Bukan Sekedar Hubungan Suami-Istri, Tapi Harus Jadi Sahabat Bagi Pasangan Anda

Menikah bukan hanya tentang kebahagiaan, melainkan harus siap berkomitmen untuk bersama dalam keadaan suka mau pun duka.

Siap menjadi pasangan, siap menjadi sahabat juga siap menjadi orang tua bagi pasangan kita. akan terasa sangat indah apabila memiliki pendamping yang demikian, yang akan tetap bersama dalam keadaan apapun.

Ia yang selalu siap disisi kita, selalu mendukung kita, dia yang akan tersenyum paling dulu ketika kita bahagia sehingga rumah tangga pun akan terjalin dengan kuat.

1.Miliki Prinsip yang Sama
Faktor utama untuk mendapatkan keluarga yang bahagia adalah memiliki prinsip yang sama dengan pasangan kita.

Maka sebelum memutuskan untuk menikah usahakan anda dengan pasangan membicarakan dan menemukan prinsip agar pernikahannya tidak berbeda ditenagh jalan.

Kesamaan disini bukan hanya tentang hobi dan makanan, melainkan tentang kesamaan keyakinan, tujuan hidup, visi misi keluarga dan nilai kehidupan yang lebih mendasar. Karena tanpa ada kesamaan prinsip ini rumah tangga tidak akan terbangun.

Loading...

Contoh bagaimana kita akan merasa tenang, merasa bahagia dan klop dengan pasangan kita jika anak kita merasa bingung dengan perbedaan yang dimiliki oleh orang tuanya.

Bagaimana akan membagi keluh kesah jika antara suami dan itsri tidak sama-sama giat beribadah. Lalu bagaimana sang suami akan mendukung sang istri berjilbab sempurna sedangkan sang suami merasa bahwa jilbab hanya budaya arab.

2. Hubungan Timbal Balik
Jadilah pasangan yang mengerti akan pasangannya, jangan seenaknya sendiri dan tidak memikirkan pasangannya.

Karena banyak yang mengeluh suaminya hanya eneka-enakan sedangkan sang istri harus bekerja, harus mengurus rumah, meniapkan makan dan masih mendapingi anak belajar.

Jika ingin memiliki pasangan yang seperti teman sendiri maka jangan segan untuk memabntu istri, tanpa disuruh pun seharusnya sang suami sigap memabntu.

Karena pada pada dasarnya hubungan suami istri harus memberi manfaat bukan malah mengambil kesempatan dan tidak egois.

Hubungan suami istri akan menjadi renggang dan bisa jadi retak apabila salah satunya merasa dimanfaatin saja dan selalu memberi tanpa menerima.

Sedangkan didalam pernikahan harus ada timbal balik yang harus saling memberi juga menjadi manfaat bagi keluarga.

Maka jadilah pasangan yang tulus yang tidak menghitung kebaikan sendiri dan meuntut pasagan kita.

Kita harus meringankan beban pasangan kita, seharusnya tanpa harus diminta jika memang tidak capek maka dengan senang hati harus melakukannya.

Juga janan lupa selalu murah senyum, berilah perhatian, pengahrgaan, rasa terimakasih, pujian, senyum manis dan bantuan ketika pasangan kita melakukannya tanpa kita minta.

Nabi Muhammad saja yang pemimpn umat, negara sekaligus panglima perang yang selalu sibuk namun ia tidak pernah meminta sang istri atau menunggu istri beliau ketika bajunya sobek.

Di lain waktu juga Khadijah tidak menunggu Nabi Muhammad untuk meminta bantuaan ketika ia mensupport suaminya dengan wkatu pemikiran. tenaga yang ia miliki.

3. Tumbuhkan Rasa Cinta dan Saling Menghargai
Cinta bukan hanya soal pemberian Allah yang bisa diterima dan siap pakai, akan tetapi cinta itu butuh disriam, dipupk, dirawat agar tumbuh dan berkembang, kokoh meskipun ada beragam masalah dikehdipan saat ini atau mendatang nanti.

Dengan cara melihat dan cari sebanyal-banyaknya kebaikan pasangan kita tanpa mengingat keburukan dan kekurangannya.

Mungkin terkesan simple akan tetapi jika kita menerapkannya maka kita akan merasa bersukur dan terus merasa jatuh cinta kepada pasangan kita serta selalu bersyukur atas kebaikan-kebaikannya.

Ingatlah selalu dukungan suami terhadap semua aktivitas kita, ingat selalu senyum istri yang tidak pernah luntur meski hara-harga kebutuhan melonjak.

Ingatlah doa pasangan kita bagi ketentraman rumah tangga dan kesalihan anak-anak setiap malamnya. Ingatlah juga betapa sering kita mengomel dan mengerutu padahal hal sepele.

4. Dekati Allah Jika Ingin Mendekati Hatinya
Hati manusia mudah berbolak-balik, dan hati manusia milak Allah semata. Jika ingin mendekati pasangan kita maka dekati Allah. Apapun yang kita inginkan jawabannya adalah mendekati Allah.

Mintalah kepada Allah,berbanyaklah berdoa, perbanyak shalat, sedekah agar suami kita berpadu pada cinta-Nya dan selali beriringan dengan jalan-Nya.

Selalu berdoa semoga mendapatkan curhaan kebaikan dari baik kita dari suami dan suami dari kita sendiri. Serta senantias berdoa agar kita terhindar dari segala keburukan, karena hanya Allah sang pengabul doa. [ummi-online.com]

Tags: #Kelaurga Harmonis #Menjadi Teman Bagi Pasangan #Pasnagan Bahagia