Bolehkah Ibu Menyusui Makan Daging Aqiqah Anaknya?

453 views

Aqiqah dalam bahasa memiliki arti memotong atau menyembelih hewan ketika anak sudah berusia tujuh hari atau lebih.Hukum dari melaksanakan aqiqah ini adalah sunnah muakkad.

Rasulullah Bersabda: Aqiqah sunnah dilaksanakan pada hari ketujuh, yang dikikuti oleh pemberian nama dan mencukur rambutnya.

Akan tetapi ketika sudah sampai hari ketujuh orang tunya belum mampu melaksanakan aqiah maka ia boleh menunda hingga ia mampu.

Sebagai ayah dibenani emberi nafkah dan didalam syariat aqiqah dibebankan pada ornag tua bayi.

Akan tetapi jika orang tunyaa maka diperbolehkan ditunda hingga ia mampi walau anaknya sudah dewasa. Jika tetap tidak mampu maka diperbolehkan mengaqiqhi dirinya sendiri akan tetapi tidka diwajibkan.

Hewan yang disembelih alangkah baiknya dimasak terlebih dahulu sebelum dibagikan, sebab dengan dimasak terlebih dahulu akan memudahkan yang menerima dan lebih sempurna karena tidak merepotkan orang lain untuk menghabiskan tenanga untuk mengolahnya.

Loading...

Daging tersebut boleh dibagikan kepada:

  • Tetangga
  • Fakir miskin
  • Kerabat
  • Bahkan dimakan dirinya beserta keluarganya
  • Dimakan orang tuanya atau ibu yang sedang menyusui anaknya

Alasan Mengapa Diperbolehkan Memakan Daging Aqiqah Sendiri
Aqiqah sejak zaman Rasulullah pun sudah ada. Hal ini tentang hukum aqiqah ada yang meriwayatkan bahwa orang tua si bayi boleh mengkonsumsi daging aqiqah tersebut asalkan tidak berlebihan.

Sebab aturan aqiqah tersebut sama dengan aturan qurban yang mana boleh dikonsumsi juga dibagikan, hal ini imam Syafi’i yang diqiyaskan dengan ibadah qurban.

Selama yang mengkonsumsi tidak berlebihan akan tetapi tetap saja lebih baik dibagikan kepada orang yang membutuhkan misal fakir miskin.

Didalam syariat islam hukum aqiqah adalah tidak wajib. Aqiqah sama halnya dengan ibadah qurban. Sehingga aturan penyaluran dagingnya pun sama dengan qurban.

Sebagaimana hukum yang telah tercantum didalam Al-Qur’an yang mana proses pengolahan daging kambingnya dimasak utuh dan tida pecah.

Hal pengolahannya pun diperbolehkan sesuai dengan yang diinginkan oleh yang memiliki hajat.

Serta bagi yang memiliki hajatpun diperbolehkan memakan daging aqiqah. Akan tetapi tidak diperbolehkan apabila aqiqah tersebut digunakan sebagai hajatan dengan tujuan acara yang lainnya.

Karena menggabungkan dua atau lebih dengan niat ibadah dalam satu amalan itu tidak diperbolehkan, sebagaimana pendapat para ulama disebabkan tidak sesuai dengan suannah Nabi. [muslimapp.id]

Tags: #Daging Aqiqah #Ibu Menyusi #Makan Daging Aqiqah