Boleh Menuntut Pasangan yang Selingkuh Via Telepon atau Sosmed

3162 views

Arti selingkuh menurut kamus besar Bahasa Indonesia memiliki 3 makna, diantaranya adalah:

  1. Menyembunyikan sesuatu demi kepentingannya sendiri, tidak jujur, curang dan tidak berterus terang
  2. Korup, atau menggelapkan uang
  3. Menyeleweng

Bagi seseorang yang sudah menikah lalu selingkuh, adakah hukuman yang diatur oleh undang-undang yang akan menjerat pelakunya?

Meskipun perselingkuhannya hanya sebatas hubungan telepon. Nmun semua bukti yang ada mengarah pada hubungan badan.

Apakah suami atau istri yang melakukan perselingkuhan akan dituntutt undang-undanga perzinahan? Jika istri yang selingkuh apakah ada UU yang mengatur bahwa anak akan diasuh oleh ayahnya?

Didalam pasal 284 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) secara gamblang menyebutkan definisi zina adalah sebagai berikut:

Loading...
  1. Melakukan hubungan badan antara laki-laki dan perempuan yang tidak terikat oleh pernikahan
  2. Melakukan hubungan badan bukan dengan pasangannya melainkan dengan orang lain.

Contohnya suami dengan perempuan lain bukan dengan istrinya atau istri melakukan hubungan badan dengan lak-laki lain bukan dengan suaminya.

Jika Seorang istri melakukan perselingkuhan lewat telepon namun belum melakukan hubunan badan maka perselingkuhan tersebut tidak termasuk pada pasal Pasal 284 KUHP.

Namun apabila anada sebagai suami ingin melaporkan istri anda maka anda harus melengkapkan segala dokumen yang dibutuhkan seperti video, sma, e-mail dll untuk dilaporkan perbuatan perselingkuhan.

Hal tersebut akan membuktikan bawha istri anda telah melanggar kesusilaan karena akan menimbulkan kerugian kepada anda.

Perbuatan diatur dalam Pasal 27 ayat (1) UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik(“UU ITE”), karena hal tersebut termasuk perbuatan yang dilarang.

Inilah bunyinya: ” Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.”

Juga perbuatan tersebut berlaku Pasal 36 UU ITE yang berbunyi:

“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 34 yang mengakibatkan kerugian bagi Orang lain.”

Maka pelanggarna tersebut akan dikenakan pasal Pasal 51 ayat (2) UU ITE, yakni akan dipidana paling lama 12 tahun penjara atau paling banyak dikenakan denda Rp.12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah). Bahkan akan dijerat UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Mengenai hak asuh, menurut UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (“UU Perkawinan) disebutkan apabila terjadi percerian maka baik ibu atau bapaka harus sama-sama mendidik anaknya dan berkewajiban untuk mengurus anaknya karena hal itu karena demi kepengingan anak semata.

Namun jika terjadi perselisihan hak asuh anak maka pengadilan akan memberikan keputusannya (Pasal 41 UU Perkawinan).

Meuruk pada hukum islam nusyuz-nya istri bisa dijadikan sebagai hilangnya hak asuh istri terhadap anak jika memiliki bukti yang sah bahwa ia melakukan perselingkuhan.

Arti dari Nusyuz disini adalah apabila seorang istri tidak bisa mmenuhi kewajibannya sebagai istri yang berupa berbakti lahir batin kepada suami dengan batas-batas yang telah ditentukan didalam agama islam.

Serta istri yang harus mengatur segala kebutuhan rumah tangga dan keperluan sehari-hari dengan sebaik-baiknya.

Yang mana hal tersebut telah diatur ketentaunnya dalam Pasal 105 jo. Pasal 83 jo. Pasal 84 jo Pasal 80 Kompilasi Hukum Islam.

Keputusan hakimpengadilan agamalah yang akan menentukan bukti nyata dan sah bagi pasangan yang bermasalah. [hukumonline.com]

Tags: #Arti Selingkuh Dalam Islam #Pasangan Selingkuh #Tindak Pidana