Benarkah Siti Aisyah Bahagia Menikah dengan Nabi SAW? Ini Haditsnya

294 views

Kontroversi usia Aisyah Ketika dinikahi Nabi bukanlah dari ijtihad ulama, Bukan pula penelitian ahli sejarah. Namun Hal itu disampaikan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha sendiri.

Mengenai usia Siti Aisyah saat beliau menikah dengan nabi Ada beberapa versi riwayat,

Pertama, dari Keponakan Aisyah
Riwayat dari Urwah bin Zubair – keponakan Aisyah –, bahwa Aisyah bercerita,


تَزَوَّجَنِى النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – وَأَنَا بِنْتُ سِتِّ سِنِينَ ، فَقَدِمْنَا الْمَدِينَةَ فَنَزَلْنَا فِى بَنِى الْحَارِثِ بْنِ خَزْرَجٍ… فَأَتَتْنِى أُمِّى أُمُّ رُومَانَ وَإِنِّى لَفِى أُرْجُوحَةٍ وَمَعِى صَوَاحِبُ لِى ، فَصَرَخَتْ بِى فَأَتَيْتُهَا لاَ أَدْرِى مَا تُرِيدُ بِى فَأَخَذَتْ بِيَدِى حَتَّى أَوْقَفَتْنِى عَلَى بَابِ الدَّارِ ، وَإِنِّى لأَنْهَجُ ، حَتَّى سَكَنَ بَعْضُ نَفَسِى ، ثُمَّ أَخَذَتْ شَيْئًا مِنْ مَاءٍ فَمَسَحَتْ بِهِ وَجْهِى وَرَأْسِى ثُمَّ أَدْخَلَتْنِى الدَّارَ فَإِذَا نِسْوَةٌ مِنَ الأَنْصَارِ فِى الْبَيْتِ فَقُلْنَ عَلَى الْخَيْرِ وَالْبَرَكَةِ ، وَعَلَى خَيْرِ طَائِرٍ . فَأَسْلَمَتْنِى إِلَيْهِنَّ فَأَصْلَحْنَ مِنْ شَأْنِى ، فَلَمْ يَرُعْنِى إِلاَّ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – ضُحًى ، فَأَسْلَمَتْنِى إِلَيْهِ ، وَأَنَا يَوْمَئِذٍ بِنْتُ تِسْعِ سِنِينَ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahiku ketika aku berusia 6 tahun. lalu kami tiba di Madinah, dan singgah di kampung Bani al-Harits bin Khazraj… Lalu ibuku, Ummu Ruman mendatangiku, ketika itu aku duduk di ayunan bersama anak-anak sebayaku.
Lalu ibuku memanggilku, akupun mendatanginya, aku tidak tahu apa yang beliau inginkan. Beliau menggandengku, lalu berhenti di depan pintu sebuah rumah. Akupun menarik nafas panjang, untuk menenangkan diriku.
Kemudian ibuku mengambil air, dan beliau mengusap wajah dan kepalaku. Lalu ibuku mengajakku masuk ke rumah itu, ternyata di dalamnya ada beberapa wanita anshar.
Merekapun mendoakan kebaikan dan keberkahan. Lalu ibuku menyerahkan aku ke para wanita itu, dan mereka men-dandaniku. Tidak kusangka ternyata datang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di waktu dhuha. Ibuku menyerahkan aku ke beliau dan ketika itu, usiaku 9 tahun.
(HR. Bukhari 3894, Muslim 3544, dan yang lainnya).

Kedua, dari Urmah
Riwayat dari Hisyam, dari ayahnya Urwah, bahwa Aisyah menceritakan,

أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – تَزَوَّجَهَا وَهْىَ بِنْتُ سِتِّ سِنِينَ ، وَبَنَى بِهَا وَهْىَ بِنْتُ تِسْعِ سِنِينَ . قَالَ هِشَامٌ وَأُنْبِئْتُ أَنَّهَا كَانَتْ عِنْدَهُ تِسْعَ سِنِينَ

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi Aisyah ketika di usia 6 tahun, dan beliau kumpul bersama Aisyah ketika berusia 9 tahun.

Loading...

Hisyam mengatakan, “Dan saya mendapat kabar bahwa Aisyah hidup bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selama 9 tahun.” (HR. Bukhari 5134).

Pertanyaan yang sering muncul adalah Apakah Beliau Radhiyallahu ‘anha Bahagia?
Siapakah yang tak bahagia menikah dengan orang yang paling mulia. Semua pasti bahagia.

Ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha menyatakan bahwa beliau sangat bahagia.

Beliau menceritakan perasaannya ketika menjadi istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,


تَزَوَّجَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى شَوَّالٍ وَبَنَى بِى فِى شَوَّالٍ فَأَىُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّى

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meikahiku di bulan Syawal, dan kumpul bersamaku di bulan Syawal. Manakah istri beliau yang lebih beruntung di dekat beliau melebihi diriku? (HR. Muslim 3548, Tirmidzi 1116 dan yang lainnya)

Kebahagiaan memang tak bisa di nalar dengan logika. Anak kecil yang main di tanah. Main di lumpur atau main pedang-pedangan mereka sudah bahagia. Tapi menurut kita orang dewasa, pasti tidak. Sama juga dengan Aisyah. Bahkan kalau kita pikir lagi siapa yang tak bahagia menikah dengan orang tertampan di dunia.

Inilah Sang Nabi, orang yang dijamin masuk surga. Orang yang akan memberi syafaat kepada seluruh umatnya kelak di hari kiamat.

Tags: #Cinta Aisyah #Istri Nabi #Kebahagiaan Aisyah