Berkat Sholawat Ini Imam Syafi’i Dibebaskan Dari Hisab Hari Kiamat

Sosok Makhluk paling sempurna adalah Nabi Muhammad. Kita harus selalu mengingat beliau dengan bersolawat padanya.

Seorang ulama Syaikh Ahmad Al-Mishri menceritakan kisah Ahmad Ibni Naas yang bermimpi Rasulullah.

Dalam mimpi itu ia bertanya kepada Rasulullah: “Ya Rasulullah, dengan siapa kami diperintahkan untuk diikuti dan siapa yang dijadikan rujukan kami?”

Kata Rasulullah: “Hendaklah kamu berguru mengikuti mazhab Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i, dia bagian dariku.”

“Bayangkan Allah Ta’ala meridhai beliau, pengikutnya sampai hari kiamat. Itu semua diridhai oleh Allah.

Siapa lagi sesudah Imam Asy-Syafii? Imam Ahmad bin Hanbal karena beliau orang yang berhati-hati dan zuhud,”

Loading...

Ulama besar Imam Syafi’i wafat usia 57 atau 58 sebab penyakit wasir yang dideritanya.

Beliau lahir di Asqalan, Gaza dan wafat di Mesir. Imam Syafi’i masuk Mesir dua kali dan pernah berdakwah di beberapa negara seperti Yaman, Iraq, Arab, dan Mesir.

Hal apakah yang menjadikan Rasulullah memohon kepada Allah agar tidak menghisab Imam Syafii di hari Kiamat? Jawabannya adalah berkat shalawat yang beliau baca.

“Shalawat Imam Syafii belum pernah dibaca. Maka kalau ada shalawat Nariyah, shalawat Thibbil Qulub diperdebatkan, Imam Syafi’i juga punya shalawat.

Maka shalawat bebas selama tidak bertentangan dengan syari’at,” kata Syaikh Ahmad.

Ini shalawat dan lafaznya:

Allahumma Sholli ‘ala Muhammad Kullama Dzakarahu Adz-Dzakiruna wa Shalli ‘ala Muhammad Kullama Ghafala ‘anhu Al-Ghafilun.

“Ya Allah, limpakanlah shalawat atas Nabi kami, Nabi Muhammad, selama orang-orang yang ingat menyebut-Mu dan orang-orang yang lalai lupa untuk menyebut-Mu.”

Mengenai shalawat ini, Imam Al-Ghazali juga menyampaikan dalam Kitab Ihya Ulumuddin dari riwayat Imam Abul Hasan Al-Syafi’i, dia berkata:

رَأَيْتُ النَّبِيَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَنَامِ فَقُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ بِمَ جُوْزِيَ الشَّافِعِيُّ عَنْكَ حَيْثُ يَقُوْلُ فِي كِتَابِهِ الرِّسَالَةِ وَ صَلَّى اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ كُلَّمَا ذَكَرَهُ الذَّاكِرُوْنَ وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِهِ الْغَافِلُونَ فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جُوْزِيَ عَنِّي أَنَّهُ لاَ يُوْقَفُ لِلْحِسَابِ

“Saya telah bermimpi melihat Rasulullah , lalu saya bertanya, “Ya Rasulullah, dengan kebaikan apa Imam Syafi’i diberi balasan dari sebab ucapannya dalam Kitab Ar-Risalah;

‘Wa Shallallahu ‘ala Muhammaddin Kullama Zakarahuz Zakirun Waghafala ‘An Zikrihil Ghafiluna?’ Rasulullah menjawab:

“Ia dibebaskan dari keharusan menghadapi perhitungan (hisab pada hari kiamat).”

Dari Ali bin Abi Thalib Karamallaahu Wajhah, Rasulullah bersabda:

الْبَخِيلُ الَّذِى مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَىَّ

“Orang yang pelit adalah orang yang ketika disebut Namaku di sisinya lalu ia tidak bershalawat untukku.” (HR. Tirmidzi No 3546)

Rasulullah bersabda:

أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً

“Perbanyaklah bershalawat padaku pada Hari Jumat, karena sesungguhnya shalawat ummatku diperlihatkan kepadaku pada setiap hari Jumat.

Siapa saja yang paling banyak shalawatnya, maka ia menjadi orang yang paling dekat kedudukanya dariku.” (HR. Al-Baihaqi)

loading...
loading...

Tags: #Bebas Hisab #Imam Syafi'i #Ulama Besar