Bercerai Karena Tergoda Orang Lain, Ini Balasannya di Akhirat Kelak

406 views

Setelah hari raya Idul Fitri biasanya menjadi musim reuni sekolah namun adakalanya seseorang yang sudah beristri dan sudah bersuami malah tergoda kepada teman sekolahnya.

Entah dulu pernah memiliki rasa yang belum tersampaikan atau tergoda kembali kepada mantan. Lantas bagaimana menyikap hal ini?

Yang harus kita ketahui bahwa orang yang baik itu adalah orang yang tidak akan pernah menggoda lawan jenis, tidak tebar pesona apalagi sampai menggangu hubungan rumah tangga orang lain.

Perempuan maupun laki-laki baik adalah yang tidak pernah membuat orang yang sudah memiliki pasangan tertarik dan terpesona kepadanya.

Rasulullah SAW memberi ancaman bagi seseorang yang menarik perhatian pasangan orang lain entah itu suami atau istri orang lain hingga merusak hubungan mereka.

Dalam hadis, mereka disebut Khabbab, perbuatannya disebut takhbib.

Loading...

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ خَبَّبَ امرَأَةً عَلَى زَوجِهَا

“Bukan bagian dariku seseorang yang melakukan takhbib terhadap seorang wanita, sehingga dia melawan suaminya.” (HR. Abu Daud 2175 dan dishahihkan al-Albani)

Juga dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ أَفْسَدَ امْرَأَةً عَلَى زَوْجِهَا فَلَيْسَ مِنَّا

“Siapa yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya maka dia bukan bagian dariku.” (HR. Ahmad 9157 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Ad-Dzahabi mendefinisikan takhbib dengan pernyataan,

إفساد قلب المرأة على زوجها

Merusak hati wanita terhadap suaminya.” (al-Kabair, hal. 209).

Dosa besar seorang wanita yang menggugat cerai suaminya tanpa sebab. Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutnya sebagai wanita munafik.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمُنْتَزِعَاتُ وَالْمُخْتَلِعَاتُ هُنَّ الْمُنَافِقَاتُ

“Para wanita yang berusaha melepaskan dirinya dari suaminya, yang suka khulu’ (gugat cerai) dari suaminya, mereka itulah para wanita munafiq.” (HR. Nasa’i 3461 dan dishahihkan al-Albani)

Al-Munawi menjelaskan hadis di atas,

أي اللاتي يبذلن العوض على فراق الزوج بلا عذر شرعي

“Yaitu para wanita yang mengeluarkan biaya untuk berpisah dari suaminya tanpa alasan yang dibenarkan secara syariat.’

Makna munafiq dalam hadis ini, dijelaskan juga oleh beliau

نفاقاً عملياً والمراد الزجر والتهويل فيكره للمرأة طلب الطلاق بلا عذر شرعي

“Munafiq amali (munafiq kecil). Maksudnya adalah sebagai larangan keras dan ancaman. Karena itu, sangat dibenci bagi wanita meminta cerai tanpa alasan yang dibenarkan secara syariat.’ (at-Taisiir bi Syarh al-Jaami’ as-Shogiir, 1:607).

Dalam hadis lain, dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أيُّما امرأةٍ سألت زوجَها طلاقاً فِي غَير مَا بَأْسٍ؛ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الجَنَّةِ

“Wanita mana saja yang meminta kepada suaminya untuk dicerai tanpa kondisi mendesak maka haram baginya bau surga” (HR Abu Dawud no 2226, At-Turmudzi 1187 dan dihahihkan al-Albani).

Hadits diatas tentang ancaman yang sangat keras bagi perempuan yang menggugat cerai suaminya tanpa sebab.

Dalam Aunul Ma’bud, Syarh sunan Abu Daud dijelaskan makna ‘tanpa kondisi mendesak’,

أي لغير شدة تلجئها إلى سؤال المفارقة

Yaitu tanpa ada kondisi mendesak memaksanya untuk meminta cerai…” (Aunul Ma’bud, 6:220)

Yang bisa kita lakukan adalah selalu menjaga dan mensyurkuri pasangan yang telah kita miliki dan jangan pernah tergoda dengan orang lain. [islampos.com]

Tags: #Bercerai #Dosa Bercerai #Tergoda