Bolehkah Menunda Mandi Junub Jika Berhubungan Intim di Malam Hari?

6327 views

Masih banyak diantara kita yang masih bingung mengenai mandi junub terutama ketika sumai-istri melakukan hubungan badan di malam hari.

Ada yang bertanya bolehkah ditunda sampai tiba waktu subuh atau kah langusng mandi pada setelah melakukan hubungan badan?

Namun yang pasti seseorang diwajibkan mandi junub karena melakukan hubungan badakan dikarenakan dua hal:

  1. Bertemunya dua kemaluan antara laki-laki dan wanita walaupun tidak keluar mani
  2. Kelauarnya air mani dari kemaluan meskipun tidak melakukan hubungan badan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seseorang duduk di antara empat anggota badan istrinya (maksudnya: menyetubuhi istrinya , pen.), lalu bersungguh-sungguh kepadanya, maka wajib baginya mandi,” (HR. Bukhari, no. 291; Muslim, no. 348).

Terdapat tambahan didalam riwayat muslin, “Walaupun tidak keluar mani.”

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang seorang laki-laki yang menyetubuhi istrinya namun tidak sampai keluar air mani. Apakah keduanya wajib mandi? Sedangkan Aisyah ketika itu sedang duduk di samping, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku sendiri pernah bersetubuh dengan wanita ini (yang dimaksud adalah Aisyah, pen.) namun tidak keluar mani, kemudian kami pun mandi,” (HR. Muslim, no. 350).

Loading...

Mandi junub diwajibkan bagi seseorang yang keluar mani meski tidak melakukan hubungan bada. Contohnya seperti bermesraan namun sudah keluar mani Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya (mandi) dengan air disebabkan karena keluarnya air (mani),” (HR. Muslim, no. 343).

Ketika pasangan suami-istri melakukan hubungan badan pada malam hari maka mandi junubnya boleh ditunda sampai sebelum waktu shalat subuh. Akan tetapi sebelum tidur disunnahkan untuk berwudhu bahkan sangat disunnahkan.

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata bahwa ‘Umar bin Al-Khattab pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apakah salah seorang di antara kami boleh tidur sedangkan ia dalam keadaan junub?” Beliau menjawab, “Iya, jika salah seorang di antara kalian junub, hendaklah ia berwudhu lalu tidur.” (HR. Bukhari, no. 287; Muslim, no. 306).

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa jika dalam keadaan junub dan hendak tidur, beliau mencuci kemaluannya lalu berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat,” (HR. Bukhari ,no. 288).

‘Aisyah pernah ditanya oleh ‘Abdullah bin Abu Qais mengenai keadaan Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, “Bagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika dalam keadaan junub? Apakah beliau mandi sebelum tidur ataukah tidur sebelum mandi?” ‘Aisyah menjawab, “Semua itu pernah dilakukan oleh beliau. Kadang beliau mandi, lalu tidur. Kadang pula beliau wudhu, barulah tidur.” ‘Abdullah bin Abu Qais berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan segala urusan begitu lapang,” (HR. Muslim, no. 307). [islampos.com]

Tags: #Brhubungan Badan #Junub #Mandi Junub