Bolehkah Suami dan Istri Nonton Film Dewasa sebagai Referensi Trik Jimak?

Hubungan badan suami dan istri adalah bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Dalam Alquran surah al-Baqarah ayat 223, berhubungan badan diungkapkan dengan bahasa kiasan. Istri diumpamakan tempat bercocok tanam. Maka suami diminta mendatangi tempat bercocok tanam itu sesuai yang dikehendaki. Kemudian, Allah SWT memerintahkan untuk mengerjakan amal baik dan bertawakal kepada Allah SWT karena kelak akan menemui-Nya.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bahkan memadankan hubungan intim dengan sedekah. Dengan catatan, apabila penyaluran syahwat sesuai dengan tempatnya. “Di kemaluan setiap orang di antara kamu itu ada sedekahnya.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah seseorang di antara kami apabila menyalurkan syahwatnya mendapat pahala?” Beliau menjawab, “Benar, bukankah apabila dia menyalurkannya kepada yang haram dia berdosa? Demikianlah, kalau ia menyalurkannya kepada yang halal, maka ia mendapat pahala. Apakah kamu hanya memperhitungkan keburukan dan tidak memperhitungkan kebaikan?” (HR Muslim).

Ada fenomena tentang hubungan badan suami istri. Ada pasangan suami istri gemar menonton film porno untuk mendapatkan trik atau gaya berhubungan. Hubungan percintaan pun diklaim dapat semakin mesra.

Film dewasa dan hal lainnya memang tidak pernah ada pada zaman Rasulullah SAW, tapi konten yang ada pada film dewasa itu sudah dibahas di dalam sejumlah ayat Alquran dan hadis. Adegan di dalam film dewasa yang dilakukan oleh profesional, meski memang kadang ada yang suami istri, bisa dikategorikan sebagai zina. Sementara, menonton film tersebut bisa dikatakan mendekati zina.

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS al-Isra: 32).

Namun, hal ini dapat menimbulkan banyak pertanyaan. Bukankah objek syahwat dilampiaskan pada pasangan suami atau istri sendiri? Bukankah sah, bahkan berpahala jika syahwat yang disalurkan berdasarkan hubungan yang halal?

Loading...

Ayat di dalam Alquran memberi batasan mengenai hal tersebut. Allah SWT memerintahkan seorang mukmin untuk menahan pandangan dan memelihara kemaluan dari orang-orang yang bukan mahram.

 

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آَبَائِهِنَّ أَوْ آَبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

 

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutup kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (An Nur: 30-31)

Tidak hanya itu, Rasulullah SAW pun melarang kaum perempuan berpakaian seperti telanjang dan mengundang syahwat kaum lelaki. “Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: ‘Ada dua kelompok penghuni neraka yang belum pernah aku lihat: (1) sekelompok orang yang memegang cambuk seperti ekor sapi; dengan cambuk itu mereka memukuli orang dan (2) kaum perempuan yang berpakaian seperti telanjang, berjalan berlenggok-lenggok, menggoda/memikat kepala mereka, bersanggul besar dibalut laksana punuk unta. Mereka ini tidak akan masuk surga dan tidak akan dapat mencium harumnya, padahal keharuman surga dapat tercium dari jarak sekian.” (HR Muslim).

Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) memutuskan bahwa melakukan hubungan badan di hadapan orang, pengambilan gambar hubungan tak senonoh atau adegannya, pada diri sendiri maupun orang lain, dan melihat hubungan badan atau adegan badan adalah haram. Memperbanyak, mengedarkan, menjual, membeli, dan melihat atau memperlihatkan gambar orang baik cetak atau visual yang terbuka auratnya atau berpakaian ketat atau tembus pandang, yang dapat membangkitkan nafsu berahi atau gambar hubungan seksual pun haram.

Tags: #Film Dewasa #Hubungan Badan #Jimak Pasutri