Bolehkah Wanita Menjadi Muadzin? Ini Penjelasan Haditsnya

422 views

Adzan merupakan panggilan sholat. Yang lumrah muadzin adalah seorang laki-laki karena tak menimbulkan fitnah dari suaranya yang di keluarkan. Dan sekarang jika ada muadzin perempuan bagaimana hukumnya itu?

Adzan dan iqamah bagi perempuan diperbolehkan. Namun dengan syarat dilakukan pada jamaah khusus wanita. Berikut dalilnya:

Pertama: dari Ibnu Umar
Keterangan dari Ibnu Umar, bahwa beliau ditanya, “Apakah wanita boleh berazan?” Kemudian, beliau marah, dan mengatakan, “Apakah saya melarang orang untuk berzikir (menyebut nama) Allah?” (Riwayat Ibnu Abu Syaibah; sanad-nya dinilai baik oleh Syekh Al-Albani)

Maksud Ibnu Umar–Allahu a’lam– dengan pertanyaan itu Ibnu Umar adalah beliau merasa aneh. lantas, beliau marah dan memberikan alasan bahwa azan termasuk zikir yang disyariatkan, maka bagaimana mungkin dilarang?

Kedua: Hadits dari Siti Aisyah
Riwayat dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwa dulu beliau melakukan azan dan iqamah, kemudian mengimami jemaah wanita. Beliau berdiri di tengah shaf wanita. (HR. Al-Baihaqi; dinilai kuat oleh Al-Albani)

Dari riwayat hadits di atas menunjukkan bolehnya azan dan iqamah bagi wanita. Cuma, harus dilakukan di lingkungan khusus wanita dan tidak didengar kaum laki-laki.

Loading...

Tags: #Hadits Adzan #Pengeras Suara #Wanita Adzan