pasangan (setidaknya dengan sepengetahuan pasangan)

Jika memang harus berinteraksi, sellau libtakan pasangan dan jangan pernah main belakang.

Jika kondisi memang mengharuskan berintraksi misal jadi rekan sekantor atau satu profesi maka harus selalu terbuka dan transparan terhadap pasangan.

Kita dan mantan tidak ada hubungan apa-apa lagi selain hubungan profesional sebagai rekan bisnis atau kerja. Kita juga harus menjaga kepercayaan pasangan kita.

7. Tidak Memberi Peluang Untuk Terlalu Dekat

Tidak memberi celah untuk dekat dengan mantan dan jangan pernah curhat ke mantan apalagi membanding-bandingkan. Tidak ada manfaatnya selain hanya kesenangan sesaat.

Mantan bukanlah orang spesial. Dia hanyalah bagian dari sejarah proses perjalanan hidup kita.

Orang spesial itu sekarang adalah pasangan hidup, sosok yang nanti akan menjadi salah satu saksi dimana setiap perbuatan kita kepadanya nanti akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah.

Sang Pencipta tidak akan bertanya apakah kita sudah memenuhi tanggung jawab kita ke mantan, tidaakk, Dia tidak akan bertanya begitu.

Tapi Allah akan bertanya sudahkah kita memperlakukan pasangan hidup dengan baik, sudahkah kita menjalani peran sebagai suami/istri dengan amanah? [ummi-online.com]

Tags: #Menyikapi Mantan #Tergoda Mantan