Belajar Dari Siti Khadijah Dalam Meraih Kemulian Cinta Sejati

1380 views

Siti Khadijah, sosok yang sangat dikenal oleh umat Islam. Beliau adalah istri Nabi Muhammad SAW, yang begitu dicintai oleh Nabi.

Dibandingkan kepada istri yang lain, rasa cinta Nabi Muhammad SAW terhadap Siti Khadijah sangat besar. Saat menikahi Siti Khadijah, Nabi Muhammad tidak melakukan poligami.

Bahkan setelah meninggal, Nabi Muhammad masih sering membicarakan mendiang istrinya itu. Sebuah rasa cinta yang tidak tergantikan. Cinta yang senantiasa terpelihara di hati sang Baginda Rasul.

Sebagai wanita, tentu kita juga ingin memperoleh cinta seindah cinta yang ditakdirkan kepada Siti Khadijah bukan?

Maka, ada baiknya kita belajar dan mengambil ibrah dari keteladanna beliau. Berikut ini hal-hal yang dapat kita pelajarai dari sosok wanita mulia tersebut:

Terhormat Sebagai Seorang Janda
Di masa kehidupan seorang Siti Khadijah, wanita adalah kaum yang dikucilkan dan tidak ada harganya, apalagi seorang janda.

Loading...

Namun, Siti Khadijah senantiasa menjaga kehormatan dan prilakunya sehingga ia justru dihormati di kalangan bangsanya. Bahkan, sebelum dinikahi oleh Nabi, beliau beberapa kali dipinang oleh orang lain.

Namun, Siti Khadijah menolaknya karena ia berharap mendapatkan pendamping hidup yang baik. Menjadi seorang janda tidaklah hina, selama mampu menjaga diri dan kehormatan serta akhlaknya.

Jika sang wanita bisa menghormati diri dan perilakunya, maka status apapun yang disandang, dia pantas menjadi wanita mulia yang suatu saat akan memuliakan seorang pria dan keluarganya.

Mandiri Sebagai Saudagar
Sudah menjadi rahasia umum bahwa Siti Khadijah adalah seorang wirausaha atau saudagar sukses dan kaya raya. Tidak banyak wanita yang mandiri di masa itu, apalagi menjadi seorang saudagar sukses.

Inilah bukti bahwa wanita bukan makhluk yang lemah atau bodoh. Wanita bisa menghargai dirinya sendiri dengan menjemput rezekinya secara  mandiri.

Bahkan melalui kemandirian di bidang perniagaannya ini lah ia ditakdirkan bertemu dengan Nabi.

Tidak Menilai Pria Dari Kekayaannya
Sebagai wanita cantik dan kaya, banyak pria kaya yang ingin melamar Siti Khadijah. Beberapa pelamar itu adalah orang-orang yang berasal dari keluarga kaya dan bersedia membayar berapapun mas kawin yang diinginkan Siti Khadijah.

Tetapi wanita mulia tersebut menolak lamaran yang datang secara halus. Harta bukanlah satu-satunya penilaian dalam memilih pasangan hidup.

Ia justru memilih Nabi Muhammad, bukan karena kekayaan harta yang dimilikinya melainkan karena akhlak terpujinya.

Melamar Terlebih Dahulu
Menikah adalah tujuan yang mulia, jadi tidak perlu malu bagi seorang wanita untuk mengajukan lamaran terhadap seorang laki-laki yang baik, seperti yang dilakukan Siti Khadijah terhadap Nabi Muhammad SAW.

Beliau mengajukan keinginannya untuk menikah dengan Nabi melalui seorang pelayannya, sebuah tujuan mulia yang suci untuk menggapai kemuliaan diri. Mengapa harus malu meamar telebih dahulu?

Istri yang Taat Pada Suami
Siti Khadijah menyadari bahwa tugas seorang istri adalah mendampingi suami. Beliau taat dan tetap menghormati Nabi meskipun saat itu kekayaan beliau lebih banyak daripada harta yang dimiliki oleh Nabi.

Siti Khadijah justru merelakan kekayaan miliknya untuk diberikan di jalan dakwah demi mendukung suaminya. Dan itu semua dilandasi oleh keimanan dan kecintaan yang besar terhadap Nabi. Seperti itulah sikap istri yang baik.

Sumber: inspiradata.com

Tags: #Cinta Sejati #Kemulian Cinta #Siti Khadijah