Benarkah Orang Kafir Tidak Dihisab di Akhirat?

288 views

Kelak di akhirat manusia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang dilakukan di dunia.

Manusia akan dihisab dengan adil, dan apakah orang kafir juga dihisab atau langsung masuk neraka?

Allah SWT telah menetapkan umatnya untuk dihisab.

إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْثُمَّ ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ

“Sungguh, kepada Kamilah mereka kembali, kemudian sesungguhnya (kewajiban) Kamilah membuat perhitungan atas mereka.” (QS Al Ghasyiyah ayat 25-26).

قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ أَحَدٌ يُحَاسَبُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَّا هَلَكَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَيْسَ قَدْ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى { فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا } فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا ذَلِكِ الْعَرْضُ وَلَيْسَ أَحَدٌ يُنَاقَشُ الْحِسَابَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَّا عُذِّبَ

Loading...

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak seorang pun yang di(paparkan) hisabnya melainkan akan celaka.”

Maka saya bertanya; ‘Wahai Rasulullah, Bukankah Allah berfirman; ‘barangsiapa yang diberi kitabnya dari sebelah kanan, maka dia menghadapi hisab yang mudah? (QS Al Insyiqaq 7-8)

Rasulullah SAW bersabda: “Yang dimaksudkan ayat itu adalah saat amal diperlihatkan, dan tidaklah seseorang hisabnya diperdebatkan, melainkan dia akan disiksa.” (HR Bukhari).

Para ulama sepakat bahwa umat islam akan dihisab pada Hari Akhir, kecuali tujuh puluh ribu orang yang akan masuk surga tanpa hisab.

Mengenai orang kafir ada perbedaan pendapat di antara para ulama antara lain:

1. Tidak DIhisab
Menurut pendapat yang pertama, orang kafir tidak akan dihisab, karena pekerjaan  mereka di dunia sia-sia.

2. Akan Dihisab
Menurut pendapat kedua, orang kafir  akan dihisab agar tahu seberapa besar hukuman bagi mereka.

Dan perbuatan baik mereka tidak akan diterima, sedangkan orang-orang kafir berpendapat bahwa mereka akan baik-baik saja.

وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فِي جَهَنَّمَ خَالِدُونَ
تَلْفَحُ وُجُوهَهُمُ النَّارُ وَهُمْ فِيهَا كَالِحُونَ
أَلَمْ تَكُنْ آيَاتِي تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فَكُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُونَ

“Dan barang siapa ringan timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahanam.

Wajah mereka dibakar api neraka, dan mereka di neraka dalam keadaan muram dengan bibir yang cacat.

Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu, tetapi kamu selalu mendustakannya?” (QS Al Mu’minun ayat 103-105).

Dalam sebuah ayat disebutkan:

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

“Orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka.

Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.” (QS An Nisa ayat 145)

Ibnu Taimiyyah ditanya perihal hal ini. Syaikhul menjawab, “Masalah ini masih dipertentangkan oleh para ulama, di antaranya para sahabat Imam Ahmad.”

Salah seorang yang mengatkan orang kafir tidak dihisab adalah Abu Bakar Abd al-Aziz, Abu al-Hasan at Tamimi, dan Abu Ya’la.

Dan yang mengatakan orang kafir dihisab adalah Abu Hafs Al Barmaki, salah seorang sahabat Imam Ahmad, Abu Sulaiman Ad Dimasyqi, dan Abu Thalib.”

Tags: #Hisab Akirat #Orang Islam #Orang Kafir