Belum Sholat Tiba-tiba Haid, Begini Cara Mengqodho’nya

854 views

Sebagai wanita tentu akan mengalami yang namanya datang bulan atau yang disebut dengan haid.

Ada banyak pertanyaan mengenai haid ini seperti halnya yang dialami oleh perempuan yang memiliki kisah ini, lalu bertanya bagaimana jika mandi besarnya tertunda karena kesiangan seperti mandi besar ketika sudah jam 06:15 pagi sedangkan waktu subuh sudah habis.

Bagaimana cara meng-qoda shalat subuh tersebut dan pertanyaan lainnya adalah wanita tersebut belum melaksanakan shalat isyak sedangkan haidnya sudah memasuki waktu isyak.

Lalu bagaimana cara menggodanya apakah harus menunggu waktu shalat isyak dan subuh?

Dari permasalahn diatas terdapat 3 permasalah yang meliputi:

  1. Suci sebelum Subuh atau sesudah subuh, namun belum sempat mandi besar padahal waktu subuh sudah habis
  2. Haid di waktu Isya’ namun belum sempat menunaikan shalat Isya’
  3. Bagaimana cara mengganti/mengqodho’ shalat bagi wanita haid

1. Suci Sebelum Subuh Atau Sesudah Subuh, Namun Belum Sempat Mandi Besar Hingga Habis Waktu Sholat Subuh
Maka wanita yang mengalami hal ini memiliki dua kewajiban yang meliputi:

Loading...

a. Mengqodho’ Sholat Subuh
Wanita yang mandi besar harus segera menggoda sholatnya karena hitungan melaksanakan kwajiban kembali adalah setelah berhentinya darah patokannya bukan pada waktu sucinya.

Syekh Abdulaziz bin Baz rahimahullah menegaskan,

الحائض لو أخرت الغسل إلى طلوع الشمس وهي طهرت في أول الوقت أو في آخر الليل عليها أن تقضي صلاة الفجر تصلي صلاة الفجر،

Wanita haid yang mengakhirkan mandi besar (janabah) sampai terbit matahari, padahal dia sudah suci haid dari sejak awal waktu subuh atau di ujung malam, dia wajib meng-qodo’ sholat subuh tersebut.

b. Bertaubat Kepada Allah
Segeralah bertaubat karena mengulur waktu suci hingga habis waktu shalat terhitung melakukan dosa besar sehingga wajib bertaubat.

Syekh Abdulaziz bin Baz rahimahullah kembali menjelaskan,

ولا يجوز لها هذا العمل ولا يجوز للجنب هذا العمل، يجب على الجنب أن يغتسل في الوقت، وهكذا الحائض يجب عليها أن تغتسل في الوقت وتصلي في الوقت، لكن لو أخرا أثما.. أثما بهذا وعليهما التوبة مع فعل الصلاة.

“Menunda-nunda mandi besar seperti ini tidak boleh dilakukan oleh orang yang junub demikian pula wanita yang haid. Meraka wajib mandi segera di waktu sholat kemudian wajib segera melakukan sholat tersebut. Adapun jika menundanya, maka mereka berdosa… Berdosa karena perbuatan tersebut. Sehingga mereka wajib bertaubat dan wajib melakukan sholat yang bersangkutan.”

2. Hadi Diwaktu Isyak Namun Belum Sempat Menunaikan Shalat Isya’
Ada 3 pendapat para ulama tentang permasalahan ini

  • Wajib mengqodho’ selama masih sempat melakukan takbiratul ihram
  • Wajib mengqodho’ selama selama masih cukup untuk melaksanakan sholat secara sempurna
  • Wajib mengqodho’ selama mencukupi untuk melakukan satu raka’at saja

Pendapat ketiga inilah yang lebih mendekati kebenaran, dikarenakan Rasulullah SAW Bersabda:

من أدرك ركعة من الصلاة فقد أدرك الصلاة

“Siapa yang sempat mendapatkan satu raka’at, maka dia telah masuk dalam satu sholat.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Jika wanita tersebut masik bisa melakukan shalat isyak cukup dengan melakukan satu rakaat saja maka ia wajib menggoda’, jika tidak tidak mencukupi untuk shalat rakaat maka tidak wajib menggoda’.

Untuk mengetahui waktu shalat isyak yaitu sejak hiangnya cahaya kemerahan diufuk barat hingga pertengahan malam.

Hal ini merupakan penjelasan dari malaikat Jibril ‘alaihis salam saat menjelaskan waktu-waktu sholat fardhu kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam,

وَوَقْتُ الْمَغْرِبِ مَا لَمْ يَسْقُطْ ثَوْرُ الشَّفَقِ وَوَقْتُ الْعِشَاءِ إِلَى نِصْفِ اللَّيْلِ

Waktu sholat Maghrib selama belum habis cahaya mega di ufuk barat. Adapun waktu sholat Isya membentang sampai pertengahan malam. (HR. Muslim)

Bagaimana cara mengetahui waktu shalat isyak dan akhir shalat isyak yaitu dengan cara menjumlah awal waktu shalat maghrib hingga subuh lalu kemudian dibagi menjadi dua.

Contohnya, misal shalat magrib dimulai pada pukul 18: 00 dan shalat subuh dimulai dari pukul 04: 30 lalu jumlahkan keduanya dna hasilnya adalah 10 jam 30 menit lalu dibagi menjadi dua hingga ketemulah hasil akhirnya yaitu pukul 11.15.

3. Bagaimana Cara Menggoda Shalat Bagi Wanita Haid

a. Menggoda shalat harus dilakukan sesegera mungkin tanpa perlu menunggu waktunya shalat yang ditinggalkan.

Hal ini karena Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من نام عن صلاة أو نسيها فليصلها إذا ذكرها

“Siapa yang tertidur hingga ia melewatkan sholat, atau terlupa, hendaklah ia mengerjakan shalat saat ia ingat.”

Berdasarkan hadist diatas dijelaskan bahwa, ketika bertepatan dengan shalat terlarang sekalipun maka wajib menggoda shalat tersebut.

b. Menjamak Sholat yang Bisa di Jamak
Shalat yang bisa di jamak antara lain adalah:

  • Dhuhur bersama Ashar
  • Maghrib bersama Isya’

Jika wanita mandi besar pada waktu ashar maka wajib juga mengooda shalat duhur yang dilakukan dengan cara menjamak. Atau ketika suci pada waktu isyak maka wajib menggoda shalat magrib dengan cara dijamak dengan isyak.

Dalam Zaadul Mustaqni’ diterangkan,

ومن صار أهلا لوجوبها قبل خروج وقتها : لزمته وما يجمع إليها قبلها

“Siapa yang berstatus layak mendapat kewajiban sholat (pent, seperti saat wanita haid suci kembali), sebelum keluar waktu sholat tertentu, maka dia wajib meng-qodo’sholat tersebut dan menjamak sholat sebelumnya jika memungkinkan untuk dijamak.” (Lihat : Ar-Roudhul Murbi’ Syarah Zaadil Mustaqni’, hal. 56). [konsultasisyariah.com]

Tags: #Mandi Suci #Mengooda #Wanita Haid